Kajianberita.com
Beranda Headline Ijeck Ngotot Maju Sebagai Calon Gubernur di Pilgubsu, Tak Akan Rela Disingkirkan Bobby

Ijeck Ngotot Maju Sebagai Calon Gubernur di Pilgubsu, Tak Akan Rela Disingkirkan Bobby

Musa Rajekshah alias Ijeck bersama jajaran pengurus DPD Golkar Sumut

Langkah Musa Rajekshah alias Ijeck untuk maju sebagai calon gubernur Sumut sudah cukup kuat. Ia mengaku telah mendapatkan dukungan dari seluruh pengurus DPD Golkar Sumut untuk bersaing pada Pilgubsu nanti. Ijeck pun tegas mengatakan tidak rela kalau peluangnya maju diganggu oleh kandidat lain, termasuk Bobby Nasution.

“Bismillah, saya tegaskan akan maju. Saya siap bersaing di Pilgubsu nanti,” ujarnya.

Ketua Golkar Sumut ini mengakui kalau ada dua orang yang telah mendapatkan mandat dari DPP Golkar untuk maju pada Pilgubsu nanti, yaitu ia sendiri dan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Namun pengurus Golkar Sumut sudah sepakat untuk mendorong agar Ijeck maju di tingkat provinsi, sedangkan Bobby Nasution ikut di Pilkada Kota Medan.

Langkah itu diambil sebab Ijeck sudah mempersiapkan diri cukup lama. Lagi pula, pengurus Golkar sangat yakin kalau Ijeck mendapat dukungan luas dari masyarakat. Terbukti, pada Pemilu Legislatif yang lalu, Ijeck mendapat suara cukup banyak sehingga ia bisa melenggang sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.

Meski sudah memastikan satu kursi di parlemen, Ijeck rela untuk melepas peluang itu karena ia lebih tertarik untuk bersaing di Pilgubsu.

“Saya sudah mendapat mandat maju di Pilgubsu. Saya akan memanfaatkan peluang itu,” katanya.

Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif di Sumatera Utara, Golkar berkeinginan mendorong kadernya maju di Pilkada meski tanpa berkoalisi dengan partai lain. Langkah ini bisa dilakukan mengingat Golkar memiliki 22 kursi di DPRD Sumut, lebih dari ambang batas 20 persen yang ditentukan undang-undang.

Selain Golkar, PDIP yang memperoleh 21 kursi di DPRD Sumut juga memiliki kekuatan yang sama. Namun kandidat yang diusung Golkar di Pilgubsu nanti sudah pasti berbeda dengan kandidat yang diusung PDIP.

“ Saya sudah siap maju dari Golkar”, kata Ijeck.

Terkait dengan Bobby Nasution, Ijeck mengatakan menantu presiden Joko Widodo itu merupakan orang luar. Bukan kader Golkar. Oleh karena itu langkah Bobby untuk diusung Golkar di Pilgubsu akan tertutup.

“Kalau mau di Pilkada Kota Medan, mungkin ia akan kita usung. Bukan di Pilgubsu,” ujar Ijeck.

Ucapan Ijeck ini berlawanan dengan pernyataan Bobby Nasution yang mengaku sudah mendapatkan dukungan dari ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto maju pada Pilgubsu mendatang.

“Saya maju bukan di Pilkada Kota Medan, tapi siap untuk bersaing di Pilgubsu,” kata Bobby.

Ia sangat percaya diri kalau Golkar adalah salah satu partai yang mengusungnya nanti. Kabarnya Presiden Joko Widido juga sudah berbicara dengan Airlangga Hartarto terkait dukungan Golkar kepada menantunya itu. Dengan pendekatan di tingkat pusat itu, maka Ijeck harus Bersiap-siap tersingkir dari Pilgubsu. Kalau Ijeck ngotot bertahan, konflik di tubuh Golkar Sumut tidak akan bisa dihindari.

Rakor Pilkada Golkar Sumut

Berkaitan dengan Pilkada yang akan berlangsung November mendatang, DPD Partai Golkar Sumatera Utara telah menggelar rapat koordinasi dengan semua bakal calon kepala daerah di kabupaten dan kota yang mendaftar ke Partai Golkar.

Ijeck mengatakan, ada 243 calon kepala daerah (Cakada) yang mendaftar ke Golkar di wilayah Sumut. Dari jumlah tersebut, 44 orang mendapat surat penugasan dari DPP Partai Golkar, termasuk dirinya. Kemudian, 14 orang mendapat surat penugasan dari DPD Partai Golkar, sisanya dari Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota.

“Penjaringan kepala daerah dilakukan dengan tiga tahapan survei. Survei pertama dalam waktu dekat ini, survei kedua dan ketiga penentuannya di DPP Partai Golkar,” kata Ijeck di kantor Golkar Sumut, Selasa, 7 Mei 2024.

Pertemuan tatap muka ini, menurut Musa, ingin melihat keseriusan para calon kepala daerah. Pada pertemuan itu juga hadir lembaga survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi langsung terkait tahapan survei yang akan dilakukan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan