-->

Wirya Alrahman Diam-diam Siapkan Kandidat Sekda Medan sebagai Penggantinya, Ini Sosoknya

Sebarkan:
Wirya Alrahman, Sekda Kota Medan yang akan pensiun di penghujung Juli 2026. Dia bermain di ranah politik berkat dukungan iparnya Agus Andrianto

Pada penghujung Juli 2026 ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wirya Alrahman akan memasuki masa pensiun. Sekda yang dikenal sarat kontroversi dan kerap bermain politik ini tentu tidak mau meninggalkan jabatan begitu saja. Ia dikabarkan sudah menyiapkan kandidat Sekda yang menjadi penggantinya.

Langkah Wirya menyiapkan penggantinya itu sudah pasti memiliki nilai politis, sebab ia disebut-sebut akan ikut bermain pada kontestasi Pilkada Medan 2029 mendatang.

Wirya merasa percaya diri untuk bersaing karena ia mendapat dukungan penuh dari abang iparnya, Agus Andrianto, mantan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imapas).

Semua orang tahu, Agus Andrianto sudah terkenal sebagai pejabat yang sangat dekat dengan Jokowi. Agus pula yang menjadi pendukung utama suksesnya Bobby memenangkan dua Pilkada di Sumut, yakni Pilkada Kota Medan 2020 dan Pilkada Gubernur 2024.

Untuk memenangkan Bobby di Pilkada itu, Agus bekerjasama dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam menggerakkan perak ‘Partai Coklat’, istilah lain bagi permainan Polri dalam politik. Tak terbantahkan lagi, kemenangan Bobby pada dua Pilkada itu tidak lepas dari dukungan  Polri yang ‘bermain’ di tingkat akar rumput.  

Agus Andrianto merupakan abang ipar dari Wirya Alrahman karena istri Agus, Evi Celiyanti adalah kakak dari Sekda Kota Medan ini.  Tak heran jika keduanya saling mendukung dalam gerak politik.

Lagi pula, naiknya Wirya sebagai Sekda Kota Medan pada 2018 juga tidak lepas dari dukungan Agus Andrianto yang kala itu bertugas sebagai Kapolda Sumatera Utara.

Agus disebut-sebut berperan besar menekan Walikota Medan saat itu, yakni Dzulmi Eldin untuk memilih Wirya sebagai Sekda jika tidak ingin sejumlah kasus di Pemko Medan akan dibongkar Polda Sumut. Bisa-bisa Eldin akan terseret lebih cepat.

Tak ada pilihan lain, akhirnya Eldin memilih Wirya sebagai Sekda yang dilantik pada 9 Oktober 2018. Padahal Eldin sebenarnya sudah menyiapkan kandidat yang lebih layak untuk posisi itu. Namun karena kuatnya tekanan dari Agus Andrianto, pilihan akhirnya jatuh pada Wirya.

Sejak dilantik sebagai Sekda, posisi Wirya begitu kuat karena ia terus mendapat dukungan dari abang iparnya yang kemudian pindah tugas sebagai perwira tinggi di Mabes Polri.  Wirya pula yang bermain merancang scenario sehingga Pj Walikota Medan, Akhyar Nasution harus diperiksa dalam kasus korupsi kegiatan MTQ pada 2020.  Padahal indikasi korupsi itu sama sekali tidak pernah ada.

Belakangan terungkap, pemeriksaan terhadap Akhyar itu hanyalah framing politik untuk merusak citra politisi PDIP itu agar sulit bersaing melawan Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020. Dan faktanya, memang korupsi itu tidak pernah ada. Akhyar sengaja diperiksa Polda Sumut hanya sekeda untuk merusak citranya.

Tak terbantahkan lagi, Wirya dan Agus Andrianto adalah pemain utama yang merusak citra Akhyar kala itu. Kedua saudara ipar ini memang dikenal sebagai pendukung utama Bobby Nasution.

Pada Pilkada 2024, keduanya kembali bermain mendukung Bobby untuk terpilih sebagai gubernur.  Kala itu. Mendagri sengaja memindahtugaskan Wirya Alrahman sebagai Pj Bupati Deli Serdang guna memastikan kememangan Bobby di wilayah itu.

Sementara Agus Andrianto tetap bermain di tingkat pusat untuk mengerahkan kekuatan ‘Partai Coklat’.

Dari rentetan pergerakan politik itu, bisa dipastikan Wirya dan Agus Andrianto selalu bergerak sejalan untuk menggapai tujuan politis.  Tak mengejutkan jika posisi Wirya Alrahman sebagai Sekda Kota Medan tidak pernah terusik sama sekali.  Wirya adalah Sekda paling lama menjabat di Sumatrea Utara karena menduduki posisi itu  hampir delapan tahun. Tidak pernah ada Sekda yang memegang jabatan selama itu.

Selama menjabat Sekda Kota Medan, semua orang segan kepadanya, tidak terkecuali Bobby Nasution. Bahkan Walikota Medan yang berkuasa saat ini, Rico Waas juga segan kepada Wirya karena adanya pengaruh Agus Andrianto itu.  

Belakangan ini mencuat analisis kalau Rico dan Wirya sudah berencana bergandengan tangan pada Pilkada 2029 mendatang.

Maka itu, Wirya bersama Rico kabarnya sudah menyiapkan ancang-ancang untuk mempersiapkan fondasi kekuatan di lingkup ASN Kota Medan. Oleh karena itu, Wirya sudah merancang siapa yang bakal menjabat sebagai Sekda guna menggantikan posisinya setelah pensiun awal Agustus ini.

Posisi Sekda ini dianggap stretagis, bukan hanya untuk kepentingan pemerintahan, tapi juga dalam rangka menggalang kekuatan masyarakat di Pilkada mendatang.  

Posisi Sekda akan sangat berpengaruh di kalangan ASN dan keluarganya, terutama di kalangan kepala desa dan kepala lingkungan. Tekanan dari Sekda ini yang bisa memaksa para Kepling dan Lurah harus aktif  bergerak di tingkat akar rumput guna memenangkan kandidat tertentu.

Lantas siap calon Sekda Kota Medan yang bakal disiapkan Wirya Alrahman?

Kabar yang beredar, sosok itu adalah Ferri Ichsan yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan.

Ferry merupakan ASN senior yang sudah berpengalaman menduduki sejumlah jabatan di Pemko Medan. Ia juga pernah dipercaya merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi ) Kota Medan.

Sebelum dilantik sebagai Kepala Bappeda, Ferry menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum (Asmum).  Sedangkan di masa Walikota Bobby Nasution, Ferry dipercaya menduduki jabatan  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Bisa dikatakan, Ferry selalu mendapat bintang cerah selama bertugas sebagai ASN di Pemko Medan. Karirnya seakan tidak pernah meredup.  Semua itu diperolehnya karena ia mampu melakukan pendekatan kepada walikota, baik di masa Bobby Nasution maupun di masa Rico Waas.

Yang paling utama, Wirya Alrahman ada di belakangnya.  Selagi Wirya tak tersentuh, maka Ferry juga akan terlindungi.

Tak heran jika mencuat kabar kalau Wirya sudah mempersiapkan sosok Ferry untuk duduk sebagai Sekda kota Medan. Tentu saja semua itu atas persetujuan Rico Waas sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan kota ini. Paling tidak, nama Ferry bakal masuk dalam daftar tiga besar kandidat Sekda yang akan dikirim ke Mendagri.

Terkait analisis ini, Wirya Alrahman terap bungkam. Ia sama sekali tidak mau bersuara. Begitu juga dengan Ferry, tetap tidak maju menonjolkan diri.  

Sementara pengaruh Bobby tampaknya sudah semakin menurun di Pemko Medan karena hubungannya yang tidak harmonis dengan Rico Waas.  Impian Bobby untuk mendorong pamannya, Benny Sinomba Siregar terpilih sebagai Sekda tampaknya bakal kandas karena Rico kurang setuju dengan sosok itu.

Analisis yang berkembang di Pemko Medan, besar kemungkinan Rico akan berduet dengan Wirya pada Pilkada 2029 mendatang. 

Adapun Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap kemungkinan akan membangun gerbong sendiri karena hubungannya dengan Rico saat ini juga tidak lagi harmonis. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini