Kajianberita.com
Beranda Headline Hari Ini Edy Rahmayadi Datangi Lima Parpol Untuk Kembalikan Isian Formulir Pencalonan Gubsu

Hari Ini Edy Rahmayadi Datangi Lima Parpol Untuk Kembalikan Isian Formulir Pencalonan Gubsu

Edy Rahmayadi hari ini Senin (6/5/2024) mendatangi lima partai politik guna mengembalikan isian formulis pencalonan gubsernur Sumut.

Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi adalah salah satu bakal calon gubernur Sumut yang sangat serius menghadapi persaingan pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) November mendatang. Ketika kandidat lain masih ragu melangkah, Edy sudah bergerak cepat melobi sejumlah partai politik untuk mendapatkan dukungan. Pada Senin siang ini (6/5/2024) Edy kembali mendatangi parpol itu untuk mengembalikan isian formulir yang telah ia ambil sebelumnya.

Untuk kunjungan tersebut, Edy turun langsung bertemu dengan para pimpinan parpol tersebut. Dalam satu hari ini ada lima parpol tingkat provinsi yang akan ia datangi, yakni PDIP di Jalan Jamin Ginting, PKS di Jalan Kenanga Raya, PKB di Jalan Walikota, Partai Demokrat di Jalan Sudirman, dan Nasdem di Jalan HM. Yamin.

Selain untuk mengembalikan isian formulir pencalonan gubernur, kedatangan Edy Rahmayadi juga bermaksud meminta dukungan agar ia bisa mulus mendapatkan tanda tangan dari ketua umum parpol tersebut guna maju pada Pilgubsu mendatang.

“Kita ikhtiar saja dulu. Apapun hasilnya kita lihat saja nanti,” ujar Edy.

Saat mengunjungi partai-partai itu, Edy didampingi tim inti pemenangannya. Salah satunya adalah Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap, sahabat karibnya sejak sama-sama mengikuti pendidikan di Akmil TNI-AD. Keduanya merupakan alumni Akmil TNI-AD Angkatan 1985.

Kunjungan Edy ke lima kantor partai politik itu diawali dari Kantor PDIP Sumut pada pukul 11.00 wib. Selanjutnya beranjak ke kantor PKS pada pukul 13.00 wib, lalu berlanjut ke kantor PKB pada pukul 14.00 WIB, kemudian menyeberang ke kantor Demokrat yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi itu dan terakhir ke kantor Nasdem sekitar pukul 15.00 wib.

Sejauh ini hanya lima partai itu yang dilobi Edy Rahmayadi untuk dapat mengusungnya maju di PiIgubsu nanti. Adapun keputusan soal dukungan itu baru akan diumumkan awal Agustus 2024 setelah setiap partai melakukan proses seleksi sesuai aturan masing-masing. Sedangkan pendaftaran bakal calon gubenur ke KPU Sumut baru akan dilakukan pada 27 Agustus 2024.

Selain Edy Rahmayadi, ada juga kandidat lain yang berharap mendapat dukungan yang partai yang sama. Salah satunya Nikson Nababan, mantan Bupati Tapanuli Utara yang berharap bisa maju melalui dukungan PDIP. Namun belum ada kabar kapan Nikson akan mengembalikan formulir yang sudah diisinya.

Sepertinya hanya lima parpol itu yang diharapkan Edy Rahmayadi untuk mendukungnya maju pada Pilgubsu 2024. Sedangkan partai Golkar, Gerindra maupun PAN tidak akan menjadi prioritasnya. Hal itu disebabkan ketiga partai itu bakal mengusung kandidat yang berbeda.

Ada dua bakal calon yang sedang dipertimbangkan oleh Golkar dan Gerindra, yakni Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck dan juga menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Keduanya begitu bernafsu untuk maju, sampai-sampai mereka terus terlibat perdebatan keras guna bisa mendapatkan dukungan itu.

Bobby Nasution dan Musa Rajekshah alias Ijeck.

Bobby Nasution sudah pasti akan sangat mengandalkan bantuan dari mertuanya untuk mendapatkan dukungan tersebut. Kabarnya Jokowi sudah meminta ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto memuluskan langkah menantunya itu. Jika Golkar sudah memberi dukungan, otomatis Gerindra dan PAN akan melakukan hal yang sama.

Langkah Partai Gerindra mendukung calon gubernur Sumut sangat ditentukan oleh sikap Golkar,  mengingat jumlah kursi yang dimiliki partai itu di DPRD Sumut hanya 13 kursi, masih di bawah ambang batas 20 persen. Sementara Golkar memiliki 22 kursi di DPRD Sumut, sekaligus sebagai partai peraih kursi terbanyak.

Meski demikian peluang Ijeck untuk maju sangat tipis karena adanya tekanan pusat. Kabarnya Ijeck akan dipaksa mundur dari pencalonan itu. Ketua umum Golkar sudah meminta Ijeck fokus sebagai anggota DPR RI dengan jabatan ketua komisi. Jika skenario ini berjalan, maka Edy Rahmayadi berpeluang besar untuk bersaing dengan Bobby Nasution pada Pilgubsu nanti.

Edy tentunya harus berhati-hati, sebab Bobby Nasution sudah pasti akan mendapatkan dukungan dari elemen kekuasaan. Potensi kecurangan sangat besar terjadi. (faz) **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan