-->

Calon Ketua Golkar Sumut Bersaing Merebut 39 Suara, Akankah ada Campur Tangan Jokowi?

Sebarkan:
Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tanjung segera membentuk panitia Musda

Seminggu menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Golkar Sumut yang berlangsung 31 Januari 2026, aturan main bagi kandidat mulai ditegaskan.  Ketua harian DPD Golkar Sumatera Utara Yasir Ridho menjelaskan, setiap kandidat harus mematuhi aturan itu. Tidak boleh ada tindakan anarkis dalam persaingan merebut kekuasaan.

Hal itu disampaikan Yasir Ridho sebab indikasi pengerahan massa sudah mencuat menjelang Musda tersebut. Hal ini bisa dimaklumi, sebab dua nama kandidat yang akan bersaing masing-masing mewakili ormas pemuda yang terbesar di Sumut.

Kedua kandidat itu adalah Hendriyanto Sitorus, Pembina Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Andar Amin Harahap yang merupakan tokoh Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Padanglawas Utara. Kedua kandidat itu dipastikan mendapat dukungan dari kelompok masing-masing.

Namun untuk bisa maju sebagai calon ketua, Yasir Ridho menegaskan bahwa setiap kandidat harus mendapatkan dukungan minimal 30 persen, atau sekitar 12 surat dukungan tertulis dari  total 39 pemilik suara.

Adapun  pemilik suara yang dapat mengeluarkan surat dukungan tertulis itu, antara lain 33 DPD Golkar tingkat Kabupaten dan Kota, DPP Golkar pusat, DPD Golkar Sumut, Badan pertimbangan DPD Golkar Sumut, Organisasi sayap partai, Organisasi pendiri partai, serta organisasi yang didirikan partai Golkar.

Jumlah suara itu yang nantinya akan diperebutkan masing-masing kandidat pada saat pemilihan. Kandidat peraih suara terbanyak akan dinyatakan sebagai ketua terpilih.

"Syarat pencalonan harus menunjukkan syarat 30 persen di dalam aturannya begitu. Mau jadi ketua itu ada beberapa syarat kan, mulai dari pendidikan sarjana, kemudian pernah menjadi pengurus Golkar, dan menunjukkan dukungan tertulis 30 persen dari pemilik suara, itu artinya 12 surat dukungan," kata Yasir Ridho kepada tribun-medan, Jumat (23/1/2026).

Yasir menyampaikan tanpa dukungan tertulis, artinya seseorang kader Golkar Sumut tidak mungkin dapat mencalonkan sebagai ketua Golkar Sumut.

"Jadi sederhana kalau mau jadi calon ketua Golkar cari 12 dukungan suara, kalau tidak memenuhi syarat tidak bisa mencalon, itu mencalon di media sosial aja. Kecuali ada hal luar biasa, itu tidak tau saya, tapi bicara aturan di Golkar," kata Yasir.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mengeluarkan jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke XI yang akan memilih calon ketua Golkar Sumut. Musda dibuka pada Sabtu 31 Januari hingga 2 Februari 2026, di Medan.

Pelaksanaan Musda Golkar Sumut termaktub dalam  Surat DPP Partai Golkar tentang jadwal Musda XI nomor: B – 930/DPP/GOLKAR/I/2026 yang ditujukan pada Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumut tertanggal 21 Januari 2026.

Surat tersebut atas persetujuan waktu penyelenggaraan Musda XI Partai Golkar Sumut yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Kahar Muzakir dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji.

Yasir menyampaikan, panitia Musda akan dibentuk oleh Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

"Yang penting mari sukseskan Musda itu dengan riang gembira. Saya meyakini ketua umum ini akan menghargai proses, dan akan milih kader yang sudah berproses, saya yakini itu. Orang orang yang berproses lah yang punya hak menjadi sesuatu di partai ini. Karena ketum kita ini aktivis juga."

Dari dua kandidat yang sudah mendeklarasikan diri, sejauh ini dukungan untuk Andar Amin Harahap terlihat lebih menonjol. Anggota DPR RI ini mengklaim sudah mendapatkan lebih dari 25 dukungan DPD Golkar Kabupaten/kota. 

Kubu yang selama ini mendukung Ketua Golkar Sumut periode sebelumnya, yaitu Musa Rajekshah alias Ijeck, juga berada di belakang mantan Bupati Padang Lawas Utara ini.

Sementara Hendriyanto Sitorus disebut-sebut mendapat dukungan dari DPP Golkar Pusat, beberapa organisasi sayap dan juga ormas pendiri.  Sedangkan dukungan dari DPD Kabupaten/Kota untuk bupati Labuhanbatu Utara ini kabarnya masih kalah jauh dibanding dukungan untuk Andar Amin.

Tapi harus dipahami, pengaruh DPP Golkar juga sangat kuat dalam menentukan hasil Musda  meski DPP hanya memiliki satu suara. Maka itu, walau peluang Andar Amin cukup besar untuk terpilih, ia bisa saja tersingkir jika DPP ikut campur tangan menentukan hasil.

Apalagi Gubernur Bobby Nasution juga sangat berkepentingan dengan terpilihnya Hendriyanto pada Musda ini. Selagi Bahlil yang menjabat ketua DPP Golkar pusat, Bobby dan keluarga Jokowi pasti akan bisa campur tangan. 

Bukan rahasia lagi bahwa keberadaan Bahlil sebagai Ketua umum DPP Golkar adalah hasil permainan politik Jokowi. Tak heran jika Jokowi punya kuasa untuk menentukan sikap politik Golkar ke depan.

Di sinilah hambatan yang dialami Andar Amin Harahap dan para pendukungnya. Makanya jangan heran bahwa intrik dan manuver DPP serta keluarga Jokowi bisa jadi akan ikut berperan dalam Musda Golkar  Sumut kali ini. Semua itu dilakukan demi masa depan Bobby agar bisa lagi bersaing pada Pilkada 2029 ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini