Kajianberita.com
Beranda Headline PDIP dan PKS Berpeluang Bangun Koalisi Mendukung Edy Rahmayadi, Jika Pilgubsu Jujur Adil, Bobby Akan Keok!

PDIP dan PKS Berpeluang Bangun Koalisi Mendukung Edy Rahmayadi, Jika Pilgubsu Jujur Adil, Bobby Akan Keok!

Silaturrahmi PDIP Sumut dan PKS Sumut. Kedua partai berpeluang besar untuk membangun koalisi mendukung calon gubernur Edy Rahmayadi. Keduanya yakin tingkat elektabilitas Edy Rahmayadi lebih tinggi di Sumut.

Belum ada deklarasi koalisi antar partai terkait pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) November mendatang. Namun indikasi yang sudah tampak, terlihat kalau PDIP mulai mengarahkan dukungannya kepada Edy Rahmayadi. Langkah yang sama juga ditampaknya oleh PKS. Sangat terbuka kemungkinan kedua partai ini berkoalisi mengusung mantan Pangkostrad itu.

Tanda-tanda adanya koalisi PDIP dan PKS terlihat dari perbincangan para elit kedua partai itu yang kian intensif belakangan ini. Apalagi para pengurus PKS  Sumut telah mendatangi kantor PDIP Sumut untuk bersilaturrahim pada Mei lalu. Mereka terlihat akrab.

Salah satu gagasan yang muncul dari pertemuan itu adalah  keinginan kedua partai untuk menegakkan demokrasi secara bersih, tanpa ada kecurangan dan pemaksaan. Keduanya juga sama-sama anti dinasti politik.

Dengan semangat yang sama itu,peluang kedua partai untuk berkoalisi sangat terbuka lebar. Adapun sosok yang mereka dukung adalah Edy Rahmayadi.

Sinyal dukungan PDIP terhadap Edy Rahmayadi disampaikan secara terbuka dalam forum resmi DPRD Sumut saat berlangsung paripurna penyampaian pendapat terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Anggaran 2013, Rabu (5/6/2024).

Juru bicara Fraksi PDIP DPRD Sumut, Delpin Barus tegas mengatakan pencapaian terhadap pembangunan Sumut yang sekarang tidak lepas dari masa kepemimpinan Gubernur  Edy Rahmayadi yang menjabat pada 2018-2023.

“Terima kasih kepada saudara Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023. Saudara Edy Rahmyadi dan Musa Rajeksah yang juga secara sungguh-sungguh menjalankan fungsinya. Kami berharap pada periode selanjutnya dipimpin kembali oleh saudara Edy Rahmayadi untuk menuntaskan semua program yang belum dituntaskan,” kata Delpin Barus di depan semua anggota dewan.

Meski berkinerja cukup baik selama memimpin Sumut, namun PDIP mengakui masih ada sejumlah program pembangunan yang direncanakan di masa Edy belum berjalan sampai sekarang. Hambatan itu terjadi, salah satunya karena pandemi Covid-19 yang melanda pada 2020 hingga 2022.

Sejumlah program yang belum tuntas itu, di antaranya pembangunan infrastuktur jalan dan jembatan (tahun jamak). Pembangunan sarana olahraga untuk pelaksanaan PON. Kemudian, masalah kesehatan, pendidikan juga dinilai perlu perbaikan.

“Kami menilai sangat dibutuhkan pemimpin yang tegas untuk merealisasikan program-program itu. Dan pemimpin yang cocok adalah Edy Rahmahyadi. Mudah-mudahan beliau bisa menuntaskan tugas yang belum selesai,” katanya.

Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dianggap masih punya elektabilitas lebih tinggi di Sumut. Berpeluang terpilih kembali sebagai gubernur.

PDIP Sumut menilai, tingkat elektabitas Edy Rahmayadi di masyarakat masih cukup tinggi. Kalaupun belakangan ini ada sejumlah lembaga survei yang mengatakan tingkat elektabilitas menantu presiden, Bobby Nasution unggul di Sumut, PDIP mengaku tidak percaya dengan data itu.

“Kita harus hati-hati menilai lembaga survei yang muncul. Banyak yang abal-abal hanya untuk pencitraan kandidat tertentu,” kata Delpin. Lembaga survei itu sengaja menunjukkan ketokohan seseorang karena mereka dibayar untuk itu.

Jika lembaga survei itu berkualitas, ujar Delpin, pasti ia akan mau menjelaskan  metode penelitiannya secara terbuka. Bukan hanya sekedar membeberkan hasil-hasil tanpa metodologi yang jelas.

Hal senada juga disampaikan PKS Sumut. Justru PKS Sumut saat ini sedang menyiapkan kegiatan survei untuk menilai tingkat elektabiitas kandidat gubernur Sumut. Partai ini menilai kinerja Edy masih cukup bagus di mata masyarakat. Sementara Bobby terlalu banyak cacatnya.

Nyaris tidak ada pembangunan Medan yang bisa diandalkan semasa kepemimpinan Bobby. Yang ada hanya janji-janji. Medan justru semakin rentan terkena banjir. Sementara proyek lapangan Merdeka, Islamic Center dan proyek stadion teladan yang dijanjikan Bobby selesai dalam waktu dekat, diperkirakan tidak akan selesai sampai akhir tahun ini.

Bobby dinilai lebih banyak menyebarkan pencitraan ketimbang bergerak untuk pembangunan.

Melihat perbandingan itu, besar peluang PKS untuk kembali mendukung Edy Rahmayadi pada Pilgubsun mendatang. Bisa jadi Pilgubsu 2024 adalah sejarah baru bagi Sumut, karena untuk pertama kalinya PDIP dan PKS akan berkoalisi.

PKB dan Nasdem berpeluang besar bergabung dalam koalisi ini. Jika Pilgubsu berlangsung jurdil, partai ini yakin kalau Bobby akan keok..! ** (Faz)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan