![]() |
| Antrian panjang BBM di Medan |
Hal tersebut disampaikan Bobby saat membuka Pekan Ramadan Sumatera Utara di Area PRSU, Medan, Sabtu (7/3/2026).
Bobby sendiri mengaku baru saja melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Tapanuli bagian selatan sebelum kembali ke Kota Medan pada Jumat malam. Dari pengamatannya selama dalam perjalanan, antrean BBM banyak terjadi di kota-kota yang tingkat penggunaan media sosialnya tinggi.
“Saya bersama rombongan baru keliling beberapa kabupaten dan kota di wilayah Tapanuli bagian selatan. Antrean BBM memang ada di beberapa kota, terutama di daerah yang penggunaan media sosialnya tinggi,” kata Bobby.
Menurutnya, kepanikan masyarakat dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengatakan terkait stok BBM nasional hanya bisa bertahan pada kisaran 21 hari. Pernyataan tersebut, kata Bobby, kemudian disalahartikan oleh sebagian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional memang dikelola dalam sistem cadangan yang terus diperbarui, sehingga tidak berarti persediaan akan habis dalam waktu 21 hari.
“Stok kita memang sekitar 21 hari, tapi bukan berarti setelah 21 hari habis. Persediaan itu terus diperbarui. Jadi tidak perlu panik,” ujarnya.
Bobby mengibaratkan kondisi tersebut seperti tangki bahan bakar kendaraan yang memiliki kapasitas terbatas. Meski demikian, pengisian bahan bakar dilakukan secara berkala sebelum tangki benar-benar kosong.
“Kalau diibaratkan seperti tangki mobil, tentu ada batasnya. Tapi sebelum habis kita isi lagi. Begitu juga dengan stok BBM nasional,” katanya. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memicu antrean panjang di SPBU.
Bobby juga meminta pemerintah daerah bersama Pertamina terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ketersediaan stok BBM.
“Ayo sama-sama kita sampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Stok BBM kita cukup, jadi tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Namun himbauan Bobby itu tidak diterge atau tidak diacuhkan masyarakat Sumatera Utara. Sampai hari ini antrean BBM terus meningkat. Bahkan banyak Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak lagi memiliki stok BBM.
Jangankan membeli BBM subsidi seperti pertalite atau bio solar, untuk membeli pertamax atau dexlite juga sangat sulit.
Antrean BBM terus terjadi tanpa henti sejak pagi dini hari hingga malam menjelang SPBU tutup. Tak heran jika sebagian besar SPBU di Sumut tidak lagi memiliki stok minyak. Malah ada SPBU yang sudah tidak beroperasi selama dua hari karena belum juga mendapatkan supply BBM dari Pertamina.
Situasi ini yang meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia mulai mengalami krisis BBM. Apalagi Menteri Keuangan Purbaya mengakui kalau Indonesia mengalami deficit APBN 2026 karena meningkatnya harga minyak dunia. Purbaya tidak menampik bahwa kemungkinan besar harga BBM nasional akan dinaikkan.
![]() |
| Seruan Bobby agar warga Sumut berhenti panic buying BBM sama sekali tak diacuhkan warga. |
"Himbauan seperti itu tidak perlu dipercaya. Dia hidup enak, sedangkan rakyat menderita. Kita harus selamatkan diri dulu. Buktinya sudah banyak SPBU yang tutup karena kehabisan stok. Kalau stok Pertamina ada, harusnya mereka cepat menyuplai BBM ke SPBU yang kehabisan. Nyatanya itu tidak dilakukan," kata Asni, seorang warga Medan yang ikut antri untuk mendapatkan BBM
Selain alasan yang diungkap itu, sebagian warga juga menilai Bobby sudah sering sekali berbohong. Mirip sepertinya mertuanya yang dijuluki sebagai 'Raja bohong' atau the king of lip service.
Lagi pula Bobby bukan pemimpin yang bijaksana karena tidak paham system pemerintahan yang baik.
Dia naik tahta jadi kepala daerah karena dukungan keluarga dan oligarkhi semasa berkuasanya sang mertua, Joko Widodo. Bobby jelas bukan politisi yang mengukir prestasi dari bawah.
Makanya, himbauan kepala daerah seperti itu tak ada artinya bagi warga Sumut. Sampai hari ini panic buying BBM di Sumut terus terjadi. Berbagai daerah lain di Indonesia juga mengalami hal yang sama. ***

