Kajianberita.com
Beranda Sumut Diburu Selama 2 Tahun, Dua Wanita Penjual Tanah Milik Pemko Medan Akhirnya Ditangkap di Riau

Diburu Selama 2 Tahun, Dua Wanita Penjual Tanah Milik Pemko Medan Akhirnya Ditangkap di Riau

Aja Masita (66) warga Jalan Gaharu, dan Elvira (59) warga Jalan Kiwi VII, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Setelah buron 2 tahun, wanita paruh baya yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan ditangkap tim Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut. Dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Senin (13/5/2024) pagi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, keduanya bernama Aja Masita (66) warga Jalan Gaharu, dan Elvira (59) warga Jalan Kiwi VII, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Mereka sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka penipuan dan penggelapan, kita lakukan pencarian dan berhasil ditangkap,” ujar Hadi, Senin (13/5/2024).

Hadi menjelaskan, kedua tersangka melakukan penipuan dan penggelapan diawali saat kakak kandung korban mempertemukan korban dengan tersangka Aja Masita dan Elvira. Kedua tersangka itu mengaku pemilik tanah 20 hektar di Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan tuntungan.

“Karena yakin dengan tersangka sebagai pemilik tanah lalu korban pun menyerahkan uang tunai beberapa kali secara bertahap kepada para tersangka,” beber dia.

Kemudian pada 1 Februari 2021 di kantor notaris, dibuatlah surat pelepasan hak dengan ganti rugi antara korban dengan tersangka serta meminta uang untuk keperluan surat-surat.

“Total penyerahan uang jual beli tanah yang diberikan korban kepada para tersangka Rp 852 juta,” beber dia.

Setelah uang diserahkan, para tersangka tidak bisa memperlihatkan objek tanah yang akan dibeli korban. Merasa ditipu, korban melaporkan kasusnya ke Mapolrestabes Medan pada 6 Agustus 2021.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan ternyata kedua tersangka itu telah kabur dan penyidik menetapkan dan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Lalu, jajaran Reskrimum Polda Sumut terus melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, Tim Jatanras Poldasu mengetahui keberadaan kedua orang DPO itu di Pekanbaru, Riau, dan bergerak menangkapnya,” ungkap dia.  Keduanya lalu dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalankan pemeriksaan.

“Masyarakat waspada terhadap berbagai modus penipuan, karena para pelaku tidak mengenal usia,” ujarnya.

Viral di medsos

Kasus ini sempat viral di media sosial saat korban mendatangi Warung Kopi (Warkop) Jurnalis pada Senin (6/3/2023) mengadukan permasalahannya. Kepada wartawan, Rosnani mengaku, tanah 20 hektar yang dibelinya ternyata milik Pemkot Medan.

Tanah tersebut berada di kawasan Jalan Flamboyan (persisnya di jalan tembus ke Medan Permai dan Stella Raya-Kecamatan Medan Tuntungan). Laporan Rosnani Polrestabes Medan No: LP/1527/K/VII/2021/SPKT Restabes Medan tanggal 6 Agustus 2021.

“Kalau dihitung dengan yang tidak menggunakan kwitansi sudah mencapai Rp 1 miliar,” tutur dia.

Sekarang kasus ini telah terang benderang setelah dua sosok utama yang menjual lahan Pemko Medan itu tertangkap. Polda Sumut telah mengeluarkan energi yang tidak sedikit untuk mengejar kedua wanita itu di Riau hingga membawanya ke Polda Sumut. Kini pemeriksaan intensif masih berjalan untuk menjerat kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penipuan itu. (kompas/faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan