Respon masyarakat
Asahan terhadap bencana yang melanda wilayah Tapanuli pantas mendapat
acungan jempol. Di bawah koordinator Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan
(PPMA), mereka mengumpulkan donasi dari para relawan untuk meringankan
para korban. 
Aksi penggalangan donasi untuk korban bencana Sumut yang diprakarsai PPMA mendapat banyak sambutan dari masyarakat Asahan
Hasilnya, terkumpul berbagai bantuan berupa sembako, pakaian dan obat-obatan. Sampai Senin 15 Desember 2025, bantuan itu telah disalurkan kepada korban banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Penyaluran donasi dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Pusat PPMA, Kapten (Purn) Irwan Zein. Tokoh masyarakat Asahan ini telah berada di lokasi bencana sejak akhir pekan lalu. Irwan Zein bekerjasama dengan organisasi relawan lokal untuk penyaluran tersebut.
“Terimakasih kepada relawan yang telah berkenan menyalurkan bantuannya melalui PPMA. Semua bantuan kita sampaikan kepada para korban bencana bekerjasama dengan relawan lokal. Saya pastikan bahwa bantuan itu tersalurkan dengan tepat,” kata Irwan Zein.
Pengurus PPMA merasa sangat terharu sebab yang memberi bantuan itu tidak hanya masyarakat yang tinggal di Asahan, tapi juga banyak bantuan yang datang dari masyarakat Asahan di perantauan, seperti dari Jakarta dan wilayah Jawa lainnya. Kepercayaan itu mendorong pengurus PPMA bekerja lebih keras untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Penyaluran donasi tahap pertama disampaikan rombongan DPP PPMA saat mereka tiba di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sabtu siang (13/12/2025). Bantuan berupa satu ton beras beserta kebutuhan pokok lainnya diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Batu Hula, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah desa sekitar.
Penyerahan bantuan dilakukan di Posko pengungsian yang dikelola Kodam I Bukit Barisan.
Ketua Umum DPP PPMA, Irwan Zeini memimpin langsung tim relawan yang terdiri dari pengurus harian, satuan tugas, serta Srikandi PPMA. Ia didampingi Sekretaris Iskandar Zulkarnain Sitorus, Dansatgas PPMA Ponara Siagian, serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya.
Selama berada di Batangtoru, PPMA juga mengoperasikan satu unit mobil ambulan untuk mendukung kerja percepatan membantu evakuasi korban.
Di hadapan aparatur desa dan warga korban bencana, Irwan Zeini menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga sebagian Provinsi Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
“Atas nama keluarga besar DPP PPMA dan masyarakat Kabupaten Asahan, kami menyampaikan turut berduka cita atas bencana yang melanda Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Aceh. Kami berharap masyarakat diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Irwan Zeini.
Dari Batangtoru, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk menyalurkan bantuan yang sama ke wilayah terkena bencana di Tapanuli Tengah dan Sibolga. Di wilayah ini, PPMA tidak hanya membagikan logistic, tapi juga menyerahkan bantuan obat-obatan melalui Tim Kesehatan Kodam I/BB yang bekerja di sekitar di lokasi pengungsian.
Kepada Kajianberita.com, Irwan Zein menjelaskan betapa buruknya kondisi wilayah yang terkena bencana, terutama yang ada di Batangtoru dan Tapanuli Tengah. Diperkirakan masih ada beberapa korban yang tertimbun di bawah longsoran tanah karena sampai hari ini masih banyak warga yang hilang.
Aksi yang
dilakukan PPMA ini semestinya menjadi inspirasi bagi komunitas masyarakat lain
untuk melakukan langkah yang sama. .jpeg)
Ketua Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan Irwan Zein menyerahkan bantuan obat-obatan kesehatan Tim Kesehatan Kodam I-BB yang bekerja di kamp pengungsian Tapanjuli Tengah
Dalam kesempatan itu, Irwan Zeini juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pembina sekaligus pendiri PPMA, Jhoni Manurung yang turut berperan menginisiasi kegiatan sosial itu.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Melalui kepala desa, kami percayakan bantuan ini agar segera disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Batangtoru, Tapanuli Tengah dan Sibolga merupakan daerah yang mengalami dampak buruk dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda pada Rabu, 26 November lalu. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, dari 349 korban bencana yang meninggal di Sumut sampai 15 Desember 2025, korban terbanyak ada di tiga wilayah ini.
Di Batangtoru, korban meninggal mencapai 86 orang, di Tapanuli Tengah sebanyak 116 orang dan di Sibolga ada sebanyak 54 orang. Sampai saat ini masih ada lebih dari 24 ribu warga yang mengungsi di tiga wilayah ini.***