Kajianberita.com
Beranda Headline Dijamu di Taman Edukasi, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Terkesan Dengan Motivasi Edy Rahmayadi

Dijamu di Taman Edukasi, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Terkesan Dengan Motivasi Edy Rahmayadi

Letjen TNI (purn) Edy Rahmayadi saat menyampaikan motivasi kepada peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang berkunjung ke rumahnya di Deli Tua, Sabtu (8/6/2024)

Para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang sedang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Sumatera Utara Medan merasa beruntung bisa berdialog dengan mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi. Dioalog itu berlangsung saat para mahasiswa bertamu ke rumah Edy Rahmayadi di Desa Panah, Deli Tua, Deli Serdang, Sabtu (8/6/2024).

Selama pertemuan itu, para mahasiswa banyak mendapatkan motivasi dari mantan Gubernur Sumut itu. Paparan Edy Rahmayadi mampu memompa semangat mereka untuk belajar, terutama terkait dengan kerja keras tanpa putus asa.

Edy juga menjelaskan bagaimana strategi untuk mencapai prestasi yang terbaik.

“Konsisten dalam belajar dan berlatih, itu salah satu dari sekian banyak yang saya tangkap dari motivasi yang beliau berikan,” kata Dani Egita, peserta pertukaran mahasiswa yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Apalagi Edy juga meminta para mahasiswa itu agar tidak mengandalkan budaya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Edy menegaskan, prestasi yang berbasis kepada KKN pasti akan hancur, karena pada dasarnya semua orang akan melihat kualitas, bukan bekingan.

Edy lantas mencontohkan saat ia menjabat sebagai gubernur Sumut, Ia sama sekali tidak pernah memberi ruang kepada anak dan menantunya untuk ikut campur dalam kebijakan. Ia juga tidak pernah mendorong anak dan menantunya menjadi pimpinan di BUMD atau di perusahaan di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Saya anti KKN dan dinasti politik. Apa yang saya raih selama ini murni karena kerja keras, bukan KKN atau bekingan dari orang tertentu. Kalau anak dan menantu saya berprestasi, harusnya mereka yang mencapai prestasi itu, bukan karena faktor bekingan keluarga,” ujar Edy.

Pernyataan kritis dari Edy ini yang membuat para mahasiswa terkesan. Selain itu Edy juga banyak bercerita tentang pengalamannya memimpin pasukan dan berbagai kisah lain selama ia menjabat Gubernur Sumut era 2018-2023.

Tak heran jika para mahasiswa itu mengaku terkesan dengan pernyataan tersebut,

“Meski saya datang dari luar Sumut, tapi saya selalu mengikuti kiprah Beliau sejak memimpin Kostrad. Sumut beruntung mempunyai Bapak Edy Rahmayadi,” ujar Dani Egita.

Edy Rahmayadi berfoto bersama dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Total ada 27 anggota pertukaran mahasiswa Merdeka yang umumnya dari luar Sumut datang berdialog dengan Edy pada hari itu. Rombongan mahasiswa itu dipimpin oleh dosen senior Dr. Nur Asnah Sitohang S.Kep Ns M.Kep.

Kesan positif itu sudah terasa sejak awal, karena saat pertama menyambut mahasiswa tersebut, Edy mengajak para mahasiswa itu berolahraga bersama, yakni jalan santai mengitari kawasan perumahannya yang cukup luas. Edy menyebut kawasan itu dengan nama Taman Edukasi Delitua, Deliserdang.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk melihat kuda-kuda yang dipeliharanya di taman tersebut. Seraya berkeliling di sekitar lokasi taman, Edy menjelaskan kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan jiwa kebangsaan.

“Secanggih apa pun ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, namun platform kebangsaan harus tetap kita rawat. Jangan sampai negeri ini hancur karena perilaku yang tidak baik dari pemimpin. Sikap kepemimpinan yang baik harus diawali sejak mahasiswa,” tegas Edy.

Saat berdiskusi mengenai jiwa kebangsaan, Edy sempat mendapat sejumlah pertanyaan dari para mahasiswa terkait pengalamannya memimpin pasukan. Salah satunya dari Noris Saputra Lumbangaol, mahasiswa asal Sumut yang sedang menempus pendidikan di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Ada empat kalimat dari Edy dalam menjawab pertanyaan itu, yakni belajar keras, berprilaku baik, tidak cengeng dan jangan terbuai alunan globalisasi.

Edy lantas menjabarkan keempat kalimat itu berdasarkan pengalaman yang pernah ia alami selama memimpin pasukan.

“Salah satu yang penting harus kalian miliki adalah jangan cengeng. Jangan mengandalkan bekingan, apalagi merengek kepada keluarga untuk minta jabatan!, tegas Edy.

Ucapan Edy yang berapi-api itu membuat semua mahasiswa semakin termotivasi untuk belajar. Apalagi Edy menjelaskan pula kisah orangtuanya yang hanya seorang prajurit TNI berpangkat rendahan. Namun berkat semangat anti cengeng membuat ia bisa meraih bintang tiga dan sempat menjabat gubernur Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi saat mengajak mahasiswa melihat kudanya yang ada di Taman Edukasi Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara.

Edy menyampaikan kisah itu dengan santai tapi penuh semangat sehingga para mahasiswa dapat merasakan spiritnya. Suasana itu membuat proses dialog sangat hidup karena sesekali diwarnai canda dan tawa. Hal itu yang membuat mahasiswa sangat terkesan.

“Karakter Beliau tegas namun ramah dan bisa santai menghadapi anak muda. Suasana saat menyambut kedatangan kami sangat menyenangkan,” ujar Noris Saputra Lumbangaol.

Hal senada disampaikan Adindha Nurpratiwi Suherman, mahasiswa Universitas Pancasila asal Depok, Jawa Barat. Ia mengaku sangat nyaman selama berdialog dengan Edy Rahmayadi.

“Beliau ramah dan humble,” ujarnya.

Sementara itu, Enjelia, mahasiswa manajemen dari Universitas Pamulang yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat mengaku tidak menyangka kalau sosok Edy Rahmayadi yang dikenal tegas, justru sangat luwes dalam menceritakan pengalaman leadershipnya kepada para mahasiswa.

“Paparan Beliau sangat mudah kita resapi. Benar-benar sesuai dengan terori kepemimpinan yang kita pelajari di kampus,” katanya.

Edy Rahmahyadi menyambut kunjungan mahasiswa itu di rumahnya selama hampir tiga jam. Pertemuan dengan Edy merupakan salah satu kegiatan yang diagendakan dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka, sebab USU sebagai tuan rumah menilai kepemimpinan Edy sangat layak menjadi teladan bagi para mahasiswa yang mengikuti program tersebut. (faz)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan