Kajianberita.com
Beranda Headline PDIP Bahas Strategi Hadapi Cakada Yang Didukung Jokowi, Edy Rahmayadi Disiapkan Untuk Sumut

PDIP Bahas Strategi Hadapi Cakada Yang Didukung Jokowi, Edy Rahmayadi Disiapkan Untuk Sumut

Politikus PDIP yang juga mantan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP sedang mengatur strategi untuk melawan calon kepala daerah (Cakada) yang disokong Presiden Joko Widodo di Pilkada Serentak 2024. Politikus PDIP yang juga mantan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto, mengatakan partainya memetakan dukungan Jokowi di beberapa titik untuk melihat pola daerah pertarungan pilkada.

“Berdasarkan data kami, jumlah daerah yang calonnya terafiliasi dengan Pak Jokowi tak sampai 30 titik,” kata Andi Widjajanto seperti dikutip laporan Majalah Tempo pada Ahad, 16 Juni 2024.

PDIP menyoroti daerah-daerah yang diduga akan dikuasai Presiden Jokowi. Misalnya di Sumatera Utara, di mana menantu Jokowi, Bobby Nasution akan direkayasa untuk maju sebagai calon gubernur. Untuk menempatkan menantunya di Sumut.

Jokowi melalui pengaruhnya di lingkungan parpol disebut-sebut turut berperan menyingkirkan Musa Rajekshah, Ketua Golkar Sumut dari pencalonan Pilgubsu. Musa dipaksa hanya fokus duduk sebagai anggota DPR RI dengan jabatan ketua komisi. Padahal Musa Rajekshah telah lama mempersiapkan diri untuk bersaing di Pilgubsu itu.

Selain harus duduk di DPR RI, Musa mendapat fasilitas lain, yakni adanya perpanjangan HGU lahan perkebunan milik keluarga mereka. Dalam waktu dekat Musa bakal mengumumkan sendiri dukungan Golkar Sumut untuk Bobby Nasution.

Sumut menjadi salah satu pertaruhan gengsi keluarga Jokowi karena menantunya Bobby Nasution sangat ngotot ingin duduk sebagai gubernur. Di samping itu ada pula Kaessang yang disebut-sebut akan maju di pilkada DKI Jakarta.

Selain anak dan menantunya, Jokowi juga menyiapkan orang-orangnya untuk duduk sebagai kepala Pemerintahan di daerah, baik sebagai gubernur maupun Bupati dan Walikota.

Sejumlah petinggi PDIP mengatakan kepada Tempo bahwa partai mereka meyakini pilkada 2024 akan mempengaruhi hasil Pemilu 2029. Para kepala daerah akan berperan besar terhadap kemenangan dalam pemilu. Mengantisipasi kemungkinan kalah melawan calon gubernur yang didukung Jokowi, PDIP akan memprioritaskan pemilihan bupati dan wali kota.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan informasi ihwal strategi tersebut. “Asumsinya, kalau di level provinsi tak bisa dipegang PDIP, partai mengunci di level bawah, yakni bupati dan wali kota,” kata Hasto.

Hubungan Presiden Jokowi dengan bekas partainya itu merenggang sejak Pilpres 2024. Alih-alih mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud Md, yang diusung PDIP, Jokowi justru memenangkan pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Hingga saat ini Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum pernah bertemu.

Pertaruhan di Sumut

Untuk bisa menempatkan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara, berbagai perangkat pendukung kampanye sudah disiapkan. Termasuk para buzzer dan jaringan kekuasaan lainnya. Mencuat pula kabar kalau sejumlah penjabat (Pj) kepala daerah ada yang disiapkan untuk mendukung kampanye Bobby.

Sebagai partai yang pernah mendukung Bobby Nasution pada Pilkada Medan 2020 lalu, PDIP tentu tahu betul bagaimana langkah penguasa untuk memenangkan menantu presiden itu. Oleh sebab itu sejak dini mereka mulai menganalisa potensi kecurangan yang akan terjadi. PDIP pun sudah menyiapkan kandidat yang berpotensi mengalahkan menantu Jokowi itu.

Untuk melawan kampanye Bobby Nasution, PDIP kabarnya mulai condong untuk menjagokan mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi. Apalagi Edy Rahmayadi begitu tegas mengatakan siap bersaing melawan menantu Jokowi.

“Jangankan menantu presiden, menantu malaikat pun saya akan hadapi,” kata Edy Rahmayadi.

Dibanding beberapa kandidat lainnya, PDIP menilai Edy Rahmayadi paling potensial untuk mengalahkan Bobby Nasution. Di samping elektabilitasnya yang cukup tinggi, Edy juga dipandang lebih nasionalis.

Besar kemungkinan PDIP akan berkoalisi dengan PKS dan PKB untuk mendukung Edy Rahmayadi. Hanura dan Nasdem juga berpeluang bergabung dalam koalisi ini. Sementara Bobby Nasution akan maju melalui dukungan Golkar, Gerindra dan PAN. (tem/faz)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan