Kajianberita.com
Beranda Headline Ini Dia Sosok Handoko Lie, Pemilik Mall Centre Point Medan Yang Disegel Bobby Nasution

Ini Dia Sosok Handoko Lie, Pemilik Mall Centre Point Medan Yang Disegel Bobby Nasution

Handoko Lie

Untuk kedua kalinya Walikota Medan Bobby Nasution menyegel Mal Centre Point di Jalan Jawa, Kota Medan karena tak membayar pajak retribusi sejak bangunan itu berdiri pada 2011. Penyegelan itu berlangsung pada Rabu siang (15/5/2024) dengan mendapat pengawalan ratusan petugas Satpol PP. Alasannya, karena pengelola mal itu telah menunggak pajak bumi bangunan (PBB) sebanyak Rp250 miliar.

Bobby Nasution turun langsung dalam melakukan penyegelan itu. Aksi yang dilakukan tiba-tiba itu sempat membuat suasana di mall kisruh, apalagi petugas yang datang memaksa semua toko harus tutup.

Tidak ada perlawanan yang muncul. Namun suasana itu tentu saja membuat pengunjung, pemilik dan petugas toko yang ada sana merasa gelisah. Ini adalah kali kedua Pemko Medan menyegel mall Centre Point setelah yang pertama pada 2021. Keduanya tidak lepas dari peran Bobby Nasution, si menantu presiden Joko Widodo.

Bobby mengatakan kalau penyegelan itu harus dilakukan karena pihak pengelola mall ingkar janji dalam membayar PBB mereka yang menunggak sejak 2011.

“Masih ada kewajiban yang belum dibayarkan Rp 250 miliar. Oleh karena itu kami ingin menyampaikan bangunan ini tidak punya izin apapun, jadi kami berhak menyegelnya,” ujarnya di Mall Centre Point, Rabu (15/5).

Bobby menyebut sebelum melakukan penyegelan, pihaknya sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan kepada PT Arga Citra Kharisma. Selalu pengelola Mall Centre Point untuk menyelesaikan tunggakan pajak retribusi. Namun hingga 15 Mei 2024, pembayaran tunggakan tak kunjung dilakukan.

“Beberapa tahun lalu kami sudah menyampaikan dan mengingatkan kepada Mall Centre Point karena ada tunggakan kewajiban mulai tahun 2011,” kata Bobby Nasution

“Kami memberikan deadline sampai tanggal 15 Mei 2024. Belum ada kesepakatan yang bisa membuat mall ini melakukan pembayaran kewajibannya yaitu pajak retribusinya, makanya kami tutup,” katanya.

Mall Centre Point Medan di Jalan Jawa, Medan berdiri megah, lengkap dengan fasilitas apartemen, pertokoan dan rumah sakit.

Siapa Pemilik Centre Point?

Jika menelisik situs resmi mall Centre Point Medan, tercatat kalau pengelola usaha gedung itu adalah PT Arga Citra Kharisma (ACK). Lalu tampak pula nama Handoko Lie yang tercatat sebagai Direktur Utama PT ACK pada kurun waktu 2010-an.

Perusahaan ini diketahui sempat tersangkut kasus korupsi menyangkut status tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) seluas 3,1 hektar yang digunakan untuk bangunan mall itu. Tanah itu total bernilai Rp185 Miliar.

Sengketa muncul karena bangunan Mall Centre Point berdiri di atas lahan milik PT KAI yang bersengketa. Akibat panjangnya sengketa soal status tanah, sehingga mall tersebut juga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lahan tersebut.

Pemkot Medan sendiri mengaku tidak pernah menyetujui pembangunan mall di atas lahan PT KAI itu. Namun, Handoko Lie bersama Walikota Medan kala itu, Rahudman Harahap berupaya main mata melakukan serangkaian perbuatan mengubah status Hak Pengelolaan menjadi Hak Milik PT ACK.

Baliho penyegelan Mall Centre Point yang dilakukan Pemko Medan.

Setelah itu, Handoko Lie membangun Mal Centre Point Medan. Buntut kasus itu, Handoko harus berurusan dengan penegak hukum dan diseret ke meja hijau.

Di tingkat kasasi MA, majelis hakim agung yang diketuai Salman Luthan dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan MS Lumme, Handoko Lie yang sempat divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor dan Pengadilan Tinggi Jakarta divonis 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar, serta membayar uang pengganti sejumlah Rp 187.815.741.000 terhadapnya.

Handoko Lie sempat melarikan diri ke Singapura dan menetap di Malaysia selama enam tahun usai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menyatakan ia akan dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1437 K/Pid.sus/2016 yang menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun itu.

Mengenal sosok Handoko Lie

Handoko Lie adalah seorang penguasaha muda yang dikenal memiliki jarigan kuas di Kota Medan, Ia mengawali kariernya sebagai konsultan di sebuah perusahaan di Medan. Pria kelahiran 17 September 1977 itu sukses bersama Nuansa Mentari Suksesindo sebagai financial consultant.

Sejak itu namanya meroket dan ia dipercaya oleh PT Cakrawala Citra Mega Multifinance sebagai komisioner multifinance.

Pengusaha asal Medan itu pernah mengenyam pendidikan di Pellissippi State Technical Community College Oak Ridge dan meraih gelar Bachelor Administrasi Bisnis Mayor di bidang Pemasaran dari Universitas Tennesse, Knoxville. Ia memang dikenal sebagai salah satu pengusaha ulung di Kota Medan yang memiliki jaringan di lingkaran penguasa.

Saat membangun Mall Centre Point di Medan, Handoko Lie menjalin kerjasama dengan Rahudman Harahap, walikota Medan kala itu. Pada akhirnya Rahudman dan Handoko diseret ke pengadilan dalam kasus korupsi terkait pengadaan lahan mall itu. Keduanya divonis masing-masing 10 tahun panjara.

Namun saat akan dieksekusi, Handoko melarikan diri ke Malaysia dan Singapura. Ia bahkan sempat enam tahun berstatus sebagai buron, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung pada 23 Septeber 2022.

Handoko Lie saat menjalani pemeriksaan di Kejaksanaan Agung setelah menyerahkan diri pada September 2022.

Setelah menyerahkan diri, Handoko diperiksa hingga dieksekusi ke Lapas Kelas II-A Salemba untuk menjalani pidana.

Selain divonis penjara 10 tahun, Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1437 K/ Pid.sus/2016 juga menjatuhkan denda Rp 1 Miliar serta kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Rp 187.815.741.000 kepadanya.

Semestinya Handoko Lie saat ini masih berstatus sebagai tahanan di Salemba, Jakarta. Situasi itu yang membuat pengelolaan Centre Point diberikan kepada orang lain. Namun dalam akte perusahaan, namanya tetap sebagai penanggungjawab.

Bobby Nasution bertekad akan terus menuntut Handoko Lie untuk membayar tunggakan pajak Mall Centre Point yang mencapai Rp 250 Miliar kepada Pemko Medan. Jika tidak, ia mengancam akan merobohkan mall itu.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan