-->

Delapan Sultan Sumatera Timur akan Berdialog dengan AHY Terkait Penguatan Peran Etnis Melayu

Sebarkan:
Menko Agus Harimurti Yudhoyono

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melakukan dialog dengan para sultan dari delapan kesultanan yang ada di Sumatera Timur dalam rangka mendorong kebangkitan etnis melayu di nusantara. Dialog akan berlangsung di rumah salah satu tokoh Sumut, Irmansyah Lubis di Jalan Rajawali 43 Medan pada Kamis malam (2/7/2026).

Delapan sultan yang dijadwalkan hadir pada pertemuan itu, antara lain, Sultan Deli, Sultan Serdang, Sultan Asahan, Sultan Langkat, Sultan Panai, Sultan Kualuh, Sultan Kota Pinang, dan Sultan Bila. 

Kedelapan kesultanan ini merupakan lembaga adat yang berperan sebagai penyatu rumpun melayu di wilayah Sumatera Timur.

Adapun gagasan pertemuan ini lahir dari keinginan para sultan untuk mendorong bangkitnya peran generasi muda melayu dalam pembangunan. Gagasan itu akan mereka tuangkan saat pertemuan dengan Menko AHY karena terkait erat dengan pembangunan infrastruktur dan SDM generasi Melayu.

“Kami rasa Menko AHY sangat cocok menjadi tumpahan kami untuk menyampaikan aspirasi  karena Beliau memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan kewilayahan,” kata Syarifuddin Siba, tokoh Melayu Sumut yang merupakan salah satu penggagas acara.

Topik yang akan dibahas dalam pertemuan itu sangat beragam,  mulai dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat pantai timur, dukungan untuk memperkuat solidaritas dan persatuan masyarakat Melayu, serta upaya meningkatkan peran kesultanan dalam pembangunan daerah.

“Intinya dialog nanti lebih banyak membahas rencana penguatan persatuan masyarakat Melayu. Kita berharap Menko Infra berkenan mendukung langkah itu,” kata  Syarifuddin Siba.

Pertemuan sengaja dilakukan di rumah salah satu tokoh Sumut, Irmansyah Lubis untuk menjaga kenetralan sehingga para sultan bisa bebas menyampaikan aspirasinya.

Dalam system perpolitikan di Indonesia saat ini, peran sultan memang tidak seperti dulu lagi yang memegang kendali dalam sistem pemerintahan. Saat ini sultan lebih banyak berperan sebagai simbol adat, budaya, dan pemersatu masyarakat.

Meski tidak lagi memiliki kewenangan administratif pemerintahan, namun sultan tetap dihormati sebagai pemangku adat dan pelindung warisan sejarah. Dalam budaya Melayu, sultan merupakan  tokoh pemersatu yang berperan sebagai jembatan penghubung antara masyarakat melayu dengan pemerintah daerah.

Sistem pemerintahan di Indonesia juga mengakui kalau sultan berperan dalam penguatan adat dan budaya, termasuk dalam menjaga situs sejarah serta benda-benda pusaka. Sultan juga menjadi figur sentral  dalam mempromosikan pariwisata budaya yang berdampak pada ekonomi lokal. 

Oleh karena itu tangggungjawab moral sultan terhadap masyarakatnya tetap kuat.

AHY sangat menyadari pentingnya peran sultan dalam penguatan budaya di wilayah Sumatera Timur. Oleh karena itu ia dengan senang hati menyambut undangan berdialog dengan delapan sultan Sumatera Timur yang berlangsung di Medan.  

Dialog itu nantinya akan diramaikan dengan beberapa atraksi budaya melayu. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini