![]() |
| Proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan |
“Jangan sampai gara-gara masalah ini Walikota Medan kembali didemo. Kemarin didemo dengan membawa babi, nanti gara-gara ini orang demo bawa bola,” kata Bobby Nasution dalam sebuah pertemuan zoom bersama pejabat Pemko Medan pada Senin (9/3/2026).
Dalam pertemuan itu, terlihat Bobby secara tegas menyalahkan Pemko Medan yang dinilainya lamban menyelesaikan proyek itu. Sementara di sisi lain, Bobby mengaku sudah mengusulkan Stadion Teladan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pertandingan Piala AFF tingkat ASEAN yang berlangsung pada akhir Juli 2026.
Ulah Bobby ini membuat nitizent kebingungan, sebab warga Medan tahu kalau biang kerok terbengkalainya pembangunan stadion itu adalah Bobby sendiri. Saat menjabat Walikota Medan, berkali-kali Bobby berbohong kepada masyarakat Medan soal penyelesaian proyek itu.
Proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan telah dimulai pada 6 Februari 2024 dengan menelan anggaran sebesar Rp Rp 510 miliar. Anggaran itu bersumber dari dana APBN sebesar Rp 275 miliar dan APBD Kota Medan sebesar Rp 235 miliar.
Bobby sempat berkoar-koar kalau stadion itu salah satu proyek momumental di masa pemerintahannya sebagai walikota Medan.
“Kita akan selesaikan proyek ini dalam delapan bulan. Pada oktober 2024 akan diresmikan sebagai salah satu proyek andalan kota Medan,” kata Bobby Nasution saat peletakan batu pertama dimulainya proyek itu pada 6 Februari 2024.
Bobby berjanji, stadion Teladan akan menjadi wajah baru bagi penguatan semangat sepakbola Kota Medan. Stadion Teladan yang baru ini dirancang mampu menampung penonton sebanyak 20.093 orang.
Janji Bobby itu sempat membuat warga Medan bersuka cita karena kota ini akan memiliki stadion yang megah.
Namun kenyataannya, proyek itu tak kunjung selesai. Saat Bobby masih menjabat walikota Medan, proyek itu beberapa kali terbengkalai. Pengerjaannya mandek. Sampai Oktober 2024, proyek itu baru selesai sekitar 30 persen. Jauh panggang dari api.
Lalu Bobby menebar janji baru lagi bahwa proyek itu akan dikebut hingga selesai pada 15 Januari 2025, atau sebelum ia dilantik sebagai gubernur sebab Bobby kala itu menjadi pemenang Pilkada 2024.
Namun janji inipun tidak bisa ia realisasikan.
Ketika Bobby meninggalkan jabatan Walikota Medan untuk beralih sebagai gubernur Sumut pada 21 Februari 2025, proyek pembangunan stadion Teladan Medan baru selesai sekitar 54,55 persen. Hal ini menjadi bukti bahwa yang menelantarkan proyek itu Bobby sendiri.
ia sama sekali tak mampu membuktikan janjinya kepada masyarakat Kota Medan. Dasar pembual..!
Pada akhirnya proyek itu terpaksa dilanjutkan walikota Medan hasil Pilkada 2024, Rico Waas.
Dalam keadaan semrawut sepeninggalan Bobby Nasution, Rico tetap melanjutkan proyek tersebut. Ia harus berjibaku karena banyak perencanaan yang berubah. Rico harus menjalankan tanggungjawab itu sebab revitalisasi Stadion Teladan adalah proyek Pemko Medan.
Meski demikian, Rico Waas tidak mau secara gamblang menuding kalau proyek itu ditelantarkan di masa Pemerintahan Bobby Nasution. Ia tetap menghormati Bobby sebagai pencetus proyek tersebut.
Anehnya, justru Bobby yang berbalik menyalahkan Rico Waas dengan menuding walikota Medan itu tidak becus menyelesaikan proyek tersebut. Terlihat jelas kalau menantu Jokowi ini berupaya cuci tangan dari kesalahannya.
Sampai-sampai Bobby mengancam, “Kalau memang tidak bisa selesai, saya akan cabut usulan menjadikan Stadion Teladan sebagai salah satu venue untuk Piala AFF,” katanya dengan nada tegas. Seakan tidak ada rasa bersalah pada dirinya saat mengucapkan kalimat itu.
Tingkah Bobby ini yang membuat nitizent kebingungan. Betapa tidak, semua orang tahu biang keroknya adalah Bobby sendiri, tapi sekarang ia malah menuding Rico Waas yang tak mampu menyelesaikan tugas itu.
“Kok sudah terbalik-balik masalahnya. Dia sumber masalah, dia pula yang menuding. Ada-ada saja,” kata Amri, warga sekitar Stadion Teladan.
Rico Waas sendiri tampaknya tidak mau larut dengan sindiran Bobby itu. Ia tetap berupaya untuk terus menyelesaikan proyek tersebut.
Saat meninjau lokasi pembangunan stadion itu pada akhir Februari lalu bersama Wakil Walikota Zakiyuddin Harahap, anggota Komite Eksekutif PSSI, Tim Teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan sejumlah pejabat Pemko Medan terkait, Rico tampak cukup puas dengan progress yang telah dicapai.
Ia berjanji akan terus mendorong percepatan proyek itu sehingga Stadion Teladan bisa menjadi salah satu tuan rumah Piala AFF U-20 yang digelar tahun ini.
Tim Teknis Kementerian Pekerjaan Umum, Johanes Lubis menjelaskan, tahap finishing seperti plester dan keramik ditargetkan rampung Maret ini. Selanjutnya dilakukan pekerjaan tahap kedua berupa pemasangan kursi stadion yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Paling tidak awal Juli 2026 proyek Stadion Teladan bisa selesai.
Semoga janji ini bisa dipegang. Jangan seperti janji Bobby ya..***
