Kajianberita.com
Beranda Headline Mengejutkan, PDIP Usul agar Politik Uang dalam Pemilu Dilegalkan..!

Mengejutkan, PDIP Usul agar Politik Uang dalam Pemilu Dilegalkan..!

Anggotar DPR dari Fraksi PDIP, Ir. Hugua

Usulan tak terduga datang dari PDIP saat Komisi II DPR menggelar rapat bersama KPU di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024). Anggotar DPR dari Fraksi PDIP, Hugua mengatakan, politik uang merupakan suatu keniscayaan dalam pemilu. Ia pun meminta KPU melegalkan politik uang dalam jumlah tertentu melalui PKPU.

Hugua menyatakan, faktanya pemilih tidak akan mau mencoblos jika tidak menerima sesuatu dari kontestan pemilu.

“Tidakkah kita pikir money politics dilegalkan saja di PKPU dengan batasan tertentu? Karena money politics ini keniscayaan, kita juga tidak money politics tidak ada yang memilih, tidak ada pilih di masyarakat karena atmosfernya beda,” kata Hugua.

Hugua mengeklaim, dengan melegalkan politik uang dalam jumlah tertentu justru membantu kerja Bawaslu dalam pengawasan. “Sebab, kalau barang ini tidak dilegalkan, kita kucing-kucingan terus, yang akan pemenang ke depan adalah para saudagar,” ujarnya.

Dia pun memberikan sejumlah pilihan besaran nominal kepada KPU untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan atas usulan melegalkan politik uang.

“Jadi sebaiknya kita legalkan saja dengan batasan tertentu. Kita legalkan misalkan maksimum Rp20 ribu atau Rp50 ribu atau Rp1 juta atau Rp5 juta karena ini permainan main di situ. Oleh karena itu, dilegalkan saja barang ini di PKPU dengan batasan tertentu,” tuturnya.

Praktik politik uang menjadi pembahasan yang hangat di mana-mana pasca Pemilu legislative 2024 yang lalu. KPK sendiri mengetahui bahwa aksi politik uang itu terjadi di mana-mana. Bahkan wakil ketua KPK Alexander Marwata mengatakan kalau politik uang terjadi di semua wilayah di Indonesia.

Hal itupun diakui semua calon legislative yang bersaing pada Pemilu itu. Sejumlah kandidat yang kalah pasti mengaku kalau mereka tersingkir karena adanya politik uang.

“Di Medan itu pasarannnya mencapai Rp 200 sampai Rp250 per orang,” kata Irwan, salah seorang caleg yang gagal. Ia memastikan, Sebagian besar caleh yang terpilih sudah pasti bermain uang untuk mendapatkan suara.

“bahkan yang sudah memberi uang pun banyak yang gagal,” kata Irwan. Tak heran jika Irwan menyebut kalau Pemilu legislative 2024 masuk ketegori   pemilu yang brutal.

KPK sendiri mengaku kalau politik uang tidak bisa dihindari pada pemilu yang lalu.  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebut, penggunaan politik uang pada masa Pemilu terjadi karena kondisi masyarakat yang miskin atau belum sejahtera.

Alex mengatakan, mencegah politik uang tidak mudah karena sudah mengakar di masyarakat.

“Kenapa money politics masih berjalan? Ya saya harus sampaikan 50 persen masyarakat kita itu masih belum sejahtera,” ujar Alex dalam konferensi pers di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2023).

Selain faktor kemiskinan, kata Alex, lebih dari 50 persen masyarakat tidak memiliki riwayat pendidikan yang baik. Padahal, persoalan pendidikan menjadi salah satu syarat mutlak untuk mewujudkan demokrasi yang sehat.

Oleh karena itu, menurut dia, perhatian tidak bisa hanya ditujukan kepada calon kepala daerah atau legislatif yang yang berintegritas.

“Tetapi tidak kalah pentingnya adalah bagaimana rakyat masyarakat selaku pemilih itu juga berintegritas,” tutur Alex.

Mantan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu menyebut, salah satu kunci demokrasi yang sehat adalah mendorong masyarakat menolak setiap tawaran politik uang. Persoalan ini bukan hanya tugas KPK melainkan berbagai pihak.

Alex menuturkan, dana yang digunakan dalam politik uang biasanya bersumber dari dugaan penyimpangan atau korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Terkait dengan usulan agar politik uang dilegalkan, alexander tidak mau menanggapi. Menurutnya hal itu merupakan persoalan hukum dan undang-undang. Maka kalaupun dilegalkan,  harus ada aturan hukum yang mengaturnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan