Kajianberita.com
Beranda Headline HKBP Tegaskan Tidak Mau Terlibat Bisnis Tambang, Justru Akan Kritis Terhadap Pencemaran Lingkungan

HKBP Tegaskan Tidak Mau Terlibat Bisnis Tambang, Justru Akan Kritis Terhadap Pencemaran Lingkungan

Tambang Batubara, salah satu usaha yang sedang diburu NU tapi ditolak sejumlah Ormas agama lain.

Pasca diterbitkannya izin tambang bagi organisasi keagamaan oleh Presiden Joko Widodo, sejauh ini hanya Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat bernafsu menjalankannya. Ormas ini memang berisi para politisi yang sangat haus dengan kekuasaan. Sedangkan ormas lain mulai menolak kebijakan itu. Terbaru, penolakan disampaikan oleh organisasi agama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Pimpinan atau Ephorus HKBP, Pdt Dr Robinson Butarbutar menegaskan kalau HKBP tidak akan ikut mengelola tambang. Hal ini disampaikanya merespons kesempatan yang diberikan pemerintah kepada ormas keagamaan untuk ikut masuk ke bisnis pertambangan.

“Bersama ini kami dengan segala kerendahan hati menyatakan bahwa HKBP tidak akan melibatkan dirinya sebagai gereja untuk bertambang. Kami sekaligus menyerukan agar di negeri kita, pemerintah bertindak tegas terhadap para penambang yang dalam pelaksanaan tugasnya tidak tunduk pada undang- undang yang telah mengatur pertambangan yang ramah lingkungan,” ujar Robinson Butarbutar, dalam siaran pers yang diterima Kajianberita.com, Sabtu (8/6/2024).

Menurut Ephorus HKBP, memang dalam dua minggu terakhir muncul rencana pemerintahyang akan menyerahkan sejumlah Wilayah Ijin Usaha Pertambangan Khusus kepada enam Ormas Keagamaan, termasuk kepada Ormas Keagamaan Protestan atas dasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 tahun 2024.

Hal itu dilakukan pemerintah dengan menyiapkan enam lahan bekas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk dikelola ormas, yaitu: lahan bekas PT Arutmin Indonesia, PT Kendilo Coal Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Energy Tbk, PT Multi Harapan Utama (Mau) dan PT Kideco Jaya Agung. Selin NU, HKBP disebut-sebut akan mendapat izin tambang itu.

Merasa organisasinya dibawa-bawa untuk urusan bisnis, Ephorus  Robinson Butarbutar langsung menyatakan menolak tawaran itu. Sebab salah satu misi HKBP berdasarkan isi Konfesi HKBP adalah lembaga agama yang turut bertanggung jawab menjaga lingkungan hidup yang telah dieksploitasi umat manusia untuk atas nama pembangunan.

“Sejak lama telah terbukti menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan hingga pemanasan bumi yang tak lagi terbendung yang harus diatasi dengan beralih secepat mungkin kepada pendekatan penggunaan teknologi ramah lingkungan, green energi seperti solar energi, wind energi dan yang lainnya yang masih akan dikembangkan,” katanya.

Lebih lanjut menjelaskan bagaimana sikap HKBP terhadap lingkungan. Tuhan memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia ini dengan tanggung jawab penuh.

“Kita menyaksikan tanggung jawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Tuhan supaya manusia itu dapat bekerja, sehat, dan sejahtera . Kita menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara. Kita menentang setiap usaha yang mencemari air dan udara, juga air limbah yang mengandung racun dari pabrik-pabrik, karena tidak memedulikan saluran air limbah dan pencemaran udara, hingga merusak air minum dan pernafasan manusia,” tegasnya dalam siaran persnya.

Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar

Dengan adanya penolakan HKBP itu, berarti semakin banyak ormas agama yang tidak mau terlibat dalam bisnis tambang. Sebelumnya sudah ada penolakan dari Konferensi Waligereja Indonesia  (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

Sementara Muhammadiyah mengaku masih mengkaji kebijakan itu. Hanya Nahdlatul Ulama hyang sangat bernafsu. Mereka sudah menyiapkan badan usaha dan   telah punya mengajukan izin usaha tambang tertentu. Ormas yang satu ini sama sekali tidak merasa malu membawa citra agama dalam usaha yang berpotensi menghadirkan konflik dengan masyarakat local.

Fazi

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan