Kajianberita.com
Beranda Headline Tokoh Masyarakat Batak, Johny Pardede Meninggal Dunia

Tokoh Masyarakat Batak, Johny Pardede Meninggal Dunia

Johny Pardede

Johny Pardede, Presiden Direktur PT Hotel Danau Toba Internasional meninggal dunia, Rabu (15/5/2024) pada usia 70 tahun. Johny Pardede wafat  setelah sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit yang ada di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Jenazah Johny Pardede direncanakan akan dibawa ke Kota Medan, besok Kamis (16/5/2024).

Hal ini diketahui dari keterangan penjaga rumah Johny Pardede di jalan Mojopahit nomor 138, Petisah, Kota Medan. Nantinya jenazah Johny Pardede rencananya akan disemayamkan di Pardede Hall Kota Medan.

Kepergian Johny Pardede ini membawa duka bagi banyak kalangan mengingat ia merupakan salah seorang tokoh masyarakat batak yang cukup berpengaruh. Di dunia sepakbola, Johny dikenal sebagai salah satu penggagas liga Indonesia.

Masa mudanya, Johny yang lahir di Medan pada 24 April 1954 dikenal sebagai pendiri klub sepak bola Harimau Tapanuli. Di tangan Johny, klub Harimau Tapanuli dikenal seantero Indonesia.

Johny Pardede merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara pasangan Tumpal Dorianus Pardede atau dikenal dengan nama TD Pardede, dan Hermina Napitupulu. Tahun 1966 hingga tahun 1970, Johny tinggal di Jerman. Selanjutnya pada 1973 ia kembali ke Indonesia dan menikah dengan Sri Theresia Bangun.

Waktu mudanya, Johny yang berbakat di bidang bisnis mengikuti jejak sang ayah. Ia pun merintis berbagai usaha, termasuk mendirikan klub sepak bola Harimau Tapanuli. Namun pada tahun 1991, klub tersebut akhirnya dibubarkan. Pembubaran klub Harimau Tapanuli tak lepas dari kematian ayahnya pada 18 November 1991, yang sebelumnya didahului ibunya, meninggal 20 Mei 1982.

Sejak membubarkan klub yang telah ia rintis, Johny pun mulai memfokuskan diri untuk mendalami agama. Ia lebih memilih melayani Tuhan, dan kerap mengajak sesama rekan bisnisnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Semasa hidupnya, Johny pun tidak hanya fokus pada bisnis, tapi terus melayani umat. Ia berpegang pada injil, khususnya Matius 28:19-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Bersahabat baik dengan Edy Rahmayadi

Dalam sebuah wawancara, ketika momen peresmian ulang gedung pertemuan TD Pardede Hall di Jalan Syailendra, Medan, Johny Pardede pada Selasa, 19 Februari 2019, pernah berkisah bahwa ia berutang budi pada Edy Rahmayadi.

Tahun 1994, Johny Pardede mengaku pernah ditikam seseorang di sebuah coffe shop yang ada di hotel. Penikaman berlatar masalah konflik internal.

Pembukaan Kopi Medan diapresiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Presiden Direktur Hotel Danau Toba Johny Pardede, Edy menggunting pita sebagai tanda dibukanya Kopi Medan, Selasa (19/2/2019)

Pembukaan Kopi Medan diapresiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Presiden Direktur Hotel Danau Toba Johny Pardede, Edy menggunting pita sebagai tanda dibukanya Kopi Medan, Selasa (19/2/2019) (Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang)

Saat dirinya roboh bersimbah darah, tak seorang pun mau menolongnya. Namun kala itu ada seorang TNI berpangkat Mayor yang akhirnya membawa Johny ke rumah sakit. Ternyata tentara itu adalah Edy Rahmayadi.

Hal itu pun membuatnya berterima kasih pada mantan Pangkostrad tersebut. Sebab, jika tidak diselamatkan, mungkin Johny kala itu kehilangan nyawa. (trib/faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan