-->

UAS Dicegat Massa Saat Tiba Kutai Barat, Permady Arya Menilai Perlawanan Massa itu Wajar

Sebarkan:

Aksi sejumlah massa anti Islam saat menghadang kehadiran Ustad Abdul Somad di Kutai Barat, Kalimantan Barat 
Viral beredar di media sosial tentang aksi massa saat rombongan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS) dihadang oleh sekelompok massa anti Islam di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026). Kelompok massa itu mengaku sebagai warga Dayak yang beragama Kristen.

Mereka menolak kedatangan UAS ke Kutai Barat untuk mem berikan ceramah di depan ribuan umat Islam di kota itu. Alasannya tidak jelas. Mereka hanya berdalih, ceramah UAS berpotensi merusak kedamaian antar umat  beragama di daerah itu.

Sejumlah tokoh Kristen langsung membela aksi massa itu. Salah satunya  Permadi Arya, mantan anggota Banser NU yang sudah dibaptis menjadi pengikut Kristen. 

Permadi alias Abu Janda yang saat ini melarikan diri ke Amerika melalui akun instagram resminya @permadiaktivis2 pada Minggu (5/7/2026)  terang-terangan membela aksi warga penentang UAS itu.

Ia meminta UAS untuk bercermin dan melakukan introspeksi mendalam atas substansi ceramah-ceramahnya selama ini.

"Guys, ini lagi rame Ustadz Abdul Somad ditolak dan dihadang oleh masyarakat di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kita harus paham konteksnya dulu ya," ujar Abu Janda dalam unggahannya.

Dalam narasinya yang tajam, Abu Janda mengungkit kembali sejumlah kontroversi masa lalu yang pernah menyeret nama sang pendakwah. Ia mengingatkan publik mengenai potongan ceramah UAS yang dinilai melukai hati umat Kristiani terkait simbol salib.

"Si Somad ini dulu pernah menistakan agama Kristen. Somad sudah dilaporkan ke polisi, tapi sampai hari ini tidak diproses karena di Indonesia pasal penistakan agama itu hanya berlaku untuk yang menistakan agama Islam. Kalau yang menistakan agama selain Islam, pasalnya tidak berlaku," cetusnya dengan nada satir.

Tidak berhenti di situ, Abu Janda juga mengungkit alasan di balik pencekalan UAS oleh otoritas imigrasi Singapura di Bandara Changi beberapa tahun silam.

Menurutnya, rekam jejak digital terkait ceramah mengenai aksi bom syahid menjadi pemicu utama penolakan di luar negeri, yang kini polanya dinilai mirip dengan penolakan di daerah.

"Jadi intinya, kalau sampai ditolak sama masyarakat kayak gini, ya introspeksilah. Jangan nyalahin masyarakat yang nolaknya. Ente Somat udah bener belum kotbahnya. Mat Somat," pungkas Permadi Arya secara lugas.

Sebelumnya, potongan video yang beredar memperlihatkan situasi mencekam di Bandara Melalan, Kalimantan Timur. Sejumlah orang tampak merangsek maju berusaha mencegat iring-iringan mobil Mitsubishi Pajero Sport yang membawa UAS dan timnya.

Beruntung, kesigapan personel kepolisian dan jajaran TNI berhasil membentengi rombongan melalui barikade ketat, sehingga gesekan fisik dapat dihindari. UAS kemudian tetap menyampaikan ceramahnya di depan ribuan umat Islam di daerah itu.

Saat dimintai konfirmasi, pihak Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat memilih tidak bersuara banyak mengenai kronologi detail ketegangan di lapangan. Mereka  hanya membagikan sejumlah tautan berita dan dokumentasi yang menunjukkan bahwa agenda utama UAS di Kutai Barat pada akhirnya tetap berjalan tanpa hambatan. 

Ustad Abdul Somad
UAS sendiri dikabarkan sukses menggelar Tablig Akbar di Islamic Centre Melak pada Jumat malam yang dihadiri ribuan jemaah.

Safari dakwahnya berlanjut pada Sabtu (4/7/2026) dalam acara tasyakuran Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam—sebuah acara besar yang juga dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Rencana kehadiran UAS di Kutai Barat sebenarnya sudah direncanakan secara matang oleh aparat daerah setempat.  Forkopimda Kutai Barat telah menggelar rapat terkait kehadiran ulama tersebut.   Hadir pada rapat itu sejumlah tokoh adat hingga tokoh masyarakat setempat. 

Hasilnya, rapat menyetujui kehadiran UAS.

Namun, belakangan muncul kelompok anti Islam yang memprotes kehadiran UAS di kota itu. Mereka melakukan aksi, dan bahkan sempat menaiki kendaraan yang diduga dinaiki UAS. Mereka menolak kehadiran UAS karena tak ingin ada perpecahan lewat ceramah UAS.

Isu inipun dipanas-panasi oleh sekelompok anti Islam yang ada di di luar negeri. Permadi Arya, yang dulunya binaan Ansyor NU, ikut mendukung aksi itu. 

Sementara  NU sendiri tidak berbicara mengenai penghadangan terhadap UAS itu. Mungkin saja mereka sedang sibuk mengurus tambang, atau sibuk membahas siapa pimpinan baru  NU yang akan mendekati penguasa di masa depan. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini