-->

Mulai Tahun ini, Perusahaan Raksasa Jepang Resmi Jadi Pemilik Baru Deli Park Mall Medan

Sebarkan:

 

Deli Park Mall Medan resmi berada di bawah kendali perusahaan raksasa Jepang PT Hankyu Hanshin Properties
Mall terbesar dan termegah di Kota Medan, Deli Park Mall Medan yang berlokasi di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Putri Hijau, sejak Januari 2026 resmi berada di bawah kendali perusahaan asal Jepang. PT Agung Podomoro Land yang semula sebagai pengelola mall itu telah menjualnya senilai Rp2,44 triliun.

Informasi itu resmi dirilis oleh PT Agung Podomoro sebagai bentuk keterbukaan informasi public. Disebut-sebut langkah itu merupakan strategi PT Agung Podomoro untuk mengembangkan usahanya ke sektor lain.

Adapun pemilik baru Deli Park Mall Medan tercatat bernama  PT DPM Assets Indonesia. Perusahaan ini baru dibentuk setelah transaksi selesai. Meski nama baru, tapi di balik entitas perusahaan ini, ada satu perusahaan "raksasa" yang sesungguhnya.

Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas, membenarkan bahwa pembeli akhir dan pengendali dari transaksi mall itu adalah pemain besar dari Negeri Sakura.

"Pada saat transaksi, struktur kepemilikan dan pengendali adalah 100 persen dimiliki oleh PT Hankyu Hanshin Properties Indonesia. Pemegang saham pengendali adalah PT Hankyu Hanshin Properties Indonesia," jelas Justini, dalam tanggapan resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/1/2026).

Hankyu Hanshin Properties Corp bukanlah nama baru di jagat bisnis global. Perusahaan ini berbasis di Osaka, Jepang, dan merupakan bagian dari Hankyu Hanshin Holdings Group, konglomerat lintas industri yang sejarahnya membentang lebih dari satu abad.

Akar bisnis mereka bermula dari sektor perkeretaapian di wilayah Kansai (Osaka-Kobe-Kyoto). Seiring berjalannya waktu, mereka merevolusi model bisnis dengan mengembangkan properti komersial, hunian, dan pusat hiburan di sepanjang jalur kereta api mereka.

Di Jepang, mereka adalah pengelola kawasan Umeda di Osaka, salah satu distrik bisnis dan ritel tersibuk di dunia. Kehadiran mereka di Medan melalui akuisisi Deli Park Mall menunjukkan sinyal kuat bahwa raksasa Jepang ini sedang melakukan ekspansi agresif di luar pulau Jawa.

Pembelian Deli Park Mall Medan bukanlah "perkenalan" pertama Hankyu Hanshin dengan pasar Indonesia. Sebaliknya, ini adalah penegasan dari strategi jangka panjang mereka.

Sebelumnya Hankyu Hanshin telah membangun rekam jejak yang solid melalui kemitraan strategis dengan pengembang lokal. 

Beberapa mall besar di Jakarta dan kota-kota besar juga telah mereka kuasai, antara lain, Central Park Mall (Jakarta), Neo Soho Mall (Jakarta), Plaza Indonesia Complex Kawasan premium di pusat Jakarta, terdiri dari Plaza Indonesia Shopping Center, Grand Hyatt Hotel, dan The Plaza Office Tower, FX Sudirman Pusat perbelanjaan di kawasan pusat bisnis Jakarta.

Selain itu, ada pula Sinarmas MSIG Tower Gedung perkantoran Grade A di kawasan Central Business District (CBD) Thamrin, Bakrie Tower Di Bakrie Tower, yang memiliki 13 lantai, dan juga Luminary Tower Thamrin Nine Di Luminary Tower yang memiliki 23 lantai.

Selain itu, mereka aktif menjalin kemitraan dengan pengembang lain untuk pembangunan kompleks perumahan skala besar (township) yang mengusung konsep manajemen kualitas ala Jepang.

Deli Park Mall yang dijual Agung Podomoro ke grup Hankyu Hanshin Holdings Group itu memiliki luas areal  7,8 Hektar. Seluas 5,2 hektar di anaranya berupa bangunan mall dan apartemen.

Mall Deli Park merupakan mahkota dari mega-proyek Podomoro City Deli Medan, sebuah superblok pertama dan terbesar yang mendefinisikan ulang standar urban di Pulau Sumatera.

Keunggulan komparatif superblok ini terletak pada desain arsitekturalnya yang dikerjakan oleh firma internasional bereputasi global yang memiliki portofolio prestisius, seperti Marina Bay Sands Singapore, The Dubai Mall, dan Esplanade-Theatres on the Bay. 

Proyek ambisius ini mencakup integrasi vertikal yang masif, residensial sebanyak 2.730 unit apartemen kelas menengah dan menengah-atas, dan menara perkantoran dengan Net Saleable Area (NSA) sebesar 46.314 meter persegi.

Kemudian pusat perbelanjaan, Deli Park Mall dengan Net Leasable Area (NLA) seluas 78.287 meter persegi atau 7,8 hektar, yang kini menjadi fokus utama divestasi.

Deli Park Mall diresmikan pada akhir November 2019 yang ditargetkan menjadi representatif dan ikon baru pusat perbelanjaan modern Medan.

Deli Park Mall dilengkapi dengan layar panoramic LED setinggi 25 meter yang menjadi ciri khasnya. Terdiri dari sembilan lantai, Deli Park Mall menghadirkan berbagai tenant ternama seperti Pull & Bear, Sephora, Swarovski, Starbucks Reserve, serta bioskop IMAX.

Sementara anchor tenant lainnya ada SOGO Department Store, Ace Hardware, Best Denki, Informa, Transmart. Untuk kebutuhan fashion dan kecantikan, Mango, Marks & Spencer, Innisfree, dan Nature Republic.

Seperti konsep yang sudah diterapkan di Orchard Park Batam, Deli Park Mall juga bertransformasi menjadi pusat kuliner yang menyajikan beragam pilihan restoran. Mulai dari Nelayan, Pizza Hut, Zenbu, Steak 21 Buffet, Marugame Udon hingga makanan ringan seperti Auntie Anne’s, Sour Sally, Kopi Kenangan, Gulu-gulu, Momoiro, dan KOI The.

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini