-->

Ini Profil Cole Allen, Tersangka Penembakan Donald Trump yang Ternyata Sosok Berprestasi

Sebarkan:

Cole Tomas Allen saat ditangkap aparat keamanan usai gagal menenbak Donald Trump
Nama Cole Tomas Allen mendadak menjadi sorotan setelah mencuat insiden penembakan Presiden Donald Trump yang dilakukannya dalam sebuah acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat itu di Washington, D.C., Sabtu (25/4) malam waktu setempat. 

Peristiwa penembakab itu terjadi di lokasi digelarnya White House Correspondents' Dinner, acara tahunan yang dihadiri pejabat tinggi, jurnalis, dan tokoh publik Amerika Serikat.

Trump berhasil selamat dari penembakan itu, sedangkan Cole Tomas Allen kemudian ditangkap apparat keamanan. Saat ini Cole Tomas Allen masih dalam pemeriksaan intensif oleh kepolisian dan intelijen Amerika.

Sosok Cole Tomas Allen bukanlah orang sembarangan. Dia adalah sosok yang pintar, cerdas dan dikenal sebagai pengajar berprestasi serta memiliki pendidikan tinggi di bidang teknik dan komputer.

Mengutip laporan Reuters, ia diketahui bekerja sebagai guru paruh waktu di C2 Education, lembaga bimbingan belajar nasional di AS. Bahkan, pada Desember 2024, ia pernah dinobatkan sebagai “Teacher of the Month” oleh cabang C2 Education di Torrance, California.

Penghargaan ini menunjukkan bahwa ia sempat dinilai berdedikasi dan berprestasi dalam dunia pendidikan.

Fakta tersebut menciptakan kontras tajam dengan perannya saat ini sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang menargetkan acara penting negara.

Lulusan Caltech

Dari sisi akademik, Allen memiliki rekam jejak yang tidak kalah mencolok. Ia merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech), salah satu kampus paling prestisius di dunia, dengan gelar sarjana teknik mesin pada 2017. Setelah meraih gelar sarjana S1,  ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar master di bidang ilmu komputer dari California State University Dominguez Hills pada 2025.

Dalam profil profesionalnya, Allen menggambarkan diri sebagai sosok multidisiplin yang menggabungkan latar belakang teknik, teknologi, dan pendidikan.

Sebelum dikenal sebagai pengajar, Allen sempat bekerja sebagai insinyur mekanik di perusahaan IJK Controls di South Pasadena. Ia juga pernah menjadi asisten pengajar saat masih menempuh pendidikan di Caltech.

Selain mengajar, ia disebut aktif sebagai pengembang gim independen. Profil LinkedIn miliknya bahkan menyebut dirinya sebagai “developer berdasarkan pengalaman, guru secara panggilan.” Kombinasi karier ini semakin menegaskan bahwa Allen memiliki latar belakang profesional yang relatif stabil sebelum insiden terjadi.

Kronologi Penembakan Trump

Adapun insiden penembakan terjadi di kompleks hotel Washington Hilton, tepatnya di area luar ballroom tempat acara berlangsung. Menurut United States Secret Service, Allen saat itu membawa senjata jenis shotgun dan sempat melepaskan tembakan ke arah agen keamanan.

Cole Tomas Allen sosok yang berprestasi di dunia akademik
Penyelidik semula meyakini Allen merupakan tamu hotel yang menginap sebelum melakukan aksinya.

Motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Namun, Presiden Donald Trump menyebut pelaku sebagai "orang yang sakit" dan mengungkap adanya manifesto bernada anti-Kristen. Dokumen tersebut dilaporkan dikirim kepada keluarga pelaku sebelum kejadian. 

Dalam isi manifesto, Allen menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Assassin”.

Ia juga mengkritik sistem keamanan acara yang dianggap lemah, bahkan mengklaim dapat masuk dengan membawa beberapa senjata tanpa dicurigai. Selain itu, manifesto tersebut diduga memuat daftar target dari kalangan pejabat pemerintahan.

Menurut catatan FBI, Allen adalah penganut kristen. Ia sama sekali tidak berafiliasi dengan organisasi Islam apapun. Malah ia pernah mendapat beasiswa dari organisasi gereja. ketidaksukaannya kepada Trump murni karena benci pada kepemimpinan presiden Amerika itu.

Allen dikenal sangat tidak suka dengan kebijakan Trump yang menyerang  Iran dan membela Israel yang kerap melakukan pembunuhan massa. Menurutnya, Trump adalah pelaku utama yang melanggar hak asasi manusia di dunia. **

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini