Kajianberita.com
Beranda Nasional Terbukti Berbohong Tapi Masih Suka Jual Janji, Pemerintah Sebut Lagi Ada Investasi Asing Masuk IKN

Terbukti Berbohong Tapi Masih Suka Jual Janji, Pemerintah Sebut Lagi Ada Investasi Asing Masuk IKN

Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Terbukti keduanya berbohong soal IKN

Belum lama setelah meresmikan proyek Ibukota negara (IKN) di Kalimantan Tengah dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo pernah mengatakan kalau investor asing banyak yang berbondong-bondong ingin menanamkan modalnya di kawasan itu. Pernyataan Jokowi inipun diperkuat pula oleh  Menteri Investasi/Kepala BKPM,  Bahlil Lahadalia yang mengatakan setidaknya sudah Rp50 triliun dana asing masuk IKN.

Dua pernyataan ini menjadi modal bagi Gibran Rakabuming untuk membangga-banggakan proyek IKN dalam debat calon wakil presiden pada Pemilu februari lalu.

Kala itu, seorang salah seorang calon wakil presiden, Mahfud MD sempat bertanya, “Apa benar ada investor asing sudah masuk IKN?  Dengan lantang Gibran meminta Mahfud melihat di google.

“Sudah banyak pak!” tegasnya.

Empat bulan setelah Pemilu itu, dalam sebuah pertemuan di DPR RI, anggota dewan bertanya kepada Bahlil soal jumlah investor asing yang masuk ke IKN. Tidak disangka, Bahllik menjawab dengan pernyaan berbeda.

“Belum ada investor asing masuk IKN!” katanya.

Pernyataan itu sekagus membuktikan kalau Jokowi, Bahlil dan juga Gibran telaj berbohong kepada public soal IKN. Yang terjadi, justru IKN terus menguras dana APBN hingga Rp 72 triliun. Padahal Jokowi sebelumnya menegaskan proyek IKN tidak akan mengganggu APBN.

Setelah terbukti berbohong, Bahlik dan Jokowi tidak jera menebarkan janji manis soal IKN.  Kembali mereka menegaskan bahwa  saat ini ada sembilan investor yang berminat masuk untuk membiayai proyek ambisius Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini. Dia menyebut sembilan investor itu masuk melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU.

Agar tidak kena mental karena menebar kebohongan lagi, kali ini yang berbicara soal minat investor itu adalah Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono, tidak langsung Bahlik atau Jokowi. Tapi tetap saja Agung Wicaksono berbicara atas nama Pemerintah.

Ia mengatakan, “Lewat skema KPBU di tiga sektor sejauh ini, perumahan, pendidikan, dan energi terbarukan,” kata Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono saat dihubungi pada Jumat, 14 Juni 2024.

Agung menyebut dari sembilan investor itu ada dua di antara berasal dari asing. Mereka adalah Masdar dari Uni Emirat Arab untuk sektor energi terbarukan dan Cina untuk sektor perumahan.

“UEA ada Masdar yang mendapat Letter to Proceed untuk melakukan feasibility study saat World Water Forum di Bali. Dari Tiongkok antara lain konsorsium CITIC bersama Risjadson Brunsfeld Nusantara,” kata dia.

Sebelumnya, Agung juga menyebut ada tiga perusahaan yang berasal dari Malaysia, Cina, dan Uni Emirat Arab sudah mulai melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk investasi di IKN.

“Itu indikasinya sekitar Rp 45 triliun,” kata Agung ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 10 Juni 2024. Agung menuturkan tiga investor yang sudah menjajaki tahap studi kelayakan itu berasal dari sektor perumahan dan energi terbarukan.

Apa yang disebutkan Agung itu semuanya masih bersifat perencanaan. Artinya, investor baru sebatas menyatakan minatnya untuk berinvestasi. Belum ada serupiah pun mereka menggelontorkan dana untuk proyek IKN.

Namun investasi minat itu sudah menjadi landasan bagi Pemerintah untuk menebar janji kepada masyarakat bahwa proyek IKN sangat prospek  di masa depan.

Kalau masyarakat yang cerdas tentu akan paham bahwa investasi minat baru sebatas wacana, bukan realisasi.  Jangan-jangan investasi minat itu benar-benar sebatas minat. Tidak pernah berlangsung secara riil. **

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan