Kajianberita.com
Beranda Headline Calon Gubsu dari Golkar Masih Tarik Menarik antara Bobby dan Ijeck, Ini Penjelasan Airlangga Hartarto

Calon Gubsu dari Golkar Masih Tarik Menarik antara Bobby dan Ijeck, Ini Penjelasan Airlangga Hartarto

Ketua Golkar Airlangga Hartarto menegaskan persaingan Pilgubsu dari Golkar sudah mengerucut

Persaingan antara Musa Rajekshah dan Bobby Nasution untuk mendapat dukungan dari Partai Golkar maju pada pemilihan gubernur Sumut (Pilgubsu) November mendatang masih menghangat. Keduanya tetap terlibat perang dingin, sebab sampai saat ini belum ada kepastikan dari Ketua umum Golkar terkait kandidat yang akan diusung.

Akibat ketidakjelasan itu, baik Musa Rajekshah alias Ijeck maupun Bobby Nasution terus menggalang kekuatan masing-masing.  Terlihat sekali kalau keduanya ingin saling mengalahkan,

Ijeck misalnya, sejak pekan lalu telah mengutus tim pemenangannya untuk mengambil formulir pendaftaran calon gubernur di kantor DPD PDIP Sumut, DPD Nasdem Sumut, DPW PKS Sumut dan Hanura Sumut. Dukungan dari partai-partai itu ia harapkan bisa memperkuat dukungan dari partainya sendiri, Golkar.

Padahal hanya dengan mengandalkan dukungan Partai Golkar, sebenarnya Ijeck sudah bisa maju sebagai calon gubernur mengingat partai yang dipimpinnya itu memiliki 22 kursi di DPRD Sumut. Sudah melebihi ambang batas ( 20 kursi) untuk bisa mengajukan seorang calon kepala daerah.

Namun Ijeck tidak puas. Ia mengaku ingin mendapatkan dukungan partai sebanyak-banyaknya untuk maju.

“Saya berhadap ada dukungan dari partai lain agar kekuatan kampanye nanti lebih baik,” kata Ijeck.

Pernyataan Ijeck itu sekaligus untuk memastikan bahwa ia adalah kandidat terkuat dari Golkar. Tidak ada yang lain.

“Sekaligus saya juga mau melihat siapa pengurus Golkar yang mendukung saya,” kata Ijeck.

Sepertinya Ijeck sengaja menyampaikan pernyataan itu karena merasa sudah muncul suara-suara berbeda di kalangan pengurus Partai Giokar Sumut terkait persaingan di Pilgubsu mendatang.  Ada beberapa pengurus yang disinyalir telah merapat ke Bobby Nasution.

Di sisi lain, Bobby Nasution masih percaya diri kalau ialah yang nantinya akan diusung Partai Gokar, bukan Ijeck. Sama seperti Ijeck, Bobby juga mulai menggalang dukungan dari partai lain.

Musa Rajekshah alias Ijeck

Sabtu (18/5/2024) lalu  misalnya, Bobby telah mengutus pamannya, Erwan Rozadi Nasution untuk mendatangi kantor DPW Partai PAN Sumut guna meminta  formulir isian calon gubernur Sumut. Langkah Bobby ini sejalan dengan pernyataan ketua Umum PAN yang memang telah menegaskan kalau mereka akan mendukung menantu Jokowi itu.

Setelah ke kantor PAN Sumut, tim pemenangan Bobby juga akan mendatangi partai lainnya dalam beberapa hari ke depan.

“Sesuai dengan arahan nanti, nunggu arahan dari Bobby, kemana kita diarahkan untuk mengambil formulir,” ujar Erwan Rozadi Nasution.

Barangkali hanya PDIP yang tidak akan ia datangi, sebab sejak awal partai itu telah menegaskan tidak akan mendukung Bobby maju pada Pilkada mendatang. Alasan mereka, Bobby adalah pengkhianat partai.

Meski demikian, tanpa dukungan PDIP pun, kalau saja partai pendukung Pemerintah berpihak kepada Bobby, Ia sudah memenuhis syarat lebih dari cukup untuk maju sebagai calon gubernur. Kuncinya ada di Partai Golkar.  Bobby sengaja memutuskan mengambil formulir calion gubernur di PAN dan Gerindra karena ia sudah yakin Golkar akan mendukungnya.

Sama seperti Ijeck, Bobby tidak perlu lagi mengambil formulir calon Gubsu di partai Golkar karena partai itu sudah berkomitmen mendukungnya maju pada Pilgubsu mendatang. Namun komitmen yang sama juga diberikan Golkar kepada Ijeck. Hal inilah yang memicu Bobby dan Ijeck  terlibat persaingan ketat.

Sikap Ketua Umum Golkar

Persaingan Bobby dan Ijeck mendapatkan dukungan Golkar berpotensi memunculkan perpecahan di Golkar Sumut. Bahkan sejak sebulan terakhir,  kedua sosok ini tidak lagi akrab berkomunikasi akibat mencuatnya persaingan itu.

Ijeck  mulai memasang jarak dengan Bobby karena Walikota Medan itu sudah berkoar-koar ke media massa bahwa dialah yang akan diusung Golkar maju pada Pilgubsu, bukan Ijeck. Sebaliknya, Ijeck dan pendukungnya merasa Bobby adalah orang luar yang bersikap arogan karena merasa paling berpengaruh di Golkar.

Sampai-sampai para pendukung Ijeck mengatakan kalau Bobby belum pantas maju sebagai Cagubsu. Betapa tidak, mengurus Kota Medan saja Bobby dianggap tidak mampu apalagi mengurus Provinsi.

Bobby Nasution mengandalkan mertua untuk menyingkirkan Ijeck

“Banyak sekali programnya yang tidak berjalan di Kota Medan. Sebaiknya Bobby jangan  berambisi maju di Pilgubsu. Tidak pantas. Kami lebih mendukung Ijeck yang maju di Pilgubsu,” kata Sekretaris Golkar Sumut, Dato’ Ilhamsyah.

Namun Bobby bukannya tidak punya pendukung di Golkar Sumut.  Diam-diam sejumlah pengurus sudah ada yang berpihak kepadanya.

Barisan ini dimotori oleh Ahmad Doli Kurnia Tanjung, pengurus DPP Golkar yang memang selama ini dikenal kerap berlawanan dengan Ijeck. Ahmad Doli pula yang kerap menyuarakan kepentingan Bobby di tingkat pusat.

Tak heran jika persaingan Bobby dan Ijeck menjadi perbincangan hangat di tingkat pusat. Sampai-sampai ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto merasa pusing untuk menyelesaikannya.

Betapa tidak, di satu sisi, ada Ijeck, ketua Golkar Sumut yang dianggap telah berjasa membangun kekuatan partai di tingkat provinsi. Di sisi lain, ada Bobby yang merupakan  menantu Presiden Joko Widodo. Beredar kabar kalau  ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto  yang juga merupakan presiden terpilih ikut mendorong Golkar untuk mendukung Bobby.

Kala wartawan menanyakan persaingan kepadanya mengenai Bobby dan Ijeck ini, Airlangga tidak bisa menjawab tegas. Ia hanya mengatakan kalau persaingan keduanya sudah mereda.

“Calon yang akan diusung Golkar sudah mengkerucut,” katanya.

Airlangga yakin tidak ada lagi persaingan antara Ijeck dan Bobby dalam beberapa pekan ke depan.

Sayangnya Airlangga tidak menjelaskan makna mengkerucut tersebut. Namun kabar dari kalangan petinggi Golkar menyebutkan kalau Presiden Joko Widodo telah turun tangan meredam ambisi menantunya itu. Jokowi disebut-sebut telah meminta Ijeck kembali bersaing di Pilkada Kota Medan. Dengan demikian Golkar akan memberi peluang Ijeck maju di Pilgubsu.

Kabar ini sampai pula ke telinga Edy Rahmayadi. Makanya Edy dan barisan pendukungnya  ikut bergerak cepat meminta dukungan dari PAN dan Gerindra untuk maju di Pilgusu. Kabarnya kalau Bobby tidak maju, PAN dan Gerindra berpotensi mencari kandidat lain yang bsia saja berbeda dengan suara Golkar.

Edy Rahmayadi konsisten dijalur persaingan untuk Pilgubsu 2024

Artinya, kalau Bobby kembali meramaikan Pilkada Kota Medan, PAN dan Gerindra belum tentu otomatis akan mendukung Ijeck. Bisa jadi dukungan itu akan diberikan ke kandidat lain. Edy ini merebut peluang tersebut.

Sadar akan situasi ini, makanya Ijeck mulai aktif bergerak mendekati Gerindra dan PAN, ditambah lagi dengan Hanura.

Bobby sendiri belum menegaskan soal langkah politiknya di Pilkada nanti. Masih menjadi tanda tanya, apakah ia main di Pilkada Medan atau Pilgubsu.

Jika benar Bobby  kembali bersaing di Pilkada Kota Medan,  maka beberapa kandidat lain yang sudah bersiap-siap maju merebut kursi waliikota Medan dipastikan akan mundur.  Sementara persaingan di Pilgubsu akan tetap menampilkan Ijeck dan Edy Rahmayadi. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan