![]() |
| Gunung Sinabung akankah kembali mengalami erupsi? |
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), menyusul terjadinya peningkatan kegempaan dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung ditandai dengan terekamnya getaran menerus atau tremor sejak Kamis (21/5) malam.
Tim Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melaporkan hasil pemantauan kegempaan menunjukkan tremor dengan amplitudo maksimum 4 milimeter mulai terekam malam tadi sejak pukul 23.53 WIB dan masih berlangsung hingga Jumat, 22 Mei siang.
Selain itu, terekam pula gempa hembusan, gempalow frequency, serta gempahybridyang sebelumnya jarang terjadi.
Dilansir dari media lokal, Lana mengatakan peningkatan aktivitas tersebut perlu diwaspadai mengingat potensi bahaya yang dapat terjadi berupa erupsi freatik maupun erupsi magmatik.
Selain itupeningkatan tekanan di dalam sistem magmatik juga berpotensi memicu pembongkaran kubah lava yang berada di kawasan puncak Gunung Sinabung.
Pengamatan visual menunjukkan hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian antara 50 - 500 meter di atas kubah lava.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki, untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral sejauh 3,5 kilometer pada sektor selatan-timur gunung tersebut.
Selain ancaman erupsi, kata dia, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar terutama saat musim hujan yang dapat melintasi alur sungai di sektor barat daya yang berhulu di puncak gunung.
Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah (pemda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung serta mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Gunung Sinabung awalnya diduga hanyalah sebuah gunung tidak aktif karena selama ratusan tahun ]ia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan erupsi. Namun dugaan itu meleset setelah gunung itu meletus pertamakali pada 27 Agustus 2010.
Sejak itu, Gunung Sinabung beberapa kali mengalami erupsi lanjutan sehingga memaksa warga yang ada di sekitar harus diungsikan.
Sejak erupsi pertama hingga beberapa kali erupsi lanjutan, setidaknya Sinabung telah menelan korban 28 orang meninggal dunia. Puncak korban jiwa dari letusan gunung tersebut terjadi ketika awan panas mematikan yang menimpa warga, pelajar, serta jurnalis di zona merah. **
