![]() |
| Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap |
Proses pemeriksaan Zakiyuddin, menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi, berjalan lancar. Pemeriksaan telah berlangsung pada Selasa (23/6/2026).
“Nggak ada masalah, pemeriksaan berjalan lancar. Beliau diperiksa sebagai saksi,” kata Rizaldi saat dihubungi melalui telepon seluler pada Rabu (24/6/2026).
Adapun pemeriksaan Zakiyuddin itu berkaitan dengan perkara Farah Hamina Harahap alias Fahira, yang mengajukan permohonan kredit rekening koran atas nama CV Hasian Abadi Grup. Belakangan ternyata Farah mengorupsi kredit itu sehingga ia dinyatakan tersangka. Fahira sampai saat ini masih dalam pelarian.
"Dalam perkara ini, Fahira -- sudah masuk DPO (masuk daftar pencarian orang). Kasus ini terus masih diusut,” kata Rizaldi.
Zakiyuddin terpaksa ikut sebagai salah satu terperiksa dalam kasus itu karena ia dianggap tahu mengenai kasus tersebut.
“Belum ada indikasi bahwa Zakiyuddin terlibat dalam korupsi itu. Sebagai pimpinan Bank Sumut Cabang Krakatau ketika itu tentunya ia layak untuk dimintai keterangan. Kita lihat saja hasil pemeriksaan berikutnya,” tambah Rizaldi.
Namun Rizaldi enggan menjelaskan secara rinci terkait pertanyataan-pertanyaan yang disampaikan tim penyidik pada Zakiyuddin dan apakah masih akan melakukan pemanggilan lebih lanjut.
Fahira, dalam perkara ini mengajukan kredit diduga tanpa dilengkapi dokumen pendukung sebagai syarat pengajuan kredit modal usaha, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,2 miliar. Keterangan Zakiyuddin dibutuhkan penyidik untuk mendalami perkara dugaan korupsi kredit tersebut.
Farah Hamina Harahap merupakan sosok wanita pengusaha yang merupakan Direktur CV Hasian Abadi Group yang menjadi figur sentral dalam pusaran kasus rasuah itu. Berkas pengajuan kredit modal kerja milik Fahira diduga kuat lolos dan dicairkan tanpa dilengkapi dengan dokumen pendukung yang sah dan valid sesuai standar operasional perbankan.
Akibat dugaan manipulasi penyaluran kredit itu, keuangan Bank Sumut ikut berguncang. Apakah Zakiyuddin ikut terlibat memuluskan cairnya kredit itu? Ini yang masih menjadi tanda tanya.
Sebelum terjun dalam dunia politik, Zakiyuddin Harahap memang berkarir sebagai karyawan PT Bank Sumut. Pria kelahiran Medan 1 Januari 1973 sempat menempati sejumlah jabatan penting di bank milik daerah itu hingga 2016.
Selagi menjabat sebagai karyawan Bank Sumut, Zakiyuddin juga aktif dalam organisasi. Ia pernah terlibat dalam organisasi MKGR Sumut dan AMPI Sumut, dua organisasi yang berafiliasi dengan Golkar.
Pada penghujung 2016, setelah mundur dari Bank Sumut, Zakiyuddin sempat menjabat Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumut dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut.
Zakiyuddin memiliki kedekatan dengan Golkar karena ayahnya Shaleh Harahap yang merupakan Bupati Tapanuli Selatan pada periode 2000-2004 dikenal sebagai politisi Golkar.
Namun sejak 2017 Zakiyuddin memutuskan berpindah sebagai politisi Gerindra dengan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua DPC Gerindra Padang Lawas Utara (2019–2024).
Pada Pilkada Medan 2024, Zakiyuddin dicalonkan Gerindra untuk mendampingi Rico Waas (politisi Nasdem) untuk maju sebagai Wakil Walikota Medan. Pasangan ini sukses terpilih dan memimpin kota Medan sampai 2029 nanti.
Pemeriksaan di Kejati Sumut ini merupakan kasus korupsi pertama yang menyentuh Zakiyuddin.***
