Irjen Pol Arif Rahman.
Irjen Pol Arif Rahman merupakan alumni Akpol Tahun 1996 yang dikenal sangat aktif melakukan jelajah ke berbagai kawasan Nusantara. Jenderal Bintang dua itu juga begitu gesit menangani kasus bencana di kawasan pedalaman, termasuk bencana yang melanda Sumatera pada November 2025 lalu.
Arif Rachman beberapa kali datang ke lokasi bencana Sumatera dengan membawa sejumlah relawan dari Jawa Barat untuk membantu para korban. Ia bahkan sampai rela tidur di tenda darurat saat berada di wilayah bencana.
Bersama relawan lainnya, Irjen Pol Arif Rahman aktif membantu penanganan sejumlah infrastruktur secara darurat sehingga akses masyarakat bisa kembali lancar.
Salah satu aksi sosial yang dilakukan Irjen Pol Arif Rahman adalah saat mengomandoi pembangunan jembatan rintis di Desa Lubuk Siduk, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang yang terputus diterjang banjir pada 26 November 2025.
Desa Lubuk Siduk termasuk yang paling parah terkena dampak bencana sehingga membuat ratusan rumah warga hilang disapu banjir bercampur lumpur. Ada lebih 200 keluarga yang mengungsi di desa itu.
Jembatan beton yang dibangun pemerintah untuk menghubungi dua desa di kawasan itu terputus total. Pada awal Januari lalu, Irjen Pol Arif Rahman membawa tim relawan dari Jawa dan Medan guna membantu membangun jembatan gantung sebagai jembatan perintis.
Kini jembatan itu telah selesai dan sudah bisa menyatukan kembali dua desa yang terpisah oleh sungai.
Aktivitas Irjen Pol Arif Rahman menjelajah kawasan pedalaman dan kepeduliannya terhadap isu sosial membuat AHY kepincut memilihnya sebagai Ketua Overlanding Indonesia.
Arif Rahman akan memimpin kegiatan lapangan Overlanding hingga tiga tahun ke depan, menggantikan ketua sebelumnya, Renville Antonio yang wafat karena kecelakaan pada Februari 2025 lalu.
Di bawah kendali Arif Rachman, AHY berharap komunitas Overlanding dapat memperkuat gerakan sosial, di samping aktif melakukan promosi pariwisata nasional.
“Overlanding Indonesia merupakan bagian dari komunitas yang ingin terus menjelajah keindahan alam Indonesia dari Aceh hingga Papua. Kita ingin mengisi ruang untuk mempromosikan pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah,” ujar AHY.
Ia juga menekankan bahwa komunitas ini tidak hanya berfokus pada kegiatan eksplorasi, tetapi memiliki misi kemanusiaan. Menurutnya, Overlanding dapat berperan penting dalam menjangkau wilayah terdampak bencana yang sulit diakses.
“Ketika terjadi bencana, sering kali ada lokasi yang terisolasi dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan berpenggerak khusus. Kami ingin menjadi bagian dari upaya membantu saudara-saudara kita dalam situasi tersebut,” tambahnya.
Selain itu, AHY menegaskan komitmen Overlanding Indonesia terhadap pelestarian lingkungan. Ia berharap komunitas yang didirikannya pada 2020 ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
AHY berharap Overlanding Indonesia dapat menjadi wadah yang inklusif dan diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
“Kita ingin menjadi sebuah brotherhood, persahabatan lintas generasi dan profesi yang sama-sama mencintai Indonesia dan ingin mempromosikannya ke dunia,” pungkasnya.
Eksploitasi Potensi Alam
AHY mendirikan Overlanding Indonesia pada tahun 2000 karena terdorong melihat potensi wisata dan kondisi alam Indonesia yang begitu indah, tapi kurang terpromosikan dengan baik. Oleh karena itu ia mendirikan Overlanding Indonesia untuk merangkum komunitas pegiat wisata dan kemanusiaan guna bersatu padu mempromosikan potensi itu, sekaligus membantu kehidupan social warga pedalaman.
Keanggotaan Overlanding Indonesia terbuka bagi mereka yang suka fotografi, traveller, penulis, touring, pegiat social, komunitas otomotif, dan kelompok yang peduli dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Organisasi ini telah terbentuk di sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain, di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan sebagian di wilayah Indonesia Timur.
Overlanding Indonesia wilayah Sumut termasuk yang mendapat pujian dari AHY. Ia sangat mengapresiasi langkah Overlanding Sumut yang pernah mengadakan jambore komunitas touring di Pantai Pakkodian, Kabupaten Toba, pada September 2022. Kala itu AHY ikut bergabung bersama ratusan peserta untuk berkemah di pinggir pantau Danau Toba.
Bahkan AHY sempat bermain 'Margala' bersama anak-anak desa sekitar. Margala adalah sebuah permainan tradisional yang berkembang di wilayah Toba pada masa lalu. 
Kenangan saat AHY bermain Margala di Pantai Pakkodian saat menghadiri Jambore Otomotif Nasional September 2022.
Sejak kegiatan jambore itu, pantai Pakkodian semakin viral sebagai salah satu lokasi kamping di pinggir Danau Toba. Tentu saja popularits ini sangat membantu warga lokal dan mengembangkan ekonomi kreatif.
AHY menegaskan, ada banyak danau-danau dan tempat indah yang belum tesentuh publikasi di Indonesia.
“Kita perlu menonjolkan potensi wisata itu sehingga kehidupan masyarakat sekitarnya semakin terbantu,” kata AHY. Yang lebih penting lagi, AHY berharap Overlanding Indonesia terlibat dalam melestarikan budaya lokal di daerah tujuan itu. ***
