-->

Para Tokoh Kristen Ramai-ramai Mendukung JK, Kebusukan PSI semakin Terbongkar

Sebarkan:

 

Ephorus HKBP Victor Tinambunan saat  mengulosi Jusuf Kalla saat bertamu ke rumah mantan wakil presiden itu pada Sabtu (25/4/2026).
Sejumlah tokoh Kristen tegas menyatakan bahwa pidato Jusuf Kalla terkait dengan konflik Poso yang disampaikan pada pertemuan di Masjid Universitas Gajah Mada pada 5 Maret 2026 sama sekali tidak pernah menyinggung soal ajaran agama Kristen. Hanya ulah para politisi Partai Solidarits Indonesia (PSI) yang sengaja memotong video itu sehingga menuding JK melakukan penistaan agama Kristen.

Selain para tokoh Kristen dari Indonesia Timur, pimpinan gereja HKBP juga telah memastikan bahwa JK sama sekali tidak pernah menistakan agama Kristen. Hanya orang-orang busuk yang menyebarkan tudingan itu karena sakit hati setelah JK menyuruh Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada public.

Ephorus HKBP Victor Tinambunan yang telah menonton video JK secara utuh memastikan bahwa sama sekali tidak ada penistaan agama dalam pidato itu. Malah Victor Tinambunan  mengapresiasi peran JK dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Saya sudah menonton video secara utuh, sama sekali tidak ada penistaan agama di sana. Pak JK hanya korban permainan politik saja,” kata Victor Tinambunan.

Hal tersebut disampaikan Victor kepada wartawan usai melakukan silaturahmi dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026) malam. 

Selain untuk memberikan dukungan kepada JK yang menjadi korban fitnah,  dalam pertemuan tersebut, Victor juga  mengapresiasi langkah JK dalam membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Victor menambahkan, pihaknya juga meminta pandangan dan masukan dari Jusuf Kalla terkait upaya peran HKBP dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika masyarakat.

Menurutnya, peran tokoh berpengalaman seperti Jusuf Kalla sangat penting, mengingat rekam jejaknya dalam menyelesaikan konflik di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menyinggung keberhasilan Jusuf Kalla dalam menangani konflik di Ambon, Poso, dan Aceh sebagai bukti kapasitasnya dalam membangun perdamaian.

Selain itu, Victor menyampaikan bahwa HKBP yang memiliki jemaat di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Bekasi, dan Banten, merasakan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Kami bangga hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, di mana umat Kristen dapat beribadah dengan baik. Kami juga mengapresiasi sikap toleran dari mayoritas umat Muslim,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kecil hambatan dalam pelaksanaan ibadah di beberapa daerah. Oleh karena itu, HKBP berharap adanya langkah konkret untuk memastikan kerukunan antarumat beragama terus terjaga.

“Kerukunan adalah kunci kemajuan bangsa. Karena itu, kami berharap ke depan situasi ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan,” ujar Victor.

Pada pertemuan dengan JK itu, Ephorus HKBP Victor Tinambunan sempat mengulosi JK sebagai tanda persahabatan dan dukungan kepada mantan wakil presiden itu.

Borok PSI Kian terungkap

Penegasan pimpinan HKBP itu membuat posisi PSI semakin tersudut.  Betapa tidak, yang justru menyebarkan isu bahwa JK telah melakukan penistaan agama Kristen adalah politisi PSI. Salah satu yang berperan di belakangnya adalah Ade Armando, dan ketua Plt DPW PSI Sumatera Utara, Sahat Martin Philip Sinurat.

Malah Sahat Martin Philip Sinurat telan mengadukan JK ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama itu. Hanya saja ia membawa nama  organisasi Gerakan Angkatan Muda Indonesia (GAMKI) di mana ia menjabat sebagai ketua umum.

Namun upaya Sahat Martin Philip Sinurat membawa nama GAMKI telah mendapat protes keras dari sejumlah tokoh GAMKI lainnya. Salah satunya disampaikan oleh Jefri Gultom,  Ketua GAMKI periode 2020-2024 yang menilai tuduhan terhadap mantan Wakil Presiden itu terlalu berlebihan dan berpotensi memperkeruh suasana kebangsaan.

Jefri mengimbau umat Kristiani agar tidak terpancing oleh narasi yang bersifat provokatif. Ia juga menolak GAMKI dibawa-bawa untuk masalah itu. Sebab Fefri tahu, ada permainan politik di balik tuduhan terhadap JK itu.

Bukan rahasia lagi, bahwa PSI adalah otak di belakang mencuatnya tuduhan kepada JK itu. PSI sangat marah  karena JK pernah mendesak Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya ke publik agar polemic soal ijazah itu selesai segera.

Tapi PSI dan Jokowi menolak. Bisa jadi karena memang takut fakta ijazah itu semakin jelas, atau takut karena hal lainnya. Yang jelas, kini Jokowi dan PSI terus berjuang keras untuk meyakinkan publik bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

Kini masalah tudingan terhadap JK bukan lagi mengarah kepada soal penistaan agama, tapi focus upaya balas dendam PSI kepada JK. Para tokoh agama Kristen sudah memastikan bahwa JK sama sekali tidak menista agama. Hanya PSI dan ‘Termul’ yang sengaja mengangkat itu demi memuaskan birahi mereka. Akibatnya, kebusukan partai ini yang mati-matian membela Jokowi, semakin terungkap. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini