Kajianberita.com
Beranda Headline Demi Kursi Gubernur, Bobby Nasution Singkirkan Ijeck Melalui Pengaruh Mertua dan Kekuasaan

Demi Kursi Gubernur, Bobby Nasution Singkirkan Ijeck Melalui Pengaruh Mertua dan Kekuasaan

Walikota Medan Bobby Nasution bersama istri Kahiyang Ayu. Bersiap untuk ikut Pilkada setelah menyingkirkan Ijeck

Dua kali Bobby Nasution ikut dalam kontestasi Pilkada di Sumatera Utara, dua kali pula ia berhasil menyingkirkan orang dalam demi merebut kekuasaan itu. Saat Pilkada Medan 2020, bermodal sebagai menantu presiden, Bobby sukses menyingkirkan politisi senior PDIP, Akhyar Nasution. Pada Pilkada 2024 ini Bobby kembali ia makan korban. Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck adalah korban tersebut.

Apa boleh buat, Ijeck yang sejak lama sudah mempersiapkan diri ikut dalam persaingan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) terpaksa harus mengurungkan niatnya. Ia harus merelakan suara Golkar berpindah ke Bobby Nasution. Sementara Ijeck dipaksa fokus sebagai anggota DPR RI dengan jabatan ketua komisi.

Padahal Ijeck sudah lama mempersiapkan diri untuk bertarung dalam perebutan kursi gubernur itu. Jauh hari ini sudah menyatakan tekad akan mengalahkan Edy Rahmayadi dalam persaingan nanti.

Guna merebut jabatan gubernur Sumut, Ijeck sudah berinvestasi sosial dengan modal yang tidak sedikit. Sejak terpilih sebagai ketua Golkar Sumut, Ia terus melakukan safari ke berbagai daerah untuk membesarkan partai. Ia percaya, jika mampu memperkuat posisi Golkar di Sumut, peluangnya merebut kursi Gubernur akan lebih mudah.

Perjuangan Ijeck sungguh membawa hasil yang memuaskan. Golkar Sumut yang pada Pemilu 2019 hanya mendapatkan 4 kursi di DPR RI, sejak di bawah kepemimpinan Ijeck, bisa mendapatkan 8 kursi, atau naik dua kali lipat.

Begitu juga di DPRD Sumut. Kalau sebelumnya Golkar hanya memiliki 15 kursi, pada Pemilu 2024 berhasil mendapatkan 22 kursi. Bahkan Golkar mampu mengalahkan PDIP yang sejak tiga Pemilu terakhir selalu menguasai kursi pimpinan DPRD Sumut.

Dengan kemenangan Golkar itu, maka selama periode 2024 hingga 2029 pucuk pimpinan DPRD Sumut akan berada di bawah kendali Golkar.

Prestasi yang sama diraih Golkar di tingkat Kabupaten/Kota. Nyaris di semua wilayah Golkar menunjukkan prestasi yang mengagumkan. Semua itu tentu tidak lepas dari kepemimpinan Ijeck. Ia sudah banyak berkorban tenaga, materi dan waktu untuk membesarkan partai itu di Sumut.

Musa Rajekshah alias Ijeck bertemu dengan Bobby Nasution untuk membahas dukungan Golkar pada Pilgubsu 2024. Ijeck akan batal mencalonkan diri sebagai gubsu dan Golkar akan mendukung Bobby.

Dengan pretasi itu, sebenarnya tidak begitu sulit bagi Ijeck untuk merebut kursi gubernur Sumut. Apalagi Golkar menjadi bagian dari koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung suksesnya pasangan Prabowo-Gibran menang pada pemilu presiden beberapa waktu lalu.

Intinya, siapapun lawannya, peluang bagi Ijeck memimpin Sumut terbuka lebar.

Namun siapa sangka, peluang itu harus buyar setelah muncul sosok Bobby Nasution yang ngotot ingin merebut jabatan Gubernur Sumut. Bobby tentu tidak bekerja sendirian untuk menggapai ambisi itu. Ia sudah pasti mendapat dukungan dari pihak keluarga.

Ada mertuanya di dalam deretan itu, yakni Presiden Joko Widodo, abang iparnya Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuning dan juga adik iparnya Kaesang Pangarep yang merupakan pimpinan sebuah partai politik di negeri ini. Mereka ini semuanya turut bermain mempengaruhi pengambil kebijakan untuk bisa memberi pintu lebar-lebar kepada Bobby maju di Pilgubsu.

Di samping itu, jangan lupa bahwa Bobby juga merupakan pendukung utama pasangan Prabowo-Gibran. Di kalangan dunia usaha, Bobby berhasil membawa sejumlah penguasaha untuk beramai-ramai mendukung Prabowo-Gibran dengan mengatasnamakan Pengusaha Pejuang.

Jadi selain dengan pengaruh Jokowi, tentu saja Prabowo juga berterimakasih atas jasa Bobby pada Pilpres yang lalu. Lagi pula, jauh hari Prabowo sudah mendeklarasikan bahwa kepemimpinannya sebagai presiden lima tahun ke depan adalah kelanjutan dari kepemimpinan yang telah dijalankan Joko Widodo selama 10 tahun terakhir.

Hal itu menunjukkan kalau Prabowo tidak bisa lepas dari bayang-bayang Jokowi. Tak heran jika Prabowo juga ada di belakang Bobby Nasution.

Maka ketika Bobby ngotot mau bersaing pada Pilgubsu 2024, Prabowo pasti mendukungnya. Apalagi Bobby sudah mendaftar sebagai kader Gerindra.

Untuk maju sebagai calon Gubernur Sumut, Bobby tidak mungkin hanya mengandalkan dukungan dari Partai Gerindra, sebab perolehan Gerindra di DPRD Sumut hanya 13 kursi. Ia membutuhkan minimal 20 kursi untuk maju sebagai kandidat. Oleh karena itu Bobby ngotot agar Golkar juga ikut berada di belakangnya.

Awalnya Golkar masih enggan memenuhi permintasan itu. Namun setelah Jokowi dan Prabowo turun tangan, Golkar tidak punya pilihan lain. Apa boleh buat, Ijeck yang telah berjasa besar membesarkan Golkar di Sumut, harus didepak.

Golkar harus merelakan Ijeck hanya duduk sebagai anggota DPR RI, sedangkan kursi kandidat Gubernur Sumut diberikan kepada Bobby.

Pada Sabtu (1/5/2024) lalu, Bobby Nasution telah bertemu langsung dengan Ijeck membahas dukungan Golkar ini. Pada pertemuan itu Ijeck tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya pasrah. Dalam waktu dekat Golkar akan mengumumkan secara resmi dukungan mereka kepada Bobby Nasution.

Keputusan ini pada dasarnya banyak mendapat tantangan dari internal Golkar Sumut. Mereka menilai kalau Bobby hanya memanfaatkan nama besar Golkar.

“Dia orang luar. Seharusnya yang pantas maju sebagai calon gubernur Sumut dari Golkar adalah Musa Rajekshah alias Ijeck,” lata Dato Ilhamsyah, Sekretaris DPD Golkar Sumut.

Bobby, menurut Ihamsyah, belum pantas bersaing di level gubernur.

“Dia semestinya bersaing di Pilkada Medan saja. Masih banyak tugasnya yang belum selesai sebegai Walikota Medan,” tambahnya.

Edy Rahmayadi pesaing Bobby di Pilgubsu 2024. Dia harus waspada sebab potensi kecurangan sangat besar.

Beredar kabar, kalau saja Bobby tetap bersikeras menggeser Ijeck, para kader Golkar Sumut tidak akan mau bekerja untuk memenangkannya.

Namun serangan internal Golkar itu tampaknya tidak membuahkan hasil. Setelah melihat ketua mereka Ijeck tunduk kepada tekanan dari pusat, mau tidak mau pengurus Golkar Sumut ikut manut.

Tidak ada pilihan, Ijeck akan resmi menyatakan batal ikut pada kontestasi pencalonan Gubernur Sumut pada November mendatang. Gerbong Golkar sebagai partai pemenang di Sumut sepenuhnya akan diserahkan untuk mendukung Bobby.

Dengan demikian impian Bobby Nasution menjadi calon gubernur bakal terwujud. Ia tidak hanya didukung partai-partai besar penguasa kursi DPRD Sumut, seperti Gerindra, Golkar, PAN dan Hanura, tapi juga mendapat keuntungan dari bekingan elemen kekuasaan.

Jangan heran jika peluang terjadinya kecurangan akan sangat besar karena elemen negara pasti akan dikerahkan untuk memenangkan si menantu presiden ini. Maka itu, siapapun yang akan menjadi pesaing Bobby Nasution di Pilgubsu nanti, sebaiknya harus berhati-hati. Potensi kecurangan sangat besar.

Aksi kecurangan tidak hanya terjadi dengan money politic saat serangan fajar, tapi juga keberpihakan para penyelenggara Pilkada. Tidak ada jaminan bahwa petugas KPUD dan Bawaslu berani melawan pengaruh kekuasaan itu. Pilgubsu 2024 seakan sudah bisa ditebak hasilnya.

Inilah negeri abal-abal. Demokrasi yang busuk dengan saratnya tekanan penguasa! (Fazri)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan