Kajianberita.com
Beranda Headline Nikson Nababan Aktif Bersafari Dekati Para Tokoh Islam, Berharap Dukungan di Pilgubsu

Nikson Nababan Aktif Bersafari Dekati Para Tokoh Islam, Berharap Dukungan di Pilgubsu

Nikson Nababan bertemu Tuan Guru Syekh Ziklam Fuad di Desa Besilam, Tanjungpura, Langkat

Mantan Bupati Tapanuli Utara selama dua periode, Nikson Nababan begitu antusias mempersiapkan diri untuk maju pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) mendatang. Sebagai umat Kristen, ia mengaku sudah banyak mendapatkan dukungan dari para tokoh Gereja. Untuk menambah kekuatannya di arus bawah, sekarang Nikson aktif melakukan pendekatan kepada para tokoh Islam.

Sejumlah ulama telah didatanginya untuk mendapatkan dukungan tersebut, mulai dari  MUI, tokoh pesantren dan juga pimpinan organisasi agama. Pada 24 April lalu misalnya, Nikson bertemu dengan Tuan Guru Batak Syekh Dr H Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk, MA di Tanah Jawa, Simalungun.

Sebagaimana diketahui, Tuan guru Syekh Dr H Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk merupakan ulama muda karismatik yang cukup disegani masyarakat. Ia memiliki banyak murid yang tersebar di berbagai wilayah.

Berdasarkan tutur adat batak, Nikson memanggil ‘Tulang’ kepada ulama itu. Sedangkan Tuan Guru Batak memanggil Nikson dengan sebutan ‘Amang’. Mereka sempat berbincang hangat selayaknya keluarga dekat. Di akhir pertemuan, Nikson berharap mendapat restu maju pada Pilgubsu mendatang.

Tuan Guru Batak mendukung semangat tersebut. Ia mengatakan, sebagai warga Sumut, apalagi berpengalaman di pemerintahan, Nikson punya hak untuk maju. Tuan Guru berharap kalau nanti berhasil memimpin Sumut, Nikson harus arif dan bijaksana terhadap semua masyarakat. Sebagai orang batak, Tuan Guru mengaku sangat senang kalau Sumut dapat dipimpin orang batak.

Tak lama setelah mengunjungi Tuan Guru Batak, Nikson juga bertemu dengan Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Sumut, Al Jamiatul Washliyah atau Al-Washliyah, Ustad Dr Dedi Iskandar Batubara di kediamannya di Jalan Garu II A, Gang Saribunga, Medan. Pertemuan yang berlangsung pada 5 Mei lalu berjalan sangat sejuk.

Sesuai misinya, pada kesempatan itu Nikson juga bermohon izin kepada Ustad Dedi kiranya ia mendapat dukungan maju pada Pilgubsu 2024.

Ustad Dedi yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut sangat memahami ambisi Nikson itu. Apalagi Nikson dianggap cukup berhasil memimpin Tapanuli Utara selama dua periode berturut-turut. Dedi berharap Nikson bisa memaksimalkan potensi kepemimpinannya itu.

“Kita berharap majunya Pak Nikson di Pilgubsu bisa menjadi pendorong semangat toleransi beragama di Sumut,” kata Dedi.

Nikson Nababan saat bersilaturahmi ke kediaman Tuan Guru Batak Syekh Dr H Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk MA di Tanah Jawa, Simalungun.

Bagi Nikson, pertemuan dengan Ustad Dedi Batubara sangat penting mengingat sosok ulama itu merupakan pemimpin ormas Islam yang memiliki pengingat sangat banyak. Al-Washliyah adalah ormas yang memiliki sejarah perjuangan Islam sangat kental di Sumut dengan ratusan ribu massa pendukungnya tersebar di berbagai daerah. Tidak heran jika Ustad Dedi Batubara selalu terpilih dalam setiap pemilihan anggota DPD di wilayah Sumut.

Pada Pemilu yang lalu, perolehan suara Ustad Dedi Batubara merupakan yang terbesar dari semua kandidat calon anggota DPD Sumut, mencapai 1.081.487 suara. Fakta ini menunjukkan kalau Ustad Dedi merupakan sosok yang sangat berpengaruh di masyarakat. Ia tidak hanya sekedar pemimpin Ormas Islam, tapi juga seorang akademisi dan politisi yang disegani.

Dua hari berselang, Nikson melanjutkan misinya bertemu ulama karismatik tuan guru tarekat Naqsyabandi Al Khalidi di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kedatangan Nikson disambut langsung oleh sang Tuan Guru, Syekh Zikmal Fuad Mursyid.

Keduanya bercerita banyak tentang keberagaman di Sumatera Utara dan dinamika politik yang mencuat belakangan ini. Nikson juga bercerita tentang pengalaman sebagai Bupati Tapanuli Utara selama 2 periode dengan program visi dan misi ‘Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari.’

Selain itu, Nikson menyampaikan maksud kedatangannya kepada Tuan Guru, yakni untuk mendapatkan restu maju pada Pilgubsu nanti.

Langkah Nikson yang mau datang ke Besilam mendapat pujian dari Tuan Guru Besilam. Bahkan Tuan Guru Syekh Zikmal juga memuji sosok Nikson yang ramah dan mampu membangun kerukunan umat beragama dengan mendirikan masjid di Taput.

“Semua yang datang kemari kita doakan, termasuk Pak Nikson. Ada amalan khusus yang diberikan untuk Pak Nikson Nababan,” ucap Syekh Zikmal Fuad.

Dalam suasana keakraban itu juga Tuan Guru Besilam mengungkapkan bahwa selama dirinya di perantauan menimba ilmu pengetahuan dan sebagai akademisi, harus kembali ke tanah kelahiran tentunya mempunyai arti tersendiri baginya.

Pesan terakhir yang disampaikan Tuan Guru Besilam, untuk tetap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada Nikson dan selanjutkan melakukan ziarah ke Makam Syekh Abdul Wahab Rokan.

Ketua Umum Al-Washliyah Dr Dedi Batubara menjamu kunjungan Nikson Nababan yang datang ke rumahnya pada 5 Mei lalu.

Langkah Nikson untuk mendapatkan dukungan tidak hanya sampai di situ saja. Selain mendatangi tokoh agama Islam, ia pun berencana menyambangi tokoh agama Katolik, Budha dan lainnya. Nikson juga sangat gigih membangun kekuatan relawan di arus bawah.

Langkah itu menunjukkan betapa kuatnya ambisi Nikson maju pada Pilgubsu nanti. Ia berharap partainya PDIP akan mendukung langkah itu. Selain PDIP, Nikson juga berharap mendapat dukungan dari partai lain.

Sebagai kader partai banteng, peluang Nikson cukup besar mendapatkan dukungan dari PDIP.  Namun ia harus bisa meyakinkan para pihak bahwa ia mendapat restu dari semua golongan. Maka itu Nikson akan terus bergerilya mendatangi para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar ia bisa bertarung pada Pilgubsu nanti. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan