-->

Sejumlah Program Bobby sewaktu di Pemko Medan Dicabut oleh Rico Waas, Tak ada Guna!

Sebarkan:

Proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, cantik dari luar, busuk di dalam.
Berganti kepala daerah berganti pula kebijakan. Sewaktu Walikota Medan masih dipimpin Bobby Nasution, ada saja aturan aneh yang diterapkan menantu Jokowi itu. Setelah jabatan Walikota dipimpin oleh Rico Waas, semua aturan  Bobby itu dievaluasi dan kemudian dibatalkan karena tidak ada gunanya. Hanya pencitraan belaka.  Sama sekali tak bermanfaat.

Salah satu aturan Bobby yang dicabut itu adalah  kebijakan One Day No Car atau satu hari tanpa penggunaan kendaraan pribadi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Medan. Kebijakan itu mengharuskan agar setiap ASN Pemko Medan setiap hari Selasa tidak boleh menggunakan mobil pribadi. Wajib menggunakan angkutan umum.

Kebijakan ini diterapkan Bobby, katanya,  untuk mengurangi kemacetan. Ia pun mempromosikan kegiatan ini melalui media massa seolah-olah itu program yang menarik.

Nyatanya, sejak berlaku, hampir semua ASN di Pemko Medan tidak mematuhinya. Mereka tetap datang ke kantor dengan menggunakan mobil pribadi, tapi diparkir jauh dari lokasi kantor. Bobby sendiri tidak mencotohkan kebijakan itu karena ia selalu menggunakan mobil kemana pun bertugas, lengkap dengan sopir.

Walikota Medan Rico Waas yang mengevaluasi, tentu saja menemukan hal yang ganjil dari kebijakan itu. Oleh karena itu ia langsung mencabut aturan itu karena dianggap tidak efektif. Lagi pula Pemerintah belum bisa menyiapkan angkutan umum memadai untuk semua masyarakat sehingga aturan itu tidak pantas diterapkan.

Sejumlah ASN Pemko Medan yang mendengar keputusan Rico Waas itu hanya cengar cengir saja.  Sejak awal mereka juga tahu kalau kebijakan itu sama sekali tidak bermanfaat. Cuma karena Bobby waktu itu berkuasa penuh, tak ada satupun yang melawan. Padahal mereka tahu aturan itu hanya sekedar pencitraan saja.

“Syukurlah kalau dicabut. Kalaupun tidak dicabut, toh, sejak dulu kita tidak pernah patuh. Kita tetap naik mobil ke kantor, parkirnya agak jauh dikitlah. Kan banyak lokasi parkir di sekitar kantor ini,” kata salah seorang ASN Pemko Medan.

Adapun Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menyampaikan bahwa pencabutan kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, khususnya kondisi transportasi umum di Kota Medan yang dinilai belum sepenuhnya memadai.

"Transportasi umum di Kota Medan saat ini belum mencakup seluruh wilayah dan belum terintegrasi secara optimal. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pencabutan program One Day No Car," ujar Suriono, Selasa (20/1/2026).

Lagipula ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menghambat mobilitas serta pelaksanaan tugas ASN, terutama bagi pegawai yang bertugas atau berdomisili di wilayah yang belum terlayani angkutan umum.

Suriono menegaskan bahwa pencabutan program ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efektivitas kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Bukan sekali ini saja kebijakan Bobby dibatalkan oleh Walikota Rico Waas. Sebelumnya Rico Waas sudah membatalkan kebijakan parkir berlangganan ala Bobby yang banyak memunculkan masalah. Bobby berkali-kali mengubah system perparkiran di Medan, tapi tak ada satupun yang  berhasil. Semua kacau balau.

Begitu juga soal berpakaian tradisional daerah setiap hari Jum’at. Aturan inipun tidak dijalankan sebagian besar ASN karena terlalu mengada-ngada.

“Memang terlalu banyak kali pencitraan di masa beliau itu. Kita yang kacau,” ujar ASN tersebut.

Sementara dalam hal pelayanan masyarakat, justru banyak progam Bobby yang bermasalah. Sebut saja pembangunan Lapangan Merdeka yang sarat korupsi. Biaya habis hingga Rp497 miliar, tapi sebagian besar biaya itu terbuang percuma.  

Revitaliasasi lapangan Merdeka hanya cantik dari luar, tapi hasilnya sebagian besar sia-sia. Proyek bawah tanah yang menelan anggaran hingga 80 persen dari total biaya operasional, nyatanya sama sekali tidak bisa dimanfaatkan. Uang banyak habis, manfaatnya tak ada.

Lokasi bawah tanah lapangan Merdeka kini jadi genangan air dan berbau amis.

Begitu juga dengan proyek pembangunan Islamic Center yang sampai detik ini masih mandek. Padahal saat berkampanye pada Pilkada Walikota Medan 2020, Bobby berjanji akan mengembangkan Islamic Center sebagai  proyek vital di Sumut. Nyatanya, semua bual..!

Yang paling jelas adalah proyek Pembangunan Stadion teladan Medan. Bobby berjanji akan menyelesaikan proyek itu pada awal tahun 2024, lalu molor lagi sampai Juli 2024, molor lagi sampai penghujung 2024. Dan faktanya, sampai detik ini proyek itu belum juga selesai. Bual…bual….!***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini