-->

Sebelum Terseret Korupsi, Naslindo Sirait pernah Masuk Nominasi Pejabat Teladan Nasional

Sebarkan:
Naslindo Sirait menyampaikan pidato saat menjabat sebagai Pj Bupati Pakpak Bharat

Karir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara, Naslindo Sirait, kini berada diujung tanduk setelah ia dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi manipulasi penyertaan dana Perusahaan Umum Daerah PT Kemakmuran Mentawai di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kerugian negara akibat tindakannya itu mencapai Rp7,8 miliar. 

tentu saja kabar ini sangat mengejutkan, sebab siapa sangka, Naslindo adalah Pejabat Tinggi Pratama yang pernah masuk nominasi sebagai PNS teladan tingkat nasional. Bahkan ia disebut-sebut pernah mengemban predikat sebagai pejabat terbaik di tingkat Sumatera.

Predikat itu melekat pada diri Naslindo Sirait saat ia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 2020. 

Predikat ini tentu tidak bisa dianggap enteng sebab hal itu merupakan hasil seleksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dari ribuan pejabat pimpinan tinggi (PPT) Pratama di Indonesia atau setara eselon II. Naslindo masuk ketegori 30 besar pejabat teladan.

Untuk masuk dalam nominasi ini bukanlah hal mudah. Kementerian PANRB melakukan riset dan investigasi mendalam terkait kinerja dan integritas ASN tersebut. Seleksinya cukup ketat. Terkait juga dengan latar belakang pendidikan, moral dan loyalitas pada profesi.

Dari 30 nominator itu, hanya empat dari Sumatera, masing-masing satu dari  Aceh, satu dari Pekanbaru, satu dari Palembang dari satu lagi dari Sumatera Barat. 

Naslindo adalah representasi ASN teladan dari Sumatera Barat itu. Tak ada satupun nominator dari Sumatera Utara. Kebanyakan nominator itu adalah pejabat kementrian dan pejabat di wilayah Jawa.

Jadi bisa dibayangkan kalau Naslindo tergolong pejabat terbaik pada pada waktu itu. Apalagi ia begitu loyal selama bertugas di Kepulauan Mentawai walau lahir dan besar di Sumatera Utara. 

Sayangnya, dalam proses seleksi berikutnya, nama Naslindo tersingkir dari jajaran 10 besar. Tapi dengan masuk 30 besar saja sudah membuat citranya sebagai ASN semakin mengkilap.

Naslindo Sirait merupakan alumni fakultas Ekonomi USU Angkatan 1995. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada 2001, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di kampus yang sama hingga selesai pada 2023.

Selanjutnya Naslindo memilih jalur sebagai pegawai negeri untuk kemudian ditempatkan sebagai staf Badan Perencanaan daerah di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. Di sinilah karir PNS nya semakin menanjak karena Naslindo dianggap memiliki kinerja yang baik.

Berbagai tugas berhasil ia jalankan dengan mulus, termasuk saat menjabat sebagai Dewan pengawas PT Kemakmuran Mentawai, sebuah perusahaan daerah yang sahamnya dikuasai  Pemerintah Kepulauan Mentawai. Perusahaan ini mengelola berbagai jenis unit usaha untuk mendukung pembangunan daerah.

Usaha yang dikelola PT Kemakmuran Mentawai, antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM), Jasa Konstruksi dan Sarana Prasarana, seperti pembangunan konstruksi saluran air, pelabuhan, bendungan, dan sarana prasarana lainnya. Untuk standar Kabupaten Mentawai, perusahaan ini tergolong cukup besar.

Sebagai pejabat terbaik di Bappeda Mentawai, Naslindo pernah ditugaskan sebagai pengawas di perusahaan daerah itu. Pada 2018-2019 diputuskan adanya penyertaan modal baru dari Pemkab Mentawai untuk penguatan perusahaan tersebut.

Di sinilah mulai muncul masalah sebab dana penyertaan itu justru dimanipulasi oleh jajaran direksi dan dewan pengawas. 

Kejaksaan Negeri Mentawai berhasil membongkar permainan itu sehingga pada Oktober 2025, mereka menetapkan Direktur Utama PT Kemakmuran Mentawai, Kamser Maroloan Sitanggang sebagai tersangka.

Direktur Utama PT Kemakmuran Mentawai, Kamser Maroloan Sitanggang yang menyeret nama Naslindo Sirait dalam pusaran korupsi di Mentawai
Dari hasil pemeriksaan Kamser, maka terkuak pula permainan dewan pengawas dalam alur korupsi itu sehingga menyeret nama Naslindo Sirait sebagai salah satu pemainnya.

Naslindo sendiri telah pindah sebagai ASN di Provinsi Sumatera Utara sejak Februari 2021. Sebelum pindah tugas, ia terlebih dahulu menyelesaikan program S3 di Universitas Andalan, Padang. Dengan predikat sebagai doctor bidang ekonomi pemerintahan, Naslindo kian optimis membangun karir di Provinsi Sumatera Utara.

Dalam sebuah kesempatan, Naslindo mengaku kalau ia diajak oleh Edy Rahmayadi, gubernur Sumut kala itu untuk pindah ke Sumut. Memang Naslindo tidak langsung mendapat jabatan empuk.  Ia harus memulai lagi dari posisi eselon III, yakni sebagai Kabag BUMD dan BLUD Biro Perekonomian Setdaprovsu.

Posisi ini  turun satu tingkat dari posisinya semula sebagai Kepala Bappeda di Mentawai (Eselon II). Hal ini bisa dipahami, sebab  tingkat persaingan pejabat tinggi di Pemprovsu cukup ketat. Jauh kelas dengan Mentawai yang bisa dikategorikan daerah pedalaman.

Berkat kinerjanya yang baik, ditambah lagi citranya cukup bagus di tingkat nasional, perlahan tapi pasti, karir Naslindo di Pemprovsu mulai meningkat. Tujuh bulan kemudian, tepatnya Agustus 2021, Naslindo diangkat sebagai Kepala Biro Perekonomian yang sudah setara dengan eselon II.

Gubernur Edy Rahmayadi cukup senang dengan kinerja Naslindo sehingga beberapa tugas baru kerap dipercayakan kepadanya.

Ketika terjadi kekosongan jabatan Sekretaris daerah di Kabupaten Samosir pada Juni 2023, Edy Rahmayadi menugaskan Naslindo mengisi jabatan itu untuk sementara.  Setelah Kabupaten Samosir mendapatkan Sekda definitif, Naslindo kembali focus menjalankan tugas di Provinsi Sumut. 

Hanya dua tahun menduduki posisi sebagai Kepala Biro Ekonomi,  jabatan Naslindo semakin mentereng karena pada September 2023 ia kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut.

Menjelang Pilkada 2024, Naslindo cekatan mengambil posisi sehingga ia berhasil menjauh dari jejak Edy Rahmayadi. Sebaliknya, Ia sukses mendekat dalam barisan pendukung  Bobby Nasution melalui jaringan di tingkat nasional. 

Tak heran jika Naslindo begitu dekat dengan dua Pj Gubernur Sumut sesudah Edy, yakni Hasanudin dan Agus Fatoni.   

Saat-saat Pilkada 2024 mendekat, nama Naslindo semakin berdentang kencang setelah ia ditempatkan sebagai Pj Bupati Pakpak Bharat guna  mengisi kekosongan jabatan di daerah itu. Sebagai pejabat yang ditempatkan pusat, salah satu misi rahasia yang dijalankannya adalah memenangkan suara untuk Bobby.

Misi Naslindo berjalan mulus karena perolehan suara Bobby di Pakpak Bharat sangat dominan.  Tak pelak lagi, citranya semakin meningkat. Di mata Bobby, ia adalah pendukung setia. 

Ketika pejabat tinggi pratama lainnya banyak yang digeser Bobby Nasution ke posisi non job atau kursi panjang, justru posisi Naslindo sebagai Kepala Dinas Koperasi tak tersentuh oleh siapapun.

Namanya bisa dikatakan sejajar dengan Topan Ginting (eks Kepala Dinas PUPR Sumut), Sulaiman Harahap (Inspektorat yang sekarang juga Pj Sekda Sumut), Faisal Hasrimy (Kepala Dinas Kesehatan), Moettaqien Hasrimi (Kepala Satpol PP) , atau Sutan Tolang Lubis (Kepala badan Kepegawaian Daerah) sebagai pejabat kepercayaan Bobby. Deretan nama pejabat itu dikenal turut bermain pada Pilkada 2024 untuk membantu kemenangan menantu Jokowi tersebut.

Dari semua deretan nama pejabat itu, bisa dikatakan bintang Naslindo Sirait cukup terang karena usianya masih relatif muda, berkisar 48 tahun. Karirnya sebagai PNS masih sangat terang, apalagi namanya cukup dikenal di Kementerian Dalam Negeri.

Namun siapa sangka, dibalik kilauan jabatan itu, aroma korupsi yang pernah dilakukannya berhasil diendus Kejaksaan Negeri Mentawai. Direktur Utama PT Kemakmuran Mentawai, Kamser Maroloan Sitanggang, tidak mau dituding sebagai pemain tunggal pada kasus korupsi itu sehingga ia pun menyebut  nama pemain lainnya.

Apa boleh buat, belang Naslindo terungkap juga. Dalam kacamata Kejaksaan Mentawai, Naslindo juga merupakan salah satu pemain dalam drama korupsi saat ia bertugas sebagai Dewan Pengawas PT Kemakmuran Mentawai. Saksi dan bukti sangat kuat. 

Naslindo pun tidak bisa membantah. Status tersangka pada dirinya resmi diumumkan Kejaksaan Mentawai pada 23 Januari lalu.

Jaringan Bobby Nasution tentu saja sangat terkejut dengan kabar itu. Bahkan Sutan Tolang Lubis sebagai Kepala BKD Sumut tidak berani menyikapi kasus itu. Ia tidak menyangka, nasib Naslindo tidak jauh berbeda dengan Topan Ginting, pejabat kepercayaan Bobby yang sudah terlebih dahulu  ditangkap KPK dalam kasus korupsi proyek jalan.

Makanya, Bobby belum mau mengambil keputusan tegas kepada Naslindo. Selagi  belum ditahan, sepertinya Bobby tetap akan memberi Naslindo jabatan sebagai kepala Dinas Koperasi Sumut. Kecuali ia mengundurkan diri. 

Kabarnya putusan untuk mundur dari Kadis Koperasi akan menjadi pilihan  bagi Naslindo dalam waktu dekat ini. Kita tunggu saja. ***

Profil  Dr. Naslindo Sirait, SE, MM

  • Usia sekitar 48 Tahun
  • S1 dari  Fakultas Ekonomi USU Angkatan 1995
  • MM (Magister Manajemen) dari USU angkatan 2003
  • Menyelesaikan Program S3 dari Universitas Andalas (Unand) pada 2021.
  • Pekerjaan: Aparatur Sipil Negara / Pejabat Pemerintah

Karir ASN

  • Memulai karier sebagai ASN di Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat) sejak 2005
  • Pernah menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai 2018-2020
  • Kerap terlibat dalam pengembangan program pembangunan strategis, termasuk inisiatif ekonomi lokal dan energi terbarukan
  • Masuk Nominasi Anugerah ASN 2020 kategori Pimpinan Pejabat Tinggi Teladan oleh KemenPAN-RB

Karier di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

  • Kepala Bagian BUMD dan BLUD Biro Perekonomian Setdaprovsu februari 2021
  • Kepala Biro Perekonomian – Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Sejak Agustus 2021
  • Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut sejak September 2023
  • Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Samosir, 2023
  • Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pakpak Bharat 2024 — ditunjuk untuk mengisi kekosongan pemerintahan saat Pilkada 2024

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini