-->

Pertamina Berjanji Segera Atasi Antrian Panjang BBM di Sumut, Bobby Diminta Tidak Sebarkan Hoax

Sebarkan:

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) dan Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati (kanan) saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (31/3/2026)

Antrian panjang pembelian bahan bakar minyak masih terjadi di Sumut. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas berjanji akan mengatasi antrian tersebut dalam dua hari ke depan dengan menyalurkan BBM lebih banyak lagi ke SPBU di wilayah Sumut.

Wahyudi mengatakan, pihaknya dapat mengurai antrean masyarakat yang membeli BBM di SPBU itu jika warga bisa tenang dan tidak panic buying. Wahyudi mengeklaim, antrean tersebut terjadi karena terdapat fenomena dari konsumen sendiri, bukan soal krisis bahan bakar.

"Ini penting, kami sekali lagi mohon dukungan seluruh media agar supaya sama-sama menjaga bahwasanya antrean yang terjadi saat ini kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi. Dan paling lama 1-2 hari ke depan, insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali. Media jangan sebarkan berita hoax yang tidak benar " ujar Wahyudi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

"Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya," sambung dia.

Wahyudi menyampaikan, stok biosolar, minyak tanah, hingga Pertalite, masih sangat cukup aman.  Hanya saja, ia mengakui terjadi perubahan pola pembelian BBM di masyarakat, dari yang tadinya non-subsidi, beralih ke BBM subsidi.

"Itu sesuai regulasi ketentuan memang diizinkan dan dimungkinkan untuk masyarakat," ucap Wahyudi.

Ia menambahkan, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga sedang berjuang keras untuk menyalurkan dan menyediakan BBM kepada seluruh SPBU. Dia menyebut, pihaknya terus fokus untuk melakukan normalisasi distribusi BBM secara baik dan tepat.

"Daerah-daerah tertentu indikasi kenaikan hampir mencapai 10 sampai 15 persen, dan kita semua kita lakukan. Ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau beli lah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," imbuh Wahyudi.

Agar situasi mudah dikendalikan, Pertamina juga berharap agar semua masyarakat tenang. Jangan lagi menyebarkan kabar yang salah terkait antrian panjang itu.

Pertamina juga turut mengkritik Gubernur Bobby Nasution yang ikut menyebarkan kabar miring atau hoax soal penyebab antrian tersebut. 

Entah dari mana asal beritanya, tiba-tiba saja  Bobby mengatakan bahwa antrian terjadi karena ada sejumlah sopir tangki Pertamina yang di PHK atau mogok massal. Dengan demikian Bobby menyarankan agar sopir tangki menggunakan tenaga dari TNI.

Kabar ini sudah dibantah pihak Pertamina. Mereka menegaskan bahwa sama sekali tidak pernah ada PHK massal atau mogok para sopir tangki. Semua sopir masih bekerja dengan baik. Justru pihak Pertamina yang sedang melakukan pembenahan untuk mengevaluasi sopir yang berkinerja kurang baik.

Para sopir tangki Pertamina juga turut membantah pernyataan Bobby itu. Mereka mengaku sama sekali tidak pernah mogok atau PHK. Malah mereka selalu siap bekerja kapan saja dibutuhkan.

Sebelumnya diberitakan, terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di berbagai wilayah di Sumut sehingga menyebabkan warga resah. Keresahan itu kian meningkat setelah menyebar kabar adanya PHK massal atau aksi mogok kerja para sopir tangki yang menyalurkan BBM dari Depot Pertamina ke sejumlah SPBU.

Yang menyebabkan kabar ini tidak lain adalah Gubernur Bobby Nasution.  Tidak jelas apa maksud menyebarkan kabar itu.Pertamina berharap kabar bohong seputar antrian panjang BBM di Sumut jangan lagi terjadi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini