-->

Terkait Persiapan Projo Menghadapi Percepatan Pemilu, PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie

Sebarkan:
Sugiat Santoso (kiri) dan Budi Arie (kanan) mengapit Prabowo dan Jokowi

Tak bisa dihindari,  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut terkait dengan pernyataan ketua Projo, Budi Arie yang mengajak pendukungnya bersiap menghadapi kemungkinan berlangsungnya Pemilu sebelum 2029. Keduanya memang sangat dekat karena sama-sama pendukung utama Joko Widodo alias Jokowi. Lebih menarik lagi, sebab pernyataan Budi Arie soal kemungkinan Pemilu sebelum 2029 disampaikan saat pertemuan pengurus Projo dengan Jokowi di Jakarta pada 24 Agustus lalu.

Partai-partai pendukung Prabowo langsung bereaksi menyikapi pernyataan mantan Menteri Informasi dan Komukasi itu. PSI sebagai partai yang mendukung Jokowi buru-buru mengklarifikasi kalau mereka tidak ikut-ikutan dengan pernyataan Budi Arie itu.

PSI langsung mengatakan bahwa partai mereka tidak memiliki hubungan struktural dengan Budi Arie. Meski sama-sama pendukung Jokowi, PSI memastikan bahwa Budi Arie bukan kader, bukan pengurus, dan tidak memiliki jabatan apa pun di internal partai.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menyusul munculnya berbagai spekulasi yang mengaitkan posisi politik Budi Arie dengan PSI, termasuk isu mengenai jabatan dan arah politiknya setelah pergantian kabinet.

Andy menilai pengaitan nama PSI dengan aktivitas maupun pernyataan Budi Arie tidak memiliki dasar. Menurut dia, segala tindakan politik Budi Arie merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak merepresentasikan sikap partai.

"Kami tegaskan Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie," kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman, Selasa, 25 Agustus.

Andy menyebut posisi PSI terkait Budi Arie sudah jelas dan tidak membutuhkan penafsiran. Ia meminta publik tidak membangun persepsi seolah-olah Budi Arie memiliki kewenangan atau menjadi representasi partai.

"Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir. Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan Sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI," ucap dia.

Pernyataan PSI ini juga disampaikan dalam konteks dinamika politik setelah reshuffle kabinet. Andy menyinggung agar pergantian posisi politik tidak dijadikan alasan untuk memainkan narasi konflik antar tokoh politik.

"Jangan karena direshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo," tegasnya.

Selain membantah keterkaitan dengan PSI, Andy juga mengkritik langkah politik Budi Arie yang menurutnya kerap memunculkan spekulasi. Ia menyinggung pernyataan Budi Arie dalam Kongres Projo yang menyebut organisasi tersebut bukan singkatan dari Pro Jokowi.

"Publik juga tidak lupa ketika dalam Kongres Projo, Budi Arie menyatakan bahwa Projo bukan singkatan Pro Jokowi," lanjut Andy.

Andy menegaskan PSI tidak ingin dikaitkan dengan manuver politik yang bersifat pribadi. Ia menyebut partai membutuhkan perjuangan politik yang konsisten, bukan langkah yang semata-mata mengejar posisi kekuasaan.

"PSI tidak butuh avonturir politik yang ke sana kemari memainkan menuver spekulatif. Politik adalah arena perjuangan bukan arena perjudian pribadi untuk mengejar jabatan jadi menteri lagi!" imbuhnya.

Sementara pimpinan partai pendukung Prabowo mengecam pernyataan Budi Arie yang cenderung mengadu domba antara Jokowi dan Prabowo. Seolah-olah Prabowo tidak akan bisa berkuasa sampai 2029 mendatang. Projo begitu ngotot untuk mendukung Gibran yang akan mengambilalih kekuasaan.

Partai Gerindra mengajak agar para pihak jangan sampai menyebar fitnah seakan Prabowo akan lengser di tengah jalan.

“Sebaliknya kami mengajak semua pihak mendukung program pemerintah. Pemilu masih lama, tahin 2029. Jangan munculkan pandangan  bahwa Pemilu akan dipercepat karena adanya kondisi negara yang tidak aman,” kata juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso merespons pernyataan Ketua Umum organisasi relawan Projo, Budi Arie Setiadi.

Sugiat menegaskan bagi Gerindra, mengamankan dan mengawal program-program Presiden Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029. Apalagi, penyelenggaraan Pemilu 2029 masih terlalu dini untuk dibahas.

“Yang kami fokuskan saat ini adalah mengamankan dan mengawal program-program Pak Prabowo yang bermanfaaat bagi masyarakat Indonesia,” kata Sugiat.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mempersilakan seluruh pihak untuk mempertanyakan langsung maksud percepatan Pemilu 2029 kepada Budi Arie. Sugiat menyebut hanya Budi Arie yang mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan tersebut.

“Jadi terkait pernyataannya, hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh dengan itu,” kata Sugiat.

Gerindra, kata Sugiat, akan tetap fokus mengawal pemerintahan Prabowo Subianto serta memastikan program-program yang telah dicanangkan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, dalam postingan Instagram ott_othetrack, Budi Arie berbicara mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat. Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini