-->

Tuduhan Gay kepada Teddy dan Prabowo terus Menggelinding, KSP dan Komdigi Keras Membantah

Sebarkan:
Sekretaris Kabinet, Kolonel Teddy Indra Wijaya bersama Presiden Prabowo

Pernyataan tokoh nasional, Amin Rais yang menyebut ada hubungan tidak pantas antara Presiden Prabowo dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya terus menggelinding. Belakangan isu itu dipertegas lagi dengan pernyataan aktivis kondang Sri Bintang  Pamungkas yang menyebut kalau ia sudah tahu sejak dulu kasus tersebut. 

Penyebaran isu ini membuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman harus  bekerja keras membantahnya.

Dudung menyoroti pernyataan Amien Rais terkait tuduhan gay kepada Teddy Indra Wijaya sebagai sebuah tuduhan yang tidak benar. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga persatuan dan kedamaian di tengah situasi saat ini.

“Mari kita bersama-sama untuk tidak ada lagi menciptakan permusuhan. Tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah, ya, seperti yang kemarin Pak Amien Rais juga, aduh, sudahlah,” kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Dudung menegaskan, dirinya mengenal dekat sosok Teddy. Ia menyebut tudingan yang dilontarkan Amien terhadap Teddy tidak benar dan merupakan fitnah.

“Saya tahu persis bagaimana Teddy adalah sosok sopan banget dia. Ya, hormat sama saya juga. Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah. Katanya dia bisa dikatakan sangat dekat dengan agama, tapi pernyataan-pernyataannya menurut saya itu tidak benar dan bahkan memprovokasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung berharap berbagai informasi yang tidak benar terkait Teddy dapat disikapi dengan bijak. Ia bahkan menilai berbagai tudingan tersebut bisa menjadi ujian yang justru memperkuat posisi dan karakter Teddy.

“Ya, saya yakin mudah-mudahan semakin banyak tempaan-tempaan, ya itulah kita semakin tinggi pasti banyak hambatan, tantangan, gangguan, termasuk masalah-masalah ya, tapi harus kita hadapi,” ucap Dudung.

Sama seperti Dudung, Komdigi juga bekerja keras untuk membantah kabar tersebut. Mereka tidak ingin kabar ini terus berkembang sehingga memunculkan hal yang tidak diinginkan.  Bahkan Komdigi mengancam akan menyeret ke ranah hukum siapa saja yang menyebarkan video itu.

"Komdigi telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut memang diunggah oleh Amien Rais," kata Meutya Hafid.

Tidak kalah kerasnya,  Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari berupa keras  membantah pernyataan Amien Rais itu. Ia sangat menyayangkan dengan peredaran video itu karena telah memicu perdebatan masyarakat.

“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” kata Qodari kepada wartawan, Minggu (3/5).

Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial yang berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy”. Isi konten tersebut kemudian disalahartikan sebagai pernyataan autentik.

“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” ujarnya.

Ia menegaskan, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan karena tidak autentik. Ia memastikan, penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara gambar yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung dengan isi lagu.

Qodari juga mengungkapkan, konten tersebut telah mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di ruang digital.

Sebelumnya, Amien Rais mengunggah video di kanal YouTube miliknya yang menyinggung hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy. Video tersebut memicu polemik di ruang publik karena tegas menyebutkan kalau Amien Rais menuding Letkol Teddy sebagai sosok gay. Secara tidak langsung ia juga mengatakan kalau Teddy dan Prabowo menjalin hubungan khusus karena keduanya pasangan gay.

Bukan hanya Amien saja yang menyuarakan hal itu.  Aktivis senior dan mantan anggota DPR Sri Bintang Pamungkas juga turut membenarkan pernyataan Amien Rais itu.

Dalam sebuah video yang beredar din media sosial, Sri Bintang Pamungkas mengaku sebenarnya ia sudah lama mendengar kalau kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, banyak didatangi lelaki ganteng dengan prilaku seks yang menyimpang.

“Di Hambalang itu isinya cowok-cowok ganteng mantap tuh informasinya… Cowok-cowok itu mempunyai kamar sendiri-sendiri,” ujar Sri Bintang Pamungkas dalam video yang diunggah ulang beberapa akun di Facebook dan platform lain pada awal Mei 2026.

Sri Bintang menegaskan kalau informasi tersebut sebenarnya sudah lama beredar di kalangan tertentu, meski tidak menjelaskan sumber detailnya. Hanya saja selama ini orang tidak ada yang berani membahasnya secara terbuka karena sulit untuk mencari bukti. 

Baru Amien Rais yang berani lantang menyampaikan informasi itu secara terbuka di ruang publik. Bahkan Amien Rais mengaitkan hubungan Teddy dan Prabowo dengan kisah penyimpangan seksual kaum Sodom di zaman Nabi Luth AS. 

Walau dibantah istana, namun tidak sedikit yang mengatakan bahwa tuduhan adanya hubungan tidak lazim itu sudah menjadi rahasia umum sejak lama. Sampai-sampai ada yang menyebutkan Teddy sebagai first lady Indonesia alias ibu negara.   

Makanya, mereka yang percaya dengan isu itu menilai bahwa Amien Rais sosok yang sangat berani bersuara.

Namun, ada pula yang menilai pernyataan tersebut kurang pantas dan meminta klarifikasi lebih lanjut.

Sejauh ini Prabowo maupun Teddy belum menyampaikan bantahan secara langsung atas tuduhan ini. Hanya KSP, Komdigi dan Bankom yang bersuara keras untuk membantah. Bantahan terus merebak di sejumlah media, tapi gelindingan isu ini tetap tidak belum bisa berhenti. **

 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini