![]() |
| Brigadir Jenderal Polisi Kristian Parluhutan Siagian, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, saat konfrensi pers penggerebekan sarang narkoba |
Nama Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian kini mencuat seiring penangkapan kapal tanker Global 168 yang diseret ke Pelabuhan Belawan saat melintas di jalur Selat Malaka pada Rabu (21/10/2026). Tidak salah lagi, Kristian Parluhutan Siagian adalah pemimpin operasi itu sejalan dengan posisinya yang kini menjabat Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri.
Kristian Parluhutan Siagian sebenarnya masih sangat baru di posisi Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri. Ia menduduki jabatan itu seiring dengan mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto pada awal Oktober 2026.
Sebelumnya Kristian Parluhutan Siagian menjabat sebagai Direktur Reserse Siber Polda Jawa Barat.
Kristian Parluhutan Siagian asli merupakan anak Sumut. Ia lahir di Tarutung, Tapanuli Utara pada 29 September 1974 dan merupakan lulusan Akpol angkatan 1996.
Bagi Kristian, jabatan ini sebenarnya bukan hal asing sebab sejak menjabat perwira Polri, ia banyak menghabiskan karir di dunia pemberantasan narkoba. Ia pernah bertugas di BNN, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Polri.
Pengalaman luar negerinya juga tidak kalah mentereng: pernah ditugaskan di Meksiko, Bangkok, Korea, Jepang, dan Singapura.
Perjalanan karier Kristian dimulai pada 1 Oktober 1997 sebagai Pamapta I Polres Sorong, Polda Papua. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Kuala Kencana, Kapolsek Mimika Timur, hingga Kasat Reskrim Polresta Sorong. Pada 2007, ia masuk ke Pusat Penanggulangan Gakkum Lakhhar BNN sebagai Kasubid Anev Sarpras, lalu Kasubid Lidik.
Sejak 2008, namanya mulai akrab di lingkungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Berbagai posisi strategis diembannya, mulai dari Kanit II Sat I/Narkotika, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, hingga Kanit IV Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Pada 2015, ia dipercaya menjadi Kapolres Tanjung Pinang, Polda Kepulauan Riau, sebelum kembali ke Bareskrim sebagai Kanit II Bagresmob Robinopsnal.
Dari Pabrik Cimanggis hingga 2 Ton Ganja
Rekam jejak Kristian di dunia pemberantasan narkoba tidak perlu diragukan. Namanya tercatat dalam sejumlah pengungkapan besar yang mengguncang Indonesia.
Pada 2008, ia terlibat pengungkapan kasus narkoba Jaksa Ester. Setahun kemudian, ia berperan dalam pengungkapan pabrik narkoba di Cimanggis. Pada 2011, ia kembali menorehkan prestasi dengan membongkar pabrik narkoba Taman Ratu yang terhubung jaringan internasional.
Tahun 2012 menjadi salah satu puncak kariernya. Ia terlibat pengungkapan jaringan Iran di Ujung Genteng, Sukabumi; penyitaan 20 kg sabu dan 100.000 butir ekstasi; serta pengungkapan 165 kg sabu di Apartemen City Park.
Pada 2013, ia kembali menaklukkan jaringan Belanda-Indonesia dengan penyitaan 400.000 butir ekstasi, heroin 2 kg, sabu 6,5 kg di Apartemen Gateway Ciledug, kokain 2 kg di Denpasar, dan 250.000 butir ekstasi di Jakarta.
Tahun 2014, ia membongkar 8 kg sabu jaringan internasional di Penjaringan, Jakarta. Puncaknya pada 2015, ia mengungkap pabrik ekstasi jaringan Fredi Budiman di Cikarang dan Jakarta, serta menyita 2 ton ganja di Jakarta.
Dan yang terbaru, Kristian sukses memimpin penangkapan kapal tangker Global 168 di Selat Malaka yang membawa sekitar 2 ton obat terlarang. Kapal itu kemudian dipaksa bersandar di Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan rekam jejak itu, publik menaruh harapan besar kepada Brigjen Kristian Parluhutan Siagian dalam pemberantasan Narkoba di negeri ini. Di tengah ancaman narkoba yang kian masif dan jaringan internasional yang semakin rapi, sosoknya dianggap tepat memimpin Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri.
Namun tantangan yang dihadapinya juga bukan hanya menangkap bandar narkoba yang ada di luar, tapi juga para pemain narkoba yang juga ada di sekitar lingkungan Polri dan TNI. Bukan rahasia lagi, banyak oknum internal kekuasaan yang bermain di bisnis ini karena keuntungan yang ditawarkan sangat besar.
Mampukah Kristian menjalankan tugas itu? Kita tunggu bersama. ***
