Kajianberita.com
Beranda Headline Edy Rahmayadi Saling Tutup Pintu Dengan Golkar dan Gerindra, Fokus Hanya Lima Partai

Edy Rahmayadi Saling Tutup Pintu Dengan Golkar dan Gerindra, Fokus Hanya Lima Partai

Edy Rahmayadi saat mendukung kampanye untuk AMIN bersama PKB, Nasdem dan PKS

Sempat disebut-sebut kalau Edy Rahmayadi akan mendaftar sebagai calon Gubernur dari Partai Golkar dan Gerindra. Namun setelah melihat dinamika politik yang berkembang, Edy mengurungkan niat itu. Ia memastikan tidak akan mendaftar untuk meminta dukungan dari partai itu pada Pilgubsu mendatang.

“Mereka sudah punya kebijakan sendiri. Saya kira saya tidak cocok dengan kebijakan yang telah mereka tetapkan,” kata Edy.

Lagi pula sejak awal sudah mencuat kabar kalau Golkar dan Gerindra hanya akan mendukung kandidat yang mendapat rekomendasi dari istana mengingat kedua partai itu merupakan kekuatan inti bagi Pemerintah.

Terutama Golkar, sejak awal sudah memastikan hanya akan merekomendasikan menantu presiden, Bobby Nasution dan Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck untuk maju pada Pilgubsu mendatang.

Belakangan nama Ijeck pun bakal terbuang karena Presiden Jokowi kabarnya sudah meminta ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk mendahulukan menantunya. Sebagai konsekuensinya, Ijeck akan mendapat posisi sebagai ketua komisi di DPR RI.

Bobby sangat mengharapkan dukungan Golkar setelah PDIP memastikan tidak akan mau lagi memberi dukungan kepadanya. Bahkan Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto terang-terangan menyebut mengaku kalau partainya sangat menyesal telah mendukung menantu Jokowi itu pada Pilkada Kota Medan tahun 2020. Mereka juga menyesal telah memberi ruang kepada Bobby untuk menjadi kader PDIP.

“Untuk Pilkada 2024 ini, kami sudah menutup pintu rapat-rapat kepada Bobby Nasution. Kami tidak akan mendukung si pengkhianat partai,’’ tegas Hasto.

PDIP menyebut Bobby sebagai pengkhianat karena ia tidak mau lagi mengikuti kebijakan yang ditetapkan partai. Bukan hanya Bobby, semua keluarga Jokowi dianggap sebagai pengkhianat oleh PDIP karena mereka tidak lagi sejalan dengan langkah partai yang mendukung pencalonan Ganjar Pranowo pada Pilpres yang lalu. Keluarga Jokowi lebih memilih mendukung Prabowo yang berpasangan dengan Gibran, putra sulung Jokowi.

Hal itu yang menyebabkan PDIP menutup pintu rapat-rapat kepada keluarga Jokowi saat Pilkada ini.

Sikap PDIP itu memaksa Bobby harus mendekati partai lain untuk bisa maju pada pemilihan Gubernur mendatang. Golkar adalah pilihan utamanya, karena partai ini merupakan pemenang Pemilu di Sumut.

Hasil Pemilu 2024 lalu memastikan Golkar mendapat 22 kursi di DPRD Sumut, tertinggi di antara partai lainnya. Adapun PDIP berada di posisi kedua dengan 21 kursi.

Dengan jumlah kursi itu, PDIP dan Golkar merupakan partai yang bisa mengusung calon gubernur tanpa berkoalisi dengan partai lain karena perolehan kursi mereka di parlemen melebihi 20 persen. Total kursi di DPRD Sumut sebanyak 100 kursi. Hanya partai dengan minimal 20 kursi yang berhak mengusung kandidat sendiri tanpa koalisi.

Dengan posisi itu, maka tidak ada pilihan lain, Bobby hanya berharap dari Golkar. Adapun Gerindra dan PAN akan menyusul karena gabungan kedua kursi itu belum mencukupi batas ambang 20 persen. Koalisi ketiga partai ini yang bakal menjadi andalan Bobby maju di Pilgubsu mendatang.

Hal ini yang membuat Edy Rahmayadi tidak mau buang-buang waktu untuk meminta dukungan dari ketiga partai tersebut. Dengan kata lain, Edy Rahmayadi dan Golkar serta Gerindra tidak mungkin lagi untuk bersatu menyongsong Pilgubsu 2024. Kedua pihak sudah saling menutup pintu koalisi.

Edy hanya akan fokus mendekati PDIP, PKS, PKB, Nasdem dan Demokrat. Kalaupun nantinya PDIP Sumut punya calon lain, setidaknya koalisi PKS (10 kursi) , Nasdem ( 12 kursi)  dan PKB (4 kursi) sudah lebih dari cukup bagi Edy untuk melaju sebagai calon.

Sebagaimana diketahui, Edy Rahmayadi memiliki hubungan istimewa dengan ketiga partai itu saat mereka berjuang pada Pemilu Presiden beberapa waktu lalu. PKS, Nasdem dan PKB adalah partai pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), sedangkan Edy Rahmayadi merupakan Ketua Tim Kampanye Daerah untuk  AMIN di wilayah Sumatera Utara. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan