-->

Jalan Tarutung–Sibolga via Batu Lobang Masih Terputus, Kementerian PU akan Alihkan Trase Jalan

Sebarkan:

Jalan darurat yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga saat ini hanya bisa dilalui kendaran kecil
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui masih terdapat satu segmen jalan terputus di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pascabanjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu. Ruas jalan yang dimaksud adalah jalan yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga, khususnys dari Simpang Rampa menuju Sibolga via Batu Lubang.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ruas jalan itu masih terputus akibat longsoran lereng dan tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah belum stabil.

"Saat ini, masih terdapat satu segmen jalan terputus, yakni Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang akibat longsoran lereng dan tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah belum stabil," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari.

Penanganan darurat untuk segmen Simpang Rampa–Sibolga belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Akan tetapi, kata Dody, pihaknya berencana melakukan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan.

"Namun, akses Tarutung–Sibolga tetap dapat dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan untuk kendaraan kecil," kata dia.

Sedangkan untuk koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer (km) kini telah kembali terhubung sepenuhnya, meskipun masih dilakukan penyempurnaan jalan sementara (detour) demi keselamatan pengguna jalan.

Koridor Batangtoru–Singkuang juga telah terhubung dan dapat dilalui kendaraan ringan, namun masih memerlukan penimbunan, perbaikan dan pemadatan agregat karena masih sering hujan.

Pada koridor Sibolga–Batangtoru, pemasangan jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan jembatan bailey sepanjang 44 meter di Sungai Garoga 3 telah selesai dan fungsional.

Akses menuju Kota Sibolga pun kini dapat ditempuh melalui beberapa alternatif jalan nasional dan provinsi, meskipun sebagian masih terbatas untuk kendaraan kecil.

Dody menjelaskan, ruas terdampak paling banyak berada pada ruas Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga mencapai 176 titik serta ruas Tarutung–Sipirok sebanyak 55 titik. Dari 23 lokasi jalan putus, 17 titik telah difungsikan kembali, sementara satu titik pada Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi.

Sedikitnya, terdapat 263 titik longsoran tebing, 19 titik jalan putus, 65 titik jalan amblas, tujuh titik jembatan putus/rusak serta 28 titik genangan banjir yang ditangani Kementerian PU di Provinsi Sumut.

Tercatat hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, 263 titik longsoran tebing telah ditangani, 14 titik jalan putus sudah fungsional, 65 titik jalan amblas tertangani, tujuh titik jembatan putus/rusak telah difungsikan kembali serta 28 titik genangan banjir telah surut.

Untuk mendukung percepatan penanganan, lanjut Dody, pihaknya telah mengerahkan 137 unit alat berat, terdiri dari loader, excavator, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck dan truk.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan kembali aman dan andal bagi masyarakat," imbuhnya.

Kementerian Pekerjaan umum terlihat bekerja keras untuk membangun berbagai koridor jalan yang rusak akibat bencana banjir yang lalu karena jalan yang rusak itu merupakan jalan nasional. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini