Kajianberita.com
Beranda Headline Kembali Tampil di Pilkada Medan, Akhyar Nasution Berharap Tidak Ada Lagi Invisible Hand

Kembali Tampil di Pilkada Medan, Akhyar Nasution Berharap Tidak Ada Lagi Invisible Hand

Akhyar Nasution saat berkunjung ke kantor DPC PDIP Medan untuk mengembalikan isian formulir calon walikota pada Pilkada Kota Medan 2024

Tekad Akhyar Nasution kembali bersaing pada Pilkada Kota Medan semakin menguat setelah ia mendapatkan sinyal positif terkait dukungan dari PDIP. Sinyal itu tersingkap dari dialog yang berlangsung saat Akhyar mengembalikan isian formular calon walikota Medan ke kantor DPC PDIP Medan di Jalan Sekip Baru, Medan, pada Rabu (8/5/2024).

Akhyar mengaku sangat bahagia, sebab ia mendapat sambutan hangat saat berkunjung ke kantor partai itu. Kenangan masa lalu saat menjadi kader di partai itu terkenang kembali.

“Bagaimana pun juga perjalanan saya di dunia politik tidak bisa dilepaskan dari PDIP,” kata Akhyar kepada Kajianberita.com.

Kendati sekarang tidak lagi sebagai kader partai itu, Akhyar tetap menjaga hubungan pertemanan dengan para pengurus di partai tersebut.

“Komunikasi saya dengan teman-teman di PDIP masih sangat baik,” kata Akhyar.

Sejatinya Akhyar memang lebih dikenal sebagai kader PDIP yang militan. Kala masih mahasiswa, ia sudah aktif berjuangan membela partai itu dari rongrongan penguasa Ordebaru. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Teknik Sipil USU, Akhyar kemudian menjadi pengurus PDIP cabang Medan Deli.

Pasca reformasi, Akhyar sempat pula berkarir sebagai anggota DPRD Kota Medan periode 1999-2014 dari Fraksi PDIP. Berlanjut pada 2016,  Akhyar terpilih sebagai wakil walikota Medan mendampingi Dzulmi Eldin berkat dukungan PDIP.  Pada Oktober 2019, ketika Dzulmi Eldin tersangkut kasus korupsi di KPK, Akhyar dipercaya sebagai Pjs. Walikota Medan.

Setahun kemudian Akhyar memutuskan  kembali mengikuti Pilkada Kota Medan untuk merebut jabatan walikota.  Ia berharap partainya PDIP mendukung tekad tersebut.

Sayangnya kala itu PDIP terlena dengan kekuasaan sehingga mereka lebih tergoda mendukung Bobby Nasution, sosok anak muda yang tiba-tiba terkenal di Medan hanya karena menikah dengan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo.  Padahal sebelumnya Bobby bukanlah siapa-siap. Anak muda bahkan nyaris tidak punya teman di Kota Medan karena ia  lebih banyak menghabiskan hidup di Lampung, Kalimantan Barat dan Jakarta.

Akhyar Nasution bersama pengurus DPC Partai Demokrat Kota Medan untuk pengembalian isian formulir Pilkada 2024

Namun berkat pernikahannya dengan Kahiyang Ayu membuat nama Bobby berada di atas angin. Menantu Jokowi ini memanfaatkan keistimewaan itu untuk terjun ke politik dengan menggunakan pengaruh PDIP sebagai pendukung utamanya.  Ironisnya, PDIP pun tega memecat Akhyar Nasution yang dikenal sebagai kader militan partai itu.

Pada perjalanan berikutnya, PDIP berhasil mendudukkan Bobby sebagai walikota Medan periode 2020-2024.

Namun apa yang terjadi kemudian? Bobby bersama semua keluarga Jokowi mengkhianati partai itu dan beralih ke partai lain.  Apa boleh buat, PDIP hanya bisa menyesali dukungan yang mereka berikan selama ini.

Akhyar mengaku cukup sedih dengan kondisi PDIP tersebut.

“Tapi memang begitulah politik. Terkadang niat baik bisa saja dimanipulasi untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Ia mengaku sama sekali tidak dendam dengan PDIP karena memang perjalanan politik tidak bisa ditebak.  KOndisi itu justru membuat Akhyar semakin dekat dengan para sahabatnya politisi PDIP.

Menyongsong Pilkada Medan November 2024 mendatang, Akhyar kembali mendekati partai itu untuk berharap meminta dukungan maju pada pemilihan walikota Medan. Baginya, dukungan PDIP sangatlah  penting, sebab selain sebagai partai pemenang Pemilu di Kota Medan, PDIP juga memiliki jaringan yang luas  di masyarakat.

“Saya tahu betul kerja PDIP dalam mendukung kadernya yang maju sebagai calon kepala daerah,” kata Akhyar. Kalau saja kinerja PDIP itu disandingkan dengan kinerja partainya yang sekarang, yakni Partai Demokrat, Akhyar yakin langkahnya bersaing pada Pilkada Medan nanti akan lebih mulus.

“Kita berharap tidak ada lagi invisible hand yang bermain di Pilkada Medan 2024,” ujarnya.

Istilah invisible hand memang sempat dimunculkan Akhyar tatkala ia kalah bersaing pada  Pilkada Medan 2020. Invisible hand menggambarkan campur tangan kekuasaan yang tidak terlihat di Pilkada itu untuk bisa memenangkan menantu Jokowi, Bobby Nasution sebagai walikota Medan.

Akhyar Nasution bersama pengurus Nasdem Kota Medan

Pada Pilkada 2024 ini kemungkinan besar Bobby akan maju sebagai calon gubernur Sumut dari Golkar.  Dengan demikian tidak ada lagi anggota keluarga Jokowi yang bersaing sebagai calon walikota Medan.

Selain meminta dukungan dari PDIP dan Partai Demokrat, Akhyar juga sudah mengembalikan isian formulir untuk mendapatkan dukungan dari Nasdem, PKB dan PKS. Sebagai anak Medan asli,  Akhyar berharap bisa melanjutkan tekadnya yang tertunda untuk membangun kota ini. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan