Kajianberita.com
Beranda Headline Kerap Bersuara Kritis Soal Kecurangan Pilpres, Sekjen PDIP Diperiksa Polisi, Pesanan Dari Jokowi?

Kerap Bersuara Kritis Soal Kecurangan Pilpres, Sekjen PDIP Diperiksa Polisi, Pesanan Dari Jokowi?

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) saat mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa 4 Juni 2024

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hari ini memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran informasi bohong di Polda Metro Jaya. Hasto datang dengan didampingi sejumlah pengacara dan elit PDIP lainnya.

Pemanggilan Hasto terkait laporan polisi dengan tuduhan tindak pidana penghasutan dan/atau menyebarkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memuat pemberitaan bohong yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat sebagaimana Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 28 ayat (3) juncto Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun berita bohong yang dituduhkan itu adalah pernyataan-pernyataan Hasto yang selama ini kerap menyampaikan kabar soal kecurangan Pemilu Presiden di berbagai daerah. Tidak jarang kalau Hasto menuding Pemerintah Jokowi berada di balik semua kecurangan itu.

Hasto memang kerap mengkritik Jokowi dan Gibran Rakabuming selama Pilpres 2024. Kritikan Hasto ini muncul setelah Jokowi tidak memberikan dukungan ke Ganjar-Mahfud MD di Pilpres 2024.

Kritikan semakin keras ketika Gibran yang merupakan kader PDIP sebelumnya menyatakan menerima pinangan Prabowo Subianto sebagai Calon Wakil Presiden bersama Koalisi Indonesia Maju.

Akibatnya, Jokowi dan Gibran diserang habis-habisan saat Pilpres. Sejumlah kader PDIP menuding Jokowi melakukan penyelewengan jabatan dalam perubahan UU batasan usia minimal Capres/Cawapres. Jokowi juga dituduh memanfaatkan Bansos untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Keretakan hubungan Jokowi dengan PDIP sudah parah.

Sikap kritis Hasto itu rupanya membuat pendukung Jokowi-Gibran merasa keberatan. Maklum, mereka tentu butuh cara untuk membela pimpinan yang mereka dukung. Begitulah sifat penjilat. Alhasil, Hasto pun diadukan ke Polda Metro Jaya karena dianggap menyebarkan berita bohong.

Selama menjalani pemeriksaan hari ini, Hasto didampingi oleh tim hukum PDIP, Ronny Talapessy.

“Ya betul, saya mendampingi Sekjen Mas Hasto. Kami akan mengawal hak-hak hukum, hak-hak politik, hak-hak demokrasi, hak berbicara dan berpendapat mas Hasto serta setiap warga negara di Republik ini agar tetap dijamin sesuai konstitusi,” kata Ronny, Selasa (4/6/2024).

Sama dengan Hasto, Ronny juga mengaku sempat merasa heran terkait pelaporan ini. Malah Hasto sangat yakin kalau pemeriksaan terhadap dirinya merupakan pesanan khusus dari pemimpin tinggi di negeri ini.

Hasto tidak mau menyebut sosok yang memesan itu. Tapi melihat derasnya kritikan yang disampaikan Hasto selama ini, bisa saja publik berpikir bahwa orang yang memesan itu adalah presiden Jokowi. Nyatanya, presiden Jokowi tidak pernah mengomentari pemeriksaan Hasto tersebut.

Hasto sendiri merasa tidak gentar dengan pemeriksaan itu. Ia tetap berkeyakinan bahwa semua informasi yang ia sampaikan terkait kecurangan pemilu adalah fakta. Kalaupun kasusnya akan disidangkan, Hasto tidak akan mencabut pernyatannya selama ini.

Pemeriksaan Hasto bisa jadi merupakan pertanda sikap keras penguasa dalam meredam suara kritis yang mengkritik kebijakan pemerintah. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi siapa saja yang ingin mengkritisi situasi menjelang Pilkada nanti. Ingat, anak dan menantu Jokowi dikabarkan akan ikut bersaing pada kontestasi Pilkada itu. Nah, hati-hati bagi yang mau mengkritik! (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan