-->

Pasca Tewasnya Driver Ojol Dilindas Rantis, Markas Brimob Digreduk Massa, Kapolri Minta Maaf

Sebarkan:

Massa menggeruduk markas Brimob di Kwitang, Jakarta mulai kamis malam hingga Jumat siang
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan warga mengepung Markas Komando Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, sejak kamis malam hingga Jumat pagi 29 Agustus ini, sebagai bentuk protes atas tewasnya Affan Kurniawan, 21 tahun, driver ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Pejompongan.

Masa yang melakukan aksi tidak hanya dari kalangan driver Ojol yang kecewa atas aksi pelindasan yang dilakukan apparat Brimob, tapi juga dari Masyarakat dan mahasiwa. Aksi itu memicu ketegangan di sekitar lokasi.

Massa sebenarnya sudah mulai berdatangan ke Mako Brimob sejak Kamis malam, tidak lama setelah tersiar kabar Affan, driver ojol yang dilindas meninggal dunia. Sejak itu suasana mencekam terjadi di Markas Brimob Kwitang. Massa meneriakkan yel-yel dan menyebut aparat sebagai “pembunuh”.

Gerakan massa itu membuat aparat Brimob mulai melawan.  Mereka membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, namun mereka kembali mendekat setelah efeknya mereda. Malah jumlah massa yang marah semakin banyak karena dibantu warga sekitar. Jutaan warga juga menunjukkan dukungan luas atas viralnya aksi ini di media sosial.

Mereka menuntut  pertanggungjawaban aparat Brimob atas wafatnya Affan Kurniawan. Affan tewas dilindas mobil  kendaraan taktis (Rantis) milk Brimob di Jakarta Pusat saat ia mau menyeberang mengantarkan pesanan makanan.

Affan sebetulnya tidak sedang ikut dalam demonstrasi yang mengecam tunjangan mewah DPR RI dan mengkritik pemerintah Prabowo Subianto. Affan justru bertugas seperti biasa hari itu, melayani pelanggannya secara online.

"Saat itu (Affan) enggak ikut demo, lagi nganter orderan GoFood. Itu dia lagi nyebrang, nah mobil barakuda (Rantis Brimob) ngebut, jadi kelindas di situ," kata Hafidz, rekan sejawatnya. Affan telah dimakamkan jumat pagi dengan diiringi ribuan massa dan rekannya sesama driver Ojol.

Berbagai ucapan simpati diberikan kepada keluarga Affan yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta. Termasuk Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo  yang sengaja datang ke rumah duka untuk meminta maaf. Ia berjanji akan menyelesaikan kasus itu secara hukum.

Inilah momen saat mobil kendaraan taktis (Rantis) milik Brimob melintas Affan Kurniawan yang sedang mengantarkan pesanan ojol. 
Namun tentu saja masyarakat tidak mudah percaya dengan janji itu sehingga kemarahan mereka tidak bisa terbendung. Begitu tingginya emosi warga sehingga pasukan TNI harus dikerahkan untuk membantu pengamanan markas brimob itu.

Untuk menetralisi amukan itu, Kapolri menegaskan akan menindak secara cepat oknum Brimob yang melindas Affan. Dan hasilnya, Jumat siang  Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyampaikan bahwa sebanyak tujuh anggota Brimob telah  ditangkap terkait insiden mobil rantis itu.

"Jadi pelaku sudah kita amankan berjumlah tujuh orang," kata Abdul Karim saat konferensi pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakpus, Jumat (29/8/2025).

Ketujuh pelaku itu adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D. Mereka masih diperiksa secara intensif.

"Masih kita dalami siapa yang nyetir masih kita dalami. Kita masih belum bisa tahu, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana ini masih dalam pemeriksaan," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya AK.

"Saya atas nama pimpinan Polda Metro, yang kedua bersama satuan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," kata Asep.

Sebelumnya, mobil rantis Brimob melindas pengemudi ojol di kawasan Jakpus. Saksi mata yang juga pengemudi ojol, Didin Indrianto menyebut insiden ini terjadi ketika polisi memukul mundur massa pedemo di gedung DPR, Jakpus.

"Mungkin dia syok, panik juga, jadi (korban) jatuh, mungkin polisi yang di dalam mobil nggak tahu atau gimana, main lindes aja. Tapi sempet ditahan kok sama massa, bahwa itu ada Gojek di bawah itu, tapi tetep nggak digubris, dilindes abis sama dia sampai ban depan sampai ban belakang," kata Didin kepada wartawan, Kamis (28/8).

Mobil rantis itu kemudian kabur. Sejumlah ojol dan pengemudi lain langsung mengejar rantis itu sampai ke daerah Kota Casablanca.

"Sempat dikejar-kejar sampai ke Kota Casablanca dikejar. Cuma karena ujan, jadi nggak banyak, dia tahu-tahu masuk ke tol," ungkapnya.

Didin mengaku merinding saat melihat kondisi korban usai dilindas. Bagian perut korban luka berat karena terlindas ban rantis tersebut. Korban dibawa ke RSCM. Namun nyawanya tak tertolong.

"Sempet ngelihat korban, orang saya sampai merinding, nggak bisa bergerak itu orang. Langsung dibawa ke atas motor, di bawa ke RSCM. Dan dapat kabar sudah nggak ada itu orang, meninggal dunia," imbuhnya. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini