Belum lagi Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut berjalan, persaingan antarkandidat mulai memanas di permukaan. Adalah kubu pendukung Andar Amin Harahap yang mengklaim sudah mendapat dukungan minimal dari 27 DPD Golkar kabupaten/kota. Jika itu benar, berarti suara mayoritas sudah berhasil mereka rebut.
Di sisi lain, kubu dari kandidat lain, yakni Hendiyanto Sitorus kabarnya baru memastikan mendapat dukungan dari 5 DPD Golkar Kabupaten/kota. Padahal nama Hendriyanto Sitorus sudah lama mencuat sebagai kandidat kuat.
Ketika Golkar Sumut masih dikomandoi Musa Rajekshah alias Ijeck, nama Hendriyanto sebenarnya sudah digadang-gadang sebagai calon ketua. Tapi sudah hampir setahun berlalu, kubu ini baru mendapatkan 5 dukungan dari daerah.
Hal itu berbeda dengan Andar Amin yang namanya baru muncul sebagai kandidat beberapa hari terakhir. Andar tampil setelah Ijeck dipastikan tidak bisa mencalonkan diri lagi karena dipaksa pindah sebagai pengurus DPP Golkar di tingkat pusat.
Meski namanya baru muncul, operasi senyap yang dilakukan pendukungnya dalam waktu singkat berhasil mendapatkan suara cukup signifikan. Hal itu terlihat dari banyaknya pengurus DPD Golkar Kabupaten/kota yang hadir saat deklarasi Andar Amin sebagai calon ketua Golkar Sumut yang berlangsung di Hotel Grand City Medan, Sabtu 17 Januari 2026.
Salah satu yang disebut-sebut sebagai motor kemunculan nama Andar Amin adalah Plt Ketua Harian Golkar Sumut, Yasir Ridho Loebis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Yasir Ridho bersahabat dekat dengan Andar Amin. Keduanya sama-sama kader Golkar yang sudah bergabung di partai itu sejak muda.
Berkat peran Yasir Ridho, sehingga pengurus DPD Golkar Kabupaten/kota bisa diatur sehingga mereka mau beramai-ramai memberikan dukungan kepada Andar Amin. Apalagi Andar Amin dikenal sebagai sosok kader Golkar yang berpengalaman.
Saat ini Andar menjabat sebagai anggota DPR RI. Ia juga berpengalaman di pemerintahan karena pernah menjabat sebagai Walikota Padangsidempuan (2013-2018) dan Bupati Padang Lawas Utara (2018-2023). Tak heran jika jaringannya di daerah juga cukup kuat. Popularitasnya di arus bawah juga cukup terjamin.
Kemunculan namanya mengundang daya tarik untuk didorong sebagai calon ketua Golkar Sumut. Yang menarik, pimpinan Golkar kabupaten/kota yang mendukung Andar Amin kebanyakan adalah pengurus yang selama ini berpihak kepada Ijeck.
Dari sini dapat dipahami bahwa dukungan itu bukan semata-mata karena mereka melihat Andar sosok yang tepat, tapi juga sebagai bentuk perlawanan kepada Hendriyannto Sitorus yang kabarnya diendorse oleh Gubernur Bobby Nasution dan Ketua umum DPP Golkar Bahlil Lahadia untuk tampil memimpin Golkar Sumut.
Yasir Ridho selaku Plt Ketua Harian Golkar memang tidak sejalan dengan kepemimpinan Ijeck di Golkar Sumut. Keduanya memendam rivalitas yang kuat di partai itu sejak Musda 2020 lalu. Namun di sisi lain, Yasir Ridho juga tidak mau Golkar berada di bawah kendali Bobby Nasution yang menjagokan Hendriyanto Sitorus.
Yasir kabarnya menyimpan dendam politik dengan Bobby yang turut bermain menjungkalkannya pada Pilkada Walikota Medan 2024 lalu. Kala itu Yasir Ridho maju sebagai calon wakil walikota Medan berpasangan dengan Hidayatullah.
Bobby melalui jaringannya di Pemerintahan dan Kepolisian turut bermain menyingkirkan pasangan itu sehingga yang menang adalah pasangan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap.
Belajar dari permainan kotor Bobby itu, Yasir Ridho sangat tidak setuju kalau Hendriyanto Sitorus yang bakal memimpin Golkar Sumut. Jika Hendriyanto tampil sebagai ketua, partai itu praktis akan berada di bawah kendali Bobby Nasution karena Hendriyanto merupakan calon yang diunggulkan Bobby.
Menantu Jokowi ini pula yang mempromosikan nama Hendriyanto ke Bahlil Lahadalia sehingga DPP Golkar pusat mau memberikan dukungan kepadanya.
Agar Bobby tidak sampai berkuasa di Golkar Sumut, makanya Yasir Ridho mengambil strategi baru dengan memunculkan kandidat lain yang bisa mengakomodir suara para pendukungnya dan suara dari orang-orang yang kecewa dengan pemberhentian Ijeck dari jabatan Ketua Golkar Sumut beberapa waktu lalu.
Nama Andar Amin Harahap dianggap idel mengisi peluang itu. Selain karena berpengalaman dalam organisasi Golkar, modal finansialnya juga sangat kuat.
Makanya dalam waktu singkat Yasir Ridho bisa menggalang dukungan dari pengurus DPD Golkar kabupaten/kota untuk melawan pengaruh Hendriyanto Sitorus dan Bobby Nasution.
Karuan, hal ini langsung membuat kubu Hendriyanto kepanasan. Mereka menuding Yasir Ridho bermain api sehingga membuat situasi menjelang Musda semakin panas. Akibatnya, kepengurusan Golkar Sumut ikut terbelah.
Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Sumut lX DPD Partai Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang, dalam siaran pers yang diterima Kajianberita.com Minggu (18/1/2026) menyatakan bahwa soal dukungan kepada Andar Amin itu hanyalah manuver politik Yasir Ridho saja.
“Saya menilai calon yang dimunculkan, seperti Andar Amin Harahap sengaja diciptakan yang bertujuan ingin melakukan dendam politik yang tidak berkesudahan di tubuh Golkar Sumut. Kondisi ni sudah pasti tidak baik untuk Kader Golkar. di Sumut. Sejauh ini saya melihat figur Hendriyanto Sitorus paling cocok memimpin Golkar Sumut,” kata Sahlul Situmeang.
Ia juga heran mengapa kelompok di tubuh Golkar yang selama ini mendukung Ijeck justru beramai-ramai mengalihkan dukunganya kepada Andar Amin Harahap. Padahal pada Musda Golkar 2020, Yasir Ridho dan Andar Amin berada dalam satu kubu, sama-sama menolak kepemimpinan Ijeck.
“Sekarang saya heran, kok malah kubu pendukung Ijeck ramai-ramai mendukung Anda Amin,” ujar Sahlul.
Sahlul sendiri heran melihat peta dukungan untuk calon ketua Golkar Sumut terus berubah. Ia hanya memastikan bahwa Yasir Ridho adalah salah satu pemain utama dalam mengubah peta dukungan itu.
Yasir Ridho, menurut Sahlul, memanfaatkan kekuasaannya sebagai Plt Ketua harian Partai Golkar Sumut untuk melakukan konsolidasi dengan pengurus Golkar Kabupaten/kota guna memberikan dukungan kepada Andar Amin Harahap.
“Saya yakin apa yang dikerjakan saudara Yasir RIdho semuanya tanpa restu dari Ketua Plt Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Sedangkan saya masih yakin ketua Plt Doli Tanjung tetap netral sampai pada saat Musda nanti,” katanya. Untuk itu, ia meminta agar ketua Plt Doli Kurnia Tanjung memberi teguran keras kepada Ridho Lubis.
Menanggapi tudingan ini, Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut, Yasyir Ridho Loebis tidak mau banyak berkomentar. Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatApps, ia hanya menjawab “Bahhh…!”
Beberapa pengurus Golkar Sumut yang dihubungi kajianberita.com mengaku bahwa peluang Andar Amin tampil sebagai ketua Golkar Sumut sangat besar. hal itu karena Andar dinilai sosok Golkar sejati yang berpengalaman.
Di samping itu, Andar adalah pemimpin sejati yang bisa menjaga marwah Golkar sehingga Gubernur Bobby Nasution tidak bisa mengobok-obok partai itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pengurus Golkar di daerah yang tidak suka gaya kepemimpinan Bobby yang lebih banyak mengandalkan pengaruh mertuanya ketimbang kemampuan pribadinya.
Kalau Hendriyanto yang tampil sebagai ketua Golkar Sumut, maka bisa dipastikan partai itu akan berada di bawah kendali Bobby Nasution. Bobby sangat berkepentingan dengan Golkar untuk bisa maju pada Pilkada 2029 mendatang.
Walau berstatus sebagai kader Partai Gerindra, Bobby sama sekali tidak berkuasa di partai itu. Bisa jadi ia akan didepak. Sejauh ini Bobby hanya bisa memegang kendali di PSI karena pengaruh mertuanya. Sedangkan Golkar sangat ia andalkan melalui Bahlil Lahadalia yang tunduk kepada mertuanya.
Makanya Bobby sangat ngotot agar Hendriyanto Sitorus yang tampil sebagai ketua Golkar Sumut, bukan sosok Andar Amin Harahap. ***
