Kajianberita.com
Beranda Headline Tidak Ada Pilihan, Ijeck Harus Terima Jabatan Ketua Komisi DPR RI, Golkar Wajib Dukung Bobby

Tidak Ada Pilihan, Ijeck Harus Terima Jabatan Ketua Komisi DPR RI, Golkar Wajib Dukung Bobby

Bobby Nasution bersama ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto

Meski belum diumumkan secara resmi, sudah santer beredar kalau Golkar bakal merelakan kursi calon gubernur Sumut untuk Bobby Nasution. Sementara ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck yang sejak lama mengimpikan jabatan itu hanya menerima posisi sebagai salah satu ketua komisi di DPR RI.

Ijeck mesti melepaskan peluangnya maju di Pilgubsu setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak. Tekanan tidak hanya datang dari elit Golkar di tingkat pusat, tapi juga dari pengaruh Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih, Prabowo Subianto. Sebagai mertua, tentu saja Jokowi akan mendukung menantunya. Namanya juga dinasti politik.

Jika Ijeck ngotot maju Pilgubsu, bukan saja ia berpeluang terbuang dari Golkar, bahkan ia bisa pula digulingkan dari DPR RI. Bukan tidak mungkin usaha perkebunan yang dikelola keluarga mereka akan terus diganggu.

Beredar kabar kalau HGU sejumlah perkebunan milik keluarga Ijeck akan habis masa berlakunya. Sudah pasti mereka berkepentingan untuk memperpanjang izin usaha itu. Jika Ijeck mengambil jalan berlawanan dengan penguasa, sudah pasti upaya itu akan dipersulit.

“Inilah politik. Itulah deal yang harus diterima Ijeck. Mau tidak mau ia harus merelakan nama besar Golkar Sumut diberikan kepada Bobby Nasution,” kata salah seorang pengurus Golkar Sumut kepada Kajianberita.com.

“Ijeck sudah bekerja keras meningkatkan citra Golkar di Sumut, tapi Bobby yang memetik hasilnya,” tambahnya.

Dalam waktu dekat Ijeck akan mengumumkan kepada publik soal dukungan Golkar kepada Bobby Nasution.

Kemungkinan besar hanya ada dua kandidat yang bersaing pada Pilgubsu nanti, yakni Bobby dan Edy Rahmayadi. Bobby bakal mendapat dukungan dari partai-partai pro pemerintah, seperti Gerindra, PAN dan Golkar, sedangkan Edy Rahmayadi kemungkinan didukung oleh PDIP, PKS, Nasdem dan PKB.

Bobby sendiri kabarnya sudah siap maju menghadapi persaingan itu. Kesiapannya tidak hanya dari sisi finansial, tapi juga dukungan dari elemen kekuasaan. Majunya Bobby di Pilgubsu nanti berpeluang besar memunculkan kecurangan diberbagai daerah.

Belajar dari Pilkada Medan 2020, seluruh elemen kekuasaan kala itu turut bermain untuk memenangkan Bobby. Pada Pilkada 2024 ini permainan seperti itu dicurigai akan berlanjut. Sekarang saja sudah banyak penjabat (Pj) kepala daerah yang ikut bermain mempromosikan Bobby Nasution di daerah masing-masing. Keterlibatan itu pasti tidak lepas dari tekanan pusat.

Tentunya ini merupakan tantangan besar bagi Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi untuk bisa kembali meraih kursi gubernur. Jika ia tidak menyiapkan perangkat untuk mengantisipasi kecurangan ini, maka Pilgubsu sepenuhnya sudah menjadi milik Bobby Nasution.

Tidak sulit bagi keluarga Jokowi untuk memenangkan Pilkada atau Pilpres. Wong mengubah undang-undang saja bagi mereka bukan hal yang sulit. (faz)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan