Tak mengherankan jika foto tersebut kemudian mengundang meme dari media sosial dengan judul, “ foto bersama para koruptor!”
Adapun Jokowi dianggap sebagai mafia korup terbesar di foto itu sesuai dengan gelar yang diberikan lembaga internasional ()CCRP) kepadanya.
Terbongkarnya permainan para mafia menyambut safari Jokowi di Lampung tidak lepas dari kerja cepat para nitizen yang membongkar kasus itu. Mereka lantas menyebut satu persatu kejahatan para tetua adat tersebut di foto yang beredar.
Pada sisi paling kiri Jokowi, tertulis nama Bustami Zainudin yang diduga terlibat dalam kasus mafia tanah, di sebelahnya terdapat Andi Achmad yang diduga terseret dalam kasus korupsi APBD senilai Rp28 miliar.
Selanjutnya tepat di sebelah kanan ada tokoh adat Lampung Mawardi Harirama, lalu Abdurachman Sarbininuang yang diduga pernah terlibat dalam kasus korupsi pengadaan kapal cepat senilai Rp2,8 miliar, korupsi gedung Islamic Center senilai Rp17 miliar dan korupsi pengadaan makan dan minum PNS senilai Rp2,5 miliar. Di sebelahnya ada relawan Jokowi, Relly Reagen.
Menanggapi hal ini, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali atau yang akrab disapa Mat Ali berupaya membela diri. Belakangan ia mengaku tak kenal sama sekali dengan orang-orang tersebut. Yang ia tahu, mereka adalah pemuka adat di Lampung selama ini.
"Pak Jokowi hadir selaku tamu, sebagai orang yang diberi gelar dari pemangku adat yang ada di Lampung sana. Kalau ditanya apakah kemudian ada orang yang bermasalah, tidak ada satu orang pun yang kita kenal, yang kita tahu bahwa mereka bagian dari pemangku adat yang ada di Lampung selama ini," tutur Mat Ali saat dihubungi Kajianberita.com di Jakarta, Rabu (30/6/2026).
Dari lima orang tersebut, menurut Mat Ali, rasa-rasanya tak mungkin ada yang korupsi karena bukan seorang pejabat.
"Masa iya petua adat ada yang tersangkut korupsi?" kata dia.
Tak hanya itu, dia juga enggan mempermasalahkan pemberian gelar kehormatan ini. Apalagi, sambung Mat Ali, Jokowi hanya sebagai pihak yang menerima gelar.
"Tanya sama pemangku adatnya dong, masa ke Pak Jokowi orang yang dikasih gelar. Tapi setahu saya kalau di daerah-daerah siapa saja ada pemberian gelar adat. Kalau ada yang permasalahkan itu, terus mau ditolak? Nanti lebih bermasalah lagi," tutur Mat Ali.
Usai safari politik di Lampung, Jokowi akan melanjutkan kunjungannya ke daerah lain. Tidak disebutkan daerah mana yang akan dikunjunginya dalam waktu dekat ini. Yang pasti, bisa jadi ada lagi para mafia korupsi yang akan menyambutnya.
Ya, hanya orang bermasalah yang mau menyambut mantan presiden yang banyak menghadirkan masalah bagi negeri ini. Rakyat harusnya cerdas melihat sosok pemimpin yang korup dan haus pencitraan. Sampai-sampai menghabiskan ratusan miliar untuk membayar buzzer di masa kepemimpinannya. Ngeri…!**
