![]() |
| Empat terdakwa yang dihadirkan pada sidang korupsi proyek Medan Fashion Show. Anehnya, sidang sengaja digelar di malam hari. Benarkan demi melindungi nama Kahiyang Ayu? |
Tidak banyak yang tahu, Pengadilan Negeri Medan diam-diam sengaja menggelar sidang kasus korupsi Medan Fashon show 2024 di malam hari, tepatnya pada Senin malam (20/7/2026). Empat terdakwa -- tiga di antaranya mantan pejabat Pemko Medan dan seorang pengusaha -- dihadirkan di kursi pesakitan secara bersamaan.
Mereka adalah Benny Iskandar Nasution yang menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pada waktu itu. Lalu ada sosok Erwin Saleh, mantan Kepala Dinas Perhubungan Medan. Berikutnya Anwar Syarif, selaku mantan Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Medan, dan terakhir Hamdani selaku direktur CV. Global Mandiri sebagai pelaksana kegiatan.
Keempatnya didakwa telah melakukan penyelewengan keuangan negara pada pelaksanaan kegiatan Medan Fashion Show yang berlangsung sekitar Juli 2024 di Hotel Santika Medan. Kala itu Walikota Medan masih dipimpin oleh Bobby Nasution.
Begitu sidang dimulai, para mantan pejabat itu langsung menyatakan keberatan dengan dakwaan jaksa. Mereka mengaku hanya menjalankan perintah untuk melaksanakan kegiatan itu. Otak sebenarnya di balik Medan Fashion Show itu tidak lain adalah istri Bobby Nasution, Kahiyang Ayu.
Adalah terdakwa Benny Iskandar Nasution yang pertama kali membeberkan nama Kahiyang sebagai penggagas utama di balik pagelaran Medan Fashion Show itu. Ia tegas menyebutkan, semua kegiatan berada di bawah kendali Kahiyang Ayu.
“Semua rencana dan pelaksanaan kegiatan Medan Fashion Show merupakan perintah dari Ibu Kahiyang. Kami hanya melaksanakan perintah saja. Kalau tidak kami laksakanan, kami akan dicopot dari jabatan,” kata Benny Iskandar Nasution.
Untuk kegiatan itu, Dinas Koperasi dan UKM Medan diminta sebagai pelaksana di permukaan, tapi dalam operasionalnya, semua berada di bawah kendali Kahiyang sebagai Kepala Dewan Kerajinan Daerah. Benny mengaku mendapat perintah langsung dari Kahiyang untuk melaksanaan event tersebut.
Awal mulanya Benny mengaku diminta menghadapi Kahiyang untuk menyiapkan acara itu.
“Saya langsung diperintahkan ibu walikota untuk menghadap beliau. Lalu ibu Walikota memerintahkan saya membuat kegiatan besar yang dinamakan Medan Fashion Show. Semua acara akan diatur Ibu Kahiyang, termasuk dalam pemilihan artis ibukota yang diundang,” kata Benny di persidangan.
Mendapat perintah itu, Benny langsung menyiapkan tim kerja. Ia mengaku tidak berani membantah perintah itu karena takut akan dicopot oleh Bobby Nasution. Malah Benny mengaku kalau Kahiyang ikut juga melontarkan ancaman kepada dirinya.
"Beliau mengatakan, kalau saja event itu tidak bisa dilaksanakan, maka kami akan dicopot," kata Benny.
Ancaman itu yang membuat Benny dan jajarannya harus bekerja keras menjalankan semua perintah Kahiyang.
Ketua majelis Hakim, Asad Rahim Lubis sempat melontarkan kritik kepada Benny yang dianggap terlalu takut kepada Kahiyang dan Bobby. Dengan cepat Benny membenarkan pernyataan itu.
"Ya sudah pasti Pak hakim. Semua itu karena terpaksa. Makanya perintah itu harus dimaksimalkan. Takut dicopot kalau tidak melaksanakannya," ujar Benny lagi.
Sebagai kepala dinas yang bertanggungjawab sebagai pelaksana, Benny juga harus menyiapkan anggaran yang banyak agar pelaksanaan event lebih meriah. Walikota Medan Bobby Nasution juga sangat mendukung keinginan istrinya itu sehingga alokasi anggaran kegiatan tersedia cukup besar.
Untuk melaksanakan event itu, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan mendapat anggaran Rp 5.195.523.568 yang bersumber dari APBD Kota Medan. Adapun anggaran yang terpakai untuk acara Medan Fashion Festival diperkirakan sebesar Rp. 4.857.315.650.
Untuk bisa melaksanakan event Medan Fashion Festival tersebut, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan mengirimkan surat kepada unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) Kota Medan agar melakukan pelelangan.
Sistem lelang itu yang kemudian memutuskan CV. Global Mandiri, perusahaan milik tersangka Hamdani sebagai event organizer.
Kegiatan Medan Fashion Festival berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juli 2024 berlokasi di Hotel Santika Medan. Adapun kegiatan itu lebih banyak menampilkan fashion karya designer Kota Medan dan Designer Nasional. Fashion yang ditonjolkan umumnya bernuansa etnik yang dikombinasikan dengan gaya modern. Acara itu menampilkan sejumlah model dari Kota Medan maupun model nasional.
Selama acara berlangsung, peran Kahiyang sangat menonjol dalam pengatur segalanya.
Seluruh kegiatan itu memakan anggaran sekitar Rp 4.854.339.300 sebagaimana tercatat dalam kontrak. Namun dalam pelaksanaannya, anggaran yang terpakai hanya sekitar Rp3.378.207.522. Dengan demikian ada anggaran yang diselewengkan sekitar Rp 1.4 miliar.
![]() |
| Kahiyang Ayu di acara Medan Fashion Show 2024. Ia adalah penggagas acara tersebut |
Erwin Saleh yang kala itu menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan ikut terseret karena dituding turut serta menikmati anggaran tersebut untuk kegiatan transportasi. Anehnya, Kahiyang sama sekali tidak tersentuh. Malah terkesan namanya sengaja dikaburkan dalam kasus itu.
Mencuat kabar kalau keputusan Pengadilan Negeri Medan yang sengaja menggelar sidang pada malam hari adalah untuk membuat kasus ini tidak menyebar ke publik sehingga nama Kahiyang akan terlindungi.
Tapi Benny dan terdakwa lainya tidak mau dijadikan korban. Mereka pun langsung menyeret nama Kahiyang dalam kasus itu. Pada sidang berikutnya pun, soal keterlibatan Kahiyang akan dibongkar lagi.
Dengan disebutnya nama Kahiyang, semestinya majelis hakim harus menghadirkan sosok itu ke persidangan, minimal sebagai saksi. Tapi apakah hakim berani menghadirkan putri Jokowi itu untuk dihadapkan dengan para terdakwa?
Hal ini yang masih menjadi pertanyaan publik. Bisa jadi nama Kahiyang hanya disebut, tapi tidak akan pernah dihadirkan di persidangan.
Hakim mungkin saja kuatir sidang ini akan menyebar ke berbagai kasus lainnya sehingga posisi Kahiyang semakin terjepit. Bisa-bisa nama Bobby pun ikut terseret.
Adapun Benny, Erwin Saleh, Anwar Syarif dan Hamdani yang menjadi terdakwa pada sidang itu harus menanggung semua tuduhan terhadap kasus korupsi Medan Fashion Show. Mereka dituding melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukumnya bisa di atas lima tahun.
Sedangkan Kahiyang, kini nyaman duduk sebagai Ketua PKK Tingkat provinsi. Sama sepertinya suaminya Bobby Nasution, nama Kahyang seakan bersih dari segala tuduhan korupsi.
Publik kini sedang menunggu apakah majelis hakim mau memanggil dan memeriksa Kahiyang dalam kasus itu…**

