-->

Jelang Musda Demokrat Sumut, Sejumlah Nama Mencuat, Tipis Peluang Lokot Nasution Bertahan

Sebarkan:
Lokot Nasution (tengah) ketua DPD Demokrat peride 2021-2026. Peluang dirinya terpilih kembali pada Musda Demokrat Juli mendatang sangat tipis.

Jika tidakada aral melintang, Musyawarah Daerah (Musda)  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut akan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Sejumlah nama sudah mulai kasak kusuk mencari peluang untuk memimpin partai itu. Sementara Ketua DPD Demokrat petahana, Lokot Nasution yang juga anggota komisi V DPR RI, tampak berusaha mempertahankan tahtanya.

Namun peluang Lokot terpilih kembali sangatlah tipis mengingat selama kepemimpinannya, pencapaian Partai Demokrat di parlemen jauh berkurang.

Di DPRD Sumut misalnya, suara Demokrat yang sebelumnya meraih 9 kursi pada Pemilu 2019, mengalami penurunan menjadi 5 kursi pada Pemilu 2024.  Padahal saat pertamakali menduduki kursi ketua, Lokot sempat sesumbar membawa partainya meraih 19 kursi di DPRD Sumut. Hasilnya, jauh panggang dari api..!

Sementara untuk kursi di DPR RI, pada Pemilu 2019 Partai Demokrat Sumut tidak mengalami kenaikan, tetap meraih 3 kursi yang diisi oleh Lokot Nasustion, Hinca Pandjaitan dan Sabam Sinaga.

Selain penurunan prestasi, selama memimpin DPD Demokrat Sumut sejak 2021, nama Lokot berkali-kali mencuat di pengadilan karena terkait kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).  

Bahkan namannya sempat disebut sebanyak 30 kali dalam putusan sidang korupsi DJKA di Pengadilan Negeri Semarang. Ia pernah pula dipanggil memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan dalam kasus yang sama.

Kasus korupsi itu terjadi saat ia masih berstatus sebagai ASN di Kementerian Perhubungan sebelum mengundurkan diri pada 2019 untuk terjun ke politik.

Dengan sederet permasalah itu, bisa dipastikan nama Lokot Nasution tidak akan banyak mendapat dukungan pada Musyawarah Daerah nanti. Para pengurus DPC kabupaten/kota juga banyak kecewa dengan kepemimpinannya. 

Para pemilik suara cenderung akan memilih figur baru yang lebih mumpuni, lebih bersih dan mendapat dukungan arus bawah.

Sejumlah nama telah digadang-gadang muncul menggantikan Lokot untuk posisi kursi ketua. Mereka, antara lain, Ketua  Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Hj Anita Lubis yang merupakan kakak ipar dari ketua DPW PKB Sumut Ashari Tambunan, dan ibunda Wakil Bupati Serdang Bedagai dari partai Golkar Adlin Tambunan. Saat ini Anita juga menjabat Ketua DPC Demokrat Deli Serdang.

Namun peluang Anita mengambilalih pucuk pimpinan masih diragukan karena selama kepemimpinannya, prestasi Partai Demokrat Deli Serdang juga tidak mengalami banyak kemajuan.

Ada pula nama Plt Sekretaris Demokrat Sumut, Johansyah Bangun yang merupakan adik kandung Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rudy Hartono Bangun. Sejak beberapa waktu lalu, Johansyah sudah kasak kusuk mendekati sejumlah DPC kabupaten/kota guna mendapatkan dukungan suara.

Kader senior Demokrat, Armin Simatupang yang saat ini berstatus anggota fraksi DPRD Provinsi Sumut disinyalir maju kembali karena ia percaya diri memiliki basis massa yang cukup kuat di tingkat arus bawah. Sosok ini sudah pernah bersaing merebut jabatan Ketua Demokrat Sumut pada Musda 2021, namun kalah bersaing dengan Lokot Nasution.

Dari semua nama yang muncul, ada satu sosok yang disebut-sebut sangat berpeluang besar merebut kursi ketua itu. Dia adalah Sabam Sinaga, anggota DPR RI yang juga menjabat Wakil Bendahara Umum DPP Demokrat.

Sabam Sinaga, kandidat kuat Ketua DPD Demokrat Sumut periode 2026-2031
Sabam Sinaga merupakan politisi yang memiliki latar belakang organisasi yang kuat. Ia juga memiliki basis massa yang cukup besar di Sumut terkait dengan posisinya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Kerukunan Umat Pentakosta (Perkupi). 

Di samping itu, ia sosok yang sangat nasionalis, sehingga dianggap cocok memimpin Partai Demokrat Sumut. Sabam telah dua periode duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut II.

Nilai tambahnya, Sabam Sinaga cukup dekat dengan figur ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono karena keduanya sama-sama pengurus di tingkat pusat.

Partai Demokrat pada dasarnya memiliki basis suara cukup besar di Sumut. Pada Pemilu 2014, partai ini sempat menduduki posisi tiga besar dalam mendominasi kursi DPRD dengan perolehan 14 kursi. Namun pada Pemilu 2019 perolehan itu turun menjadi 9 kursi, dan pada Pemilu 2024 semakin menurun lagi menjadi 5 kursi.

Menjelang Pemilu 2029, Demokrat sedang menyusun kekuatan untuk kembali berotot di panggung politik nasional dan daerah. Makanya mereka berupaya  mencari figur ketua DPD yang siap berjuang untuk mendapat dukungan dari arus bawah. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini