Kajianberita.com
Beranda Headline Penguasa Paksa Ijeck Mundur Dari Pilgubsu, Hanura Akan Beri Dukungan Untuk Edy Rahmayadi

Penguasa Paksa Ijeck Mundur Dari Pilgubsu, Hanura Akan Beri Dukungan Untuk Edy Rahmayadi

Sekjen Partai Hanura, Benny Rhamdani

Setidaknya sudah ada satu partai yang sudah memastikan sosok yang bakal didukungnya pada Pilgubsu 2024 mendatang.  Partai itu adalah Hanura pemilik 5 kursi di DPRD Sumatera Utara. Hanura memastikan kalau mereka akan mendukung Edy Rahmayadi di Pilgubsu mendatang setelah Musa Rajekshah alias Ijeck dipaksa mundur dari pencalonan.

Awalnya Edy Rahmayadi tidak sendirian mendapat rekomendasi dari Hanura. Ada nama Ijeck yang juga mendapat rekomendasi yang sama.

“Untuk Pilkada Sumut memang ada dua nama yang mendapat rekomendasi Hanura, yakni Edy Rahmayadi dan Ijeck,” kata Sekjen Partai Hanura Benny Rhamdani. Keduanya dianggap paling layak untuk bersaing mendapatkan posisi itu.

Namun belakangan Ijeck dikabarkan tidak lagi ikut bersaing setelah penguasa memaksanya mundur dari pencalonan. Ijeck dipaksa mundur demi memberi ruang kepada menantu Jokowi, Bobby Nasution maju pada Pilgubsu nanti. Bobby akan maju dengan mengandalkan dukungan dari Golkar, partai yang telah diperjuangkan oleh Ijeck dalam Pemilu lalu.

Tak bisa dibantah, Ijeck tergolong sukses memimpin Golkar Sumut. Terbukti perolehan kursi Golkar di DPR RI pada Pemilu lalu naik dua kali lipat, dari 4 kursi menjadi 8 kursi. Perolehan di DPRD Sumut juga tidak kalah mengejutkan, Golkar bisa menggeser dominasi PDIP yang telah berkuasa selama 15 tahun terakhir. Dengan memperoleh 22 kursi di DPRD Sumut, Ijeck bisa menempatkan politisi Golkar sebagai ketua dewan.

Tapi bukannya bisa memanfaatkan keberhasilan itu, Ijeck yang sudah bersiap maju pada Pilgubsu dipaksa mundur oleh penguasa. Golkar Sumut pun mau tidak mau harus mendukung menantu Jokowi, Bobby Nasution.

Bobby sangat ngotot ingin merebut kursi gubernur karena ia ingin memiliki kuasa yang lebih besar di Sumut. Lagi pula Bobby merasa sudah berhasil membangun Kota Medan, antara lain, berhasil membuat Kota Medan tidak lagi terkena banjir, bisa membangun lampu pocong yang menghiasi wajah kota, berhasil merevitalisasi lapangan merdeka menjadi  lebih indah dan sukses membuat Kota Medan bebas dari begal.

Selama masa kepemimpinannya, Bobby juga merasa Medan tidak lagi macet. Bahkan ia merasa Kota Medan telah menjadi salah satu kota yang terbersih di Indonesia. Atas dasar itu, Bobby menganggap ia lebih layak menduduki jabatan Gubernur melalui dukungan Golkar ditambah lagi Gerindra sebagai pelengkap.

Apa boleh buat, keberhasilan Ijeck dalam memperkuat posisi Golkar di Sumut akhirnya berhasil dinikmati Bobby.

Bobby sebenarnya sudah mendekati Hanura untuk mendapatkan dukungan maju pada Pilgubsu mendatang. Meski secara nasional pengaruh Hanura mulai menurun, tapi untuk wilayah Sumut, citra Hanura masih cukup kuat. Perolehan kursi mereka di DPRD juga masih signifikan.

Namun Hanura sejak awal sudah memastikan hanya mau mendukung Edy atau Ijeck. Setelah Ijeck tidak lagi maju pada Pilgubsu mendatang, akhirnya Hanura pun memberikan dukungan mereka kepada Edy Rahmayadi.

Secara keseluruhan, Partai Hanura sejak 23 April hingga 11 Juni 2024 telah memberikan surat rekomendasi kepada 704 bakal calon kepala daerah di Indonesia untuk berkontestasi pada Pilkada serentak 2024. Sama sekali tidak ada nama Bobby dalam daftar kandidat itu.

Sekjen Partai Hanura Benny Rhamdani menjelaskan bahwa rincian pemberian surat rekomendasi itu terdiri atas 73 bakal calon gubernur dan wakil gubernur, serta 631 bakal calon bupati-wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan