-->

Dicari KPK, Samuel Nababan Justru kian Berani Tampil di Publik, Bobby ada di Belakangnya!

Sebarkan:
Samuel Nababan kini dipercaya sebagai Chief Operating Officer (COO) untuk klub sepakbola PSMS Medan.

Rupanya Samuel Nababan tahu betul bahwa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tidak akan pernah berani menyentuh keluarga Jokowi dan orang dekatnya. Oleh karena itu, sebagai orang kepercayaan Bobby Nasution,  sampai sekarang ia terus menempel dekat dengan menantu Jokowi itu untuk jaminan keamanan. Bahkan Samuel tidak lagi takut tampil di depan public setelah ia ditunjuk Bobby menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) untuk klub sepakbola PSMS Medan.

Samuel Nababan sebenarnya sudah dicari-cari KPK sejak Oktober 2024. Dua surat panggilan sudah dilayangkan untuk dirinya.

Pemanggilan itu terkait dengan indikasi adanya permainan monopoli dan korupsi dalam bisnis tambang di Maluku Utara. Tambang yang dimaksud merupakan milik Bobby Nasution dan istrinya Kahiyang Ayu yang ada di Halmahera. Adapun Samuel Nababan adalah orang kepercayaan Bobby yang mengelola usaha tambang itu. Bersama Samuel pula, Bobby disebut-sebut ikut bermain menyelundupkan nikel ke China.

Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke KPK sejak awal 2024. Nama Bobby telah berkali-kali disebut terlibat dalam penyelundupan nikel ke China yang merugikan negara triliunan rupiah.

Tapi KPK tetap tidak berani menyentuhnya. Pengaruh Jokowi masih sangat kuat di lembaga itu sehingga semua pimpinan KPK takut kepada keluarga presiden itu.

Namun karena kasus tambang ini sudah pernah dibeberkan di pengadilan Tipikor, ternate, Maluku Utara, KPK mau tidak mau harus berupaya bergerak agar tidak malu atas tekanan publik.  Mereka lantas mengirim surat panggilan ke Samuel Nababan dengan dalih ingin mendapatkan keterangan terlebih dahulu soal manipulasi tambang yang dilakukan Bobby.

Tapi apa yang terjadi? Samuel merobek-robek surat panggilan itu. Ia sama sekali tidak peduli, apalagi takut.

Samuel percaya diri, sebab Bobby ada di belakangnya. Sejumlah jenderal juga ikut bermain melindunginya karena para jenderal itu juga terlibat dalam permainan tambang nikel di Maluku Utara.  Kalau saja ia ditangkap atau dipaksa memberi keterangan yang sebenarnya, pasti bisnis tambang illegal Bobby dan para jenderal akan terungkap ke permukaan.  Maka itu, selaian Bobby, ada banyak orang penting yang terus melindungi Samuel Nababan.

Kpk pun tak bisa berbuat apa-apa. Lembaga itu hanya pula nyali membongkar kasus korupsi yang tidak melibatkan keluarga Jokowi dan para jenderal.  Kalau bersentuhan dengan keluarga Jokowi, KPK pasti mundur.

Memalukan memang, tapi itulah wajah hukum di negeri ini. Bagaikan tombak yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Lihat saja  bagaimana Samuel tetap tidak pernah gentar terhadap KPK.

Sejauh ini KPK hanya berani melayangkan dua surat panggilan ke Samuel. Mereka tidak berani melayangkan surat panggilan ketiga yang merupakan pemanggilan paksa.  Padahal kalau KPK  benar-benar mau menangkap Samuel, mudah sekali mencari sosok pengusaha ini.

Di mana PSMS bertanding, Samuel akan selalu ada di sana. Ya, sejak Bobby Nasution mengendalikan saham mayoritas PSMS Medan, ia menunjuk Samuel Nababan sebagai Chief Operating Officer (COO). COO berperan sebagai pimpinan manajemen tim tersebut. 

Dalam tim sepakbola professional Eropa, posisi COO bisa dikatakan setara dengan  presiden club.

Dengan posisi itu, Samuel bertanggungjawab mengendalikan manajemen PSMS Medan, membeli pemain, dan menangani system sponsor. Bisa dikatakan, ia adalah orang terpenting dalam merancang kemajuan club itu. 

Tak heran jika Samuel sangat aktif memberikan pernyataan ke media soal perkembangan PSMS Medan. Di mana PSMS bertanding, Samuel akan selalu ada di sana.

Kalau ditanya soal panggilan KPK yang pernah dilayangkan kepadanya, Samuel hanya tersenyum sinis seakan tak menghargai lembaga itu. 

Di sisi lain, KPK juga takut kepadanya. Sampai sekarang pun pimpinan KPK tidak mau lagi mengungkit soal panggilan kepada Samuel itu.

Namanya juga lembaga itu berada di bawah kendali Jokowi, sudah pasti KPK tidak akan berani menyentuh semua kasus korupsi yang diduga melibatkan keluarga Solo itu. Masih percaya dengan KPK? ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini