-->

Menyimak lagi Catatan Sejarah dan Sistem Langganan Gas Tanam di Kota Medan

Sebarkan:

meteran untuk pelanggan jaringan gas bumi sistem tanam (Jargas) bagi rumah tangga di Kota medan
Hampir bisa dipastikan, ledakan yang terjadi di sebuah rumah mewah di Grand Polonia Medan pada Senin sore (20/7/2026) disebabkan jaringan pipa gas tanam yang bocor. Ledakan itu sangat dahsyat sehingga terdengar hingga radius 1km. Ledakan itu menyebabkan bangunan rumah yang mengalami kebocoran gas runtuh. Serpihan reruntuhan itu berserakan ke sekelilingnya sehingga merusak sedikitnya enam rumah di sekitarnya.

Sampai Selasa pagi (21/7/2026), diperkirakan masih ada empat orang lagi yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan itu. Tim SAR Gabungan terus bekerja keras sejak Senin malam untuk mengevakuasi para korban. 

Upaya itu jelas tidak mudah, sebab mereka harus bekerja di sela-sela beton yang runtuh dan patahan besi yang berserakan di sana sini.

Saat evakuasi dilakukan, aroma kebocoran gas sangat terasa di sela-sela reruntuhan. Tak mengejutkan jika Polrestabes Medan meyakini kalau ledakan itu disebabkan oleh kebocoran jaringan pipa gas tanam.

Apa itu jaringan gas tanam?

Gas tanam merupakan istilah bagi jaringan penyaluran gas bumi untuk kebutuhan pelanggan rumah tangga dan unit usaha di kawasan perkotaan di Medan dan Deli Serdang. Penyaluran gas ini menggunakan jaringan pipa bawah tanah yang tertanam langsung ke rumah atau bangunan pelanggan. Mirip seperti jaringan air PDAM.

Rumah-rumah yang jadi pelanggan jaringan gas tanam akan membayar iuran secara bulanan sesuai kapasitas gas yang mereka pakai.  Dengan demikian pelanggan itu tidak perlu lagi membeli gas LPG sistem tabung.

Pelanggan gas tanam akan mendapat aliran gas secara konstan. Biasanya pelanggan menggabungkan sistem gas tanam itu dengan kompor tanam di mana bodi kompor menyatu dengan meja dapur sehingga terlihat lebih rapi.

Bisa dikatakan, berlangganan gas tanam adalah cara modern untuk mendapatkan aliran gas secara berkelanjutan.

Banyak rumah di Kota Medan berlangganan gas tanam ini, karena selain efisien dan berkelanjutan, harganya pun relatif lebih murah dibanding membeli gas tabung.  Gas tanam dibanderol sekitar Rp10.000 per m³, sedangkan LPG non-subsidi 12 kg mencapai Rp228.000 per tabung atau sekitar Rp19.000 per kg.

Jadi bisa dikatakan, harga berlangganan gas tanam lebih murah sekitar 30%-40% dari gas tabung. Istimewanya lagi, pelanggan gas tanam tidak pernah mengalami krisis gas karena mereka bisa mendapatkan aliran gas tanpa henti.

Sumber gas tanam untuk kebutuhan berlangganan rumah tangga di Medan dan sekitarnya berasal dari tambang gas Blok Pase yang ada di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara. Gas dari sumur tambang itu dialirkan ke Medan melalui pipa transmisi jarak jauh.

Adapun sistem pengelolaan jaringan pelanggan ditangani oleh PT PGN (Persero) Tbk.

Berbeda dengan jaringan PDAM yang menyebar luas di berbagai penjuru kota, layanan jaringan gas tanam di Sumut masih sangat terbatas. Saat ini jaringan hanya tersedia untuk wilayah tertentu di Kota Medan dan Deli Serdang. Diperkirakan panjang saluran gas ini dari sumber asalnya mencapai 1.200 km hingga sampai ke rumah pelanggan.

Kawasan perumahan Polonia termasuk yang tersentuh jaringan gas ini. Tidak heran jika sejumlah rumah mewah di kawasan Polonia banyak berlangganan gas tanam.  

 PT PGN selaku pengelola telah menjamin kalau jaringan gas bawah tanah itu aman dan kokoh. PGN menamakan sistem langganan gas ini dengan istilah Jaringan Gas Bumi (Jargas) rumah tangga.

Sejarah Jargas di Medan

Menilik sejarah jaringan gas rumah tangga di Medan, ketersediaan jaringan gas tanam ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda,  yakni sekitar tahun 1919. Hanya saja waktu itu ketersediaan gas tanam lebih diutamakan untuk kebutuhan operasional kolonial. 

Setelah Belanda hengkang dari Nusantara pada 1945, jaringan ini tidak lagi optimal. 

Pembangunan jaringan gas tanam untuk kebutuhan rumah tangga
Barulah sejak 1987, PT PGN membangun ulang kembali jaringan gas tersebut di Kota Medan. Selanjutnya pada 2016 hingga 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas jaringan itu dengan menggunakan dana APBN sehingga jumlah pelanggan yang terjangkau semakin meluas.

PT PGN Tbk mencatat, saat ini jumlah pelanggan gas tanam di Kota Medan dan Deli Serdang berkisar 45.800 sambungan rumah tangga. Layanan itu juga mencakup pelanggan komersial dan industri berskala besar.  

Sejauh ini belum pernah tersiar kabar adanya kecelakaan serius akibat kesalahan penggunaan jaringan gas tanam ini.

Sampai akhirnya catatan itu tercoreng dengan adanya kasus ledakan rumah yang terjadi di Komplek Grand Polonia Medan, Senin (20/7/2026). Jika memang benar ledakan itu disebabkan jaringan pipa gas tanam yang bocor, maka itu adalah kecelakaan Jargas pertama yang terjadi di Kota Medan.

Tentunya ini  merupakan catatan serius bagi PT PGN untuk mengevaluasi layanannya. Bisa jadi itu karena human error, atau bisa pula karena jaringan yang sudah tua.  

Yang jelas, PT PGN harus bekerja keras untuk mencari tahu penyebab ledakan jaringan itu.  Dengan demikian kasus yang sama akan dapat diantisipasi ke depan. Kita berharap tidak ada lagi ledakan rumah terjadi di Medan karena kebocoran gas tanam ini. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini