![]() |
| Konferensi pers pernyataan mengundurkan diri Ferri Nuzarli dari Sekjen Partai Buruh di Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (26/6/2026 |
Suka cita Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang pada 8 Juni lalu dilantik sebagai Penasihat Presiden Prabowo bidang Ketenagakerjaan, ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah pelantikan itu, para pengurus Partai Buruh, mulai dari Sekjen dan jabatan elit lainnya di tingkat pusat dan daerah, ramai-ramai mengundurkan diri.
Sekjen Ferri Nuzarli mengklaim, ada sekitar 1,3 juta kader Partai Buruh di seluruh Indonesia yang mengikuti jejaknya mundur dari partai itu. Mereka mundur karena merasa suasana di partai itu tidak lagi kondusif untuk membangun demokrasi.
Partai hanya dijadikan langkah untuk mencari jabatan, bukan untuk mendorong perubahan bagi kehidupan buruh.
"Keputusan mundur ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri dalam konferensi pers Jumat (26/6) dikutip pada Minggu (28/6).
Ferri menyebut langkah ini sebetulnya merupakan masalah internal yang terjadi sejak lama, dan telah dicoba diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, itu semua tak membuahkan hasil.
Meski begitu, ia menegaskan pengunduran diri itu dilakukan baik-baik dan akan tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh.
"Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," ucap dia.
Ferri mengatakan pengurus yang mengikuti langkahnya untuk mundur itu tersebar di berbagai daerah antara lain Sumatra Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Partai Buruh merupakan partai yang dibentuk sejumlah organisasi buruh yang bergabung dalam Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Partai ini sejatinya didirikan oleh tokoh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan pada 2001, yang kemudian ikut berpartisipasi pada Pemilu 2004 dan 2029.
Namun dukungan untuk partai ini cukup rendah, sehingga seiring perjalanan waktu, Partai Buruh menghilang dari perpolitikan nasional. Setelah Muchtar Pakpahan meninggal dunia pada Mei 2021, praktis partai itu turut tenggalam.
Barulah pada 2023, sekelompok organisasi buruh yang bergabung dalam Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) bersepakat menghidupkan kembali partai ini dengan menunjuk Said Iqbal sebagai pimpinannya.
Mereka kembali ikut pada Pemilu 2024. Misi utama partai buruh adalah meningkatkan kesejahteraan para pekerja Indonesia.
Lagi-lagi partai ini gagal mendapatkan dukungan pemilih. Meski demikian pimpinannya tetap dirangkul oleh Prabowo Subianto untuk duduk sebagai penasihat presiden. Jabatan itu setingkat dengan jabatan seorang menteri.
Selain itu, ada pula beberapa tokoh buruh yang mendapat jabatan lain di pemerintahan. Sejak bergabung dengan pemerintah, suara buruh terkesan tidak vokal lagi.
Mencuat anggapan kalau elit partai ini mulai dekat dengan penguasa dan menjual penderitaan buruh untuk mendapatkan kekuasaan. Hal inilah yang membuat para buruh arus bawah mulai keberatan sehingga perpecahan tidak dapat terhindarkan.
Tidak jelas bagaimana nasib Partai Buruh ke depan setelah mundurnya sejumlah pengurus ini. Meski demikian Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, tetap bersikeras akan melanjutkan kiprah partai itu.
Terkait pengunduran sejumlah pengurus itu, Said Iqbal enggan merespons panjang lebar. Ia irit bicara seraya mengatakan pengunduran diri kader dalam partai politik merupakan hal yang lumrah.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut," kata Said Iqbal, Sabtu (27/6) malam.
Pada saat yang sama, ia mengatakan partainya tetap akan melantik pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6). Selain itu, Said juga memastikan kursi Sekjen yang ditinggalkan Ferri akan diisi lagi dari kader internal partainya.
"Dari internal partai buruh [sekjennya]," ujar dia. **
