-->

Eks Kapolres Tapsel yang Sempat Terseret Korupsi Topan Ginting Kini Ditugaskan di Polda Aceh

Sebarkan:

AKBP Yasir Ahmadi sekarang menjabat Wakil Direktur Reskrim Polda Aceh
Tidak banyak yang tahu, AKBP Yasir Ahmadi, mantan Kapolres Tapanuli Selatan, yang namanya sempat dikait-kaitkan dengan kasus korupsi dan Operasi Tangkap tangan (OTT) KPK terhadap mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, kini sudah mendapat jabatan baru sebagai Wakil Direktur Reskrim Polda Aceh.

Tentu saja jabatan itu merupakan promosi bagi Yasir Ahmadi setelah sebelumnya ia sempat menduduki jabatan kurang strategis sebagai Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Polri pada Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (kabag RBP Rorena) Polda Sumut. Kini Yasir sudah memimpin berbagai operasi Reskrim di Polda Aceh. Wajahnya juga sudah wara wiri di sejumlah media lokal.

Nama AKBP Yasir Ahmadi sempat menarik perhatian public setelah ia dikaitkan dengan kasus korupsi yang melibatkan Topan Ginting. Bahkan Yasir sempat dikabarkan ikut ditangkap bersamaan dengan penangkapan Topan pada 26 Juni 2025 karena keduanya sedang bersama dalam satu mobil.

Namun setelah proses pemeriksaan di Polda Sumut, hanya Topan yang dibawa untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, sedangkan Yasir Ahmadi tidak ikut serta. Namun ia tetap diperiksa sebagai saksi dalam persidangan kasus korupsi proyek jalan senilai Rp238,3 miliar di Tapanuli bagian Selatan itu.

Di dalam persidangan itu, alumni Akpol 2005 ini mengaku bahwa ia bersahabat dekat dengan Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Group (DNTG) Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun yang dituding sebagai penyuap Topan Ginting dan sejumlah pejabat lainnya di Pemerintah Provinsi Sumut. Namun Yasir mengaku tidak terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan keduanya.

Saat kasus korupsi Topan dan Kirun terungkap, Yasir Ahmadi mengaku sedang membantu pengusuran izin tambang galian C yang terbengkalai milik Kirin di Tapanuli Selatan.

“Kebetulan saya kenal baik dengan Topan Ginting, lantas Pak Kirun mau mengurus izin tambang galian C yang harus berurusan dengan Topan Ginting yang kala itu juga menjabat Plt.Kepala Dinas ESDM Sumut, sehingga saya pun berkomunikasi aktif dengan mereka,” katanya.

Tidak tahunya, di saat ia membangun komunikasi dengan pengusaha dan pejabat itu, KPK justru bergerak menangkap Topan dan Kirun dalam kasus korupsi proyek jalan. Akhirnya Yasir Ahmadi ikut terseret karena sedang bersama dengan Topan Ginting saat KPK melakukan penangkapan itu.

Sempat mencuat kabar kalau Yasir menjadi bagian dari permainan korupsi itu. Namun semua itu tidak terbukti dipengadilan sehingga ia tetap nyaman bertugas di Polda Sumut.

Belakangan karir Yasir Ahmadi mulai  bercahaya kembali setelah ia ditempatkan sebagai Wakil Direktur Reskrim khusus Polda Aceh.

Yasir merupakan putra Tapanuli Selatan yang memiliki karir cukup cemerlang di kepolisian. Ia lahir di Padangsidempuan pada 25 November 1983 dari keluarga yang sangat dekat dengan agama.

Setelah lulus dari SMU 2 Plus Matauli Sibolga tahun 2002, Yasir Ahmadi mengikuti pendidikan perwira akademi kepolisian (Akpol) di Semarang. Pada 2005 ia lulus sebagai Akpol dan sejak itu ia lebih banyak ditempatkan di berbagai daerah di Sumut. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini