Kajianberita.com
Beranda Headline Dendam Karena Dipecat, Bobby Nasution Berupaya Memecah Belah PDIP Jelang Pilgubsu

Dendam Karena Dipecat, Bobby Nasution Berupaya Memecah Belah PDIP Jelang Pilgubsu

Bobby Nasution masih berupaya memecahbelah PDIP setelah dipecat dari partai itu. Ia menyebarkan provokasi dengan menyebut salah satu kader PDIP berpotensi menjadi pendampingnya di Pilgubsu 2024

Dendam Bobby Nasution kepada PDIP yang telah memecatnya, sepertinya belum juga habis. Setelah dipastikan tidak mendapat dukungan dari partai itu untuk maju Pilgubsu, Bobby pun melakukan upaya lain untuk memanas-manasi PDIP.

Salah satu upayanya itu adalah dengan mengatakan akan menggandeng politisi PDIP untuk mendampinginya maju pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) November mendatang.

Sosok elit PDIP yang mau digandengnya adalah Darma Wijaya alias Wiwik yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Serdang Bedagai (Sergai). Wiwik juga merupakan Bupati Sergai yang masih menjabat saat ini.

Sebelum menjadi bupati, Darma Wijaya menjabat wakil bupati Serdang Bedagai periode 2016-2021. Darma Wijaya merupakan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Darma Wijaya saat ini juga sedang mengikuti penjaringan ke sejumlah partai politik untuk kembali maju pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Serdang Bedagai 2024.

Namun tiba-tiba saja Bobby Nasution mengaku tertarik ingin menggandeng Wiwik mau mendampinginya sebagai calon wakil gubernur Sumut. Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution seusai menerima surat tugas dari Partai Amanat Nasional di kantor Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Utara di Jalan Sei Lepan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu 12 Juni 2024.

Selain Darma Wijaya, ada sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar bakal calon wakil gubernur Sumut pendamping Bobby. Namun ia tidak menyebut nama itu secara rinci. Hanya nama Wiwik yang disebut secara jelas.

Wiwik sendiri cukup terkejut ketika namanya disebut Bobby. Padahal sudah jelas sekali kalau PDIP tidak akan mau lagi memberi dukungan apapun kepada menantu Presiden Joko Widodo itu.

Maka itu, Wiwik menduga kalau pernyataan Bobby itu hanya merupakan strategi untuk merusak kekompakan PDIP. Sejauh ini ia mengaku masih loyal kepada partai.

“Saya orang yang loyal kepada PDIP. Jadi selagi PDIP tidak mau memberi dukungan kepada Bobby, tidak mungkin saya menjadi pendampingnya,” ujar Wiwik. Ia mengaku lebih tertarik bersaing kembali merebut kursi Bupati Sergai pada Pilkada mendatang.

Pernyataan Bobby yang ingin menggandeng Wiwik pada Pilgubsu merupakan upaya dia untuk memecah belah PDIP. Bisa jadi itu merupakan gambaran kekecewaan Bobby setelah ia dipecat dari partai tersebut.

Lagi pula ia tahu kalau Wiwik merupakan salah satu kader yang loyal kepada partai. Maka itu ia sengaja memunculkan nama Wiwik sebagai salah satu kandidat wakilnya agar PDIP mulai panik.

Namun pernyataan Bobby itu ditanggapi sinis oleh Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto. Menurutnya, Bobby hanya mencoba mengganggu kekompakan yang ada di dalam kepengurusan PDIP.

“Sampain kapan pun kami tidak akan mau lagi mendukung yang namanya Bobby Nasution. Tidak akan pernah kami mendukung kader pengkhianat!” Ujar Hasto singkat. (Faz)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan