-->

Yuk, Kenalan dengan Chelsie Monica Sihite, Cewek Batak yang Taklukkan Pecatur Terhebat Dunia

Sebarkan:

Chelsie Monica Ignesias Sihite, pecatur perempuan berdarah batak yang kini mengikuti turnamen catur internasional di Hongkong
Para pegiat catur pasti mengenal sosok Magnus Carlsen, pecatur yang disebut  memiliki kecerdasan tertinggi di dunia. Bahkan di antara semua pecatur yang pernah ada di muka bumi, Magnus Carlsen disebut-sebut yang terbaik sehingga ia dijuluki The greatest of all of time (GOAT)  dalam dunia catur. Ia selalu juara dalam setiap event catur internasional yang diikutinya.

Tapi tidak disangka, dalam sebuah pertandingan ekshibisi di Hongkong baru-baru ini, Magnus Carlsen justru kalah melawan pecatur wanita asal Indonesia, Chelsie Monica Ignesias Sihite. Tentu saja ini sebuah kejutan, sebab tidak banyak pecatur di dunia yang bisa mengalahkan Magnus.

Kekalahan Magnus terhadap Chelsie Monica memang bukan dalam pertandingan resmi, melainkan pertandingan simultan yang bersifat hiburan atau uji coba menjelang berlangsungnya  agenda FIDE World Rapid and Blitz Team Championships di Hongkong pekan ini.

Sebelum acara dimulai, Magnus bertanding secara simultan melawan 24 pecatur sekaligus dari berbagai belahan dunia. Chelsie termasuk salah satu dari pecatur yang bermain di ajang itu.

Dari  24 atlet catur yang berhadapan dengan pecatur hebat asal Norwegia itu, ternyata hanya Chelsie yang mampu menundukkannya.  Tak heran jika kemenangan Chelsie itu langsung mendapat perhatian dari para pengunjung.

Meski menang dalam pertandingan simultan, tapi kemenagan Chelsie tetap sangat dihargai karena yang dilawannya adalah pecatur terhebat di dunia. Magnus pun sampai tersenyum melihat kecerdasan Chelsie. 

Ia langsung menjabat tangan perempuan 30 tahun yang memiliki gelar Women International Master (WIM) sebagai tanda mengaku kalah. “Good..very good,” katanya mengucapkan selamat kepada Chelsie.

Chelsie pun seketika tersenyum, menghela napas, dan menutup muka dengan tangan seperti tidak percaya sudah mengalahkan pecatur nomor satu dunia.

Setelah pertandingan simultan tuntas, Chelsie sempat pula meminta tanda tangan Carlsen dan berpose untuk melakukan foto bersama.

Chelsie termasuk salah satu pecatur dunia yang datang ke Hong Kong untuk mengikuti World Rapid and Blitz Championship yang dimulai pekan ini. Ia termasuk yang sangat mengagumi kecerdasan Magnus. Ia berharap bisa berhadapan dengan panutannya itu suatu saat nanti dalam pertandingan resmi.

“Pertandingan simultan ini memang bukan jaminan untuk bisa menghalahkan Magnus. Apalagi yang dihadapi Magus 24 pecatur sekaligus. Namun tentu saja kemenangan itu sangat penting untuk  membangun semangat Chelsie terus meningkatkan kemampuannya,” kata Utut Adianto, mantan pecatur dunia yang merupakan guru catur Chelsie.

Adapu Chelsie sendiri mengaku sangat bangga dengan pencapaiannya itu.

"Bisa bermain dengan Magnus membuat saya bahagia dan ya ada rasa grogi karena dia adalah pecatur terbaik sepanjang masa [GOAT], dan salah satu idola saya juga," kata Chelsie dalam pengakuan yang diunggah akun YouTube ChessBase India.

Magnus Carlsen saat bertanding simultan melawan 24 pecatur sekaligus di Hongkong baru-baru ini. Semua ia kalahkan kecuali Chelsie Monica Sihite
"Saya semakin grogi karena banyak anak-anak yang bermain. Jadi saya berharap saya tidak kalah dengan cepat, lima atau sepuluh menit. Saya hanya berusaha bertahan, tetapi saya beruntung," ujarnya melanjutkan sembari tertawa.

Profil Chelsie

Chelsie Monica Ignesias Sihite adalah pecatur perempuan nasional Indonesia berdarah batak,  sekaligus kreator konten dan streamer yang dikenal sebagai salah satu atlet catur putri paling berprestasi di generasinya.

Lahir pada 2 November 1995, Chelsie mulai menorehkan prestasi sejak usia muda dan secara bertahap menjadi salah satu andalan Indonesia di level internasional. Dalam kariernya, ia berhasil meraih gelar Woman Candidate Master (WCM) pada 2008, Woman FIDE Master (WFM) pada 2010, dan mencapai gelar Woman International Master (WIM) pada 2011.

Di lingkungan catur nasional, namanya dikenal sebagai pemain yang konsisten memperkuat tim Indonesia dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk lima edisi Olimpiade Catur dunia, yakni di Khanty-Mansiysk (2010), Istanbul (2012), Tromso (2014), Baku (2016), dan Batumi (2018).

Perjalanan prestasi internasional Chelsie mulai menarik perhatian ketika ia meraih gelar Woman International Master pada Kejuaraan Catur Kelompok Umur ASEAN+ ke-12 di Tarakan pada Juni 2011. Dalam turnamen tersebut, ia mengumpulkan 6,5 poin dan finis di kelompok teratas bersama beberapa pemain kuat Asia.

Setahun kemudian, ia tampil mengesankan pada Kejuaraan Dunia Junior di Athena, Yunani, dengan menempati posisi kedelapan dunia setelah mengoleksi 8,5 poin, hanya terpaut satu poin dari juara turnamen.

Pada tahun yang sama, tepatnya dalam Olimpiade Catur 2012 di Istanbul, Turki, Chelsie mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya dengan meraih norma Woman Grandmaster (WGM) pertama. 

Ia membukukan delapan poin dari sepuluh pertandingan dan menjadi salah satu pemain dengan performa terbaik di papan kedua, membantu Indonesia mengakhiri kompetisi di peringkat ke-24 dunia.

Di tingkat nasional, Chelsie semakin mengukuhkan reputasinya setelah menjuarai Kejuaraan Nasional Catur Putri Indonesia ke-45 pada 2015 di Jakarta. Ia tampil tanpa kekalahan dengan perolehan delapan poin dan berhasil mengungguli sejumlah pecatur putri terbaik Indonesia.

Pada 2019, ia kembali menunjukkan kapasitasnya di level internasional dengan meraih norma Woman Grandmaster kedua dalam Turnamen JAPFA Women Grandmaster di Yogyakarta.

Selain itu, ia juga menjadi bagian penting tim nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi beregu, termasuk Asian Nations (Regions) Women Online Cup 2020, ketika Indonesia berhasil menembus final dan meraih posisi runner-up setelah kalah dari India.

Chelsie tercatat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2008, 2012, dan 2021, serta menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih emas pada SEA Games 2013 dan 2022.

Pengalaman dan popularitasnya di dunia catur digital kemudian membawanya bergabung dengan Chess.com, platform catur terbesar di dunia. Sejak April 2022, ia bekerja secara penuh waktu sebagai Indonesian Content Manager, yang bertanggung jawab mengembangkan konten dan komunitas pengguna Chess.com di Indonesia.

Chelsie menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen di Perbanas Institute pada 2019 sebelum melanjutkan studi magister di institusi yang sama dengan konsentrasi Marketing Management, yang diselesaikannya pada 2024.

Chelsie tertarik bermain catur karena terpengaruh dengan ayahnya yang memang hobi bermain catur bersama tetangga. Selain minum tuak, catur memang merupakan permainan yang sudah mentradisi di kalangan orang batak.

“Almarhum ayah yang mengajari saya bermain catur. Kata ayah, orang batak itu harus pintar main catur,” ujar Chelsie mengenang ayahnya. Dari didikan ayahnya itulah sehingga Chelsie semakin larut dalam permainan catur sehingga membawanya menjadi atlit professional.

Chelsie pertama kali mengikuti kejuaraan catur di tingkat kejuaraan SD pada  2003 di Jakarta. Tidak disangka ia langsung menyabet juara satu. Prestasi itu membawa Chelsie semakin aktif mengikuti kejuaraan catur nasional.

Sampai akhirnya pada 2008,  setelah menjuarai beberapa event catur pelajar nasional ia mendapat tawaran berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi. Sejak itu prestasinya terus mengkilap, sehingga Chelsie kerap menjadi andalan Indonesia dalam kejuaraan catur dunia. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini